Laman

Minggu, 08 Januari 2012

Congratulation Ariff and Jonathan !!


Akhir tahun lalu media berita Malaysia digegerkan oleh pemberitaan tentang salah satu warga negaranya yang dikabarkan oleh keluarganya telah kehilangan komunikasi selama 3 tahun, menikah dengan seorang pria Irlandia. Negara itu geger karena warga negara Malaysia yang bernama Ariff tersebut juga seorang pria. Foto-foto pernikahan mereka dengan cepat beredar di dunia maya dan tentunya tanggapan sebagian besar warga negara Malaysia penuh dengan kebencian dan banyak yang berharap agar Ariff bisa segera dipulangkan ke Malaysia agar bisa "kembali ke jalan yang benar". Hihi..naik pesawat, kereta, atau kapal laut pa'cik?

Menarik juga untuk tau setelah baca-baca lebih lanjut dari media berita lokal Malaysia, pemerintahan mereka segera mengirimkan orang untuk mencari Ariff dan segera membawanya pulang ke Malaysia. I mean WTF?? Ternyata setelah gue cari tau lagi, gue baru tau kalau Malaysia punya hukum yang sangat keras untuk perilaku homoseksual, khususnya tindakan sodomi (heteroseksual pun ngga boleh haha). First thing to think of course "Urusan apaan negara sama aktivitas seksual warga negara-nya kecuali itu perilaku parafilia yang mengganggu publik??" Tapi ya ternyata sodara-sodara, negara yang letaknya persis diatas negara tercinta kita itu punya masa hukuman penjara hingga 20 tahun kalau warga negaranya ketahuan melakukan sodomi atau seorang homoseksual "aktif". Cukup mencengangan buat gue yang selama ini berusaha meredam rasa ngga terlalu fond gue ke negara jiran itu, dan menganggap mereka yang punya GP jauh diatas kita punya common sense yang lebih baik. Haha..kalau mereka aja masih rasis dengan warga negara tionghoa dan india mereka, apalagi memandang kaum homoseksual ya.

Ngga hanya sampai disitu perilaku homofobia mereka, komentar-komentar yang dikeluarkan oleh mereka perihal hubungan homoseksual juga agak sedikit bikin geleng-geleng kepala. PM mereka setahun yang lalu dengan tegas mengeluarkan pernyataan untuk para PM negara lain yang homoseksual dan akan mengadakan kunjungan kenegaraan ke Malaysia untuk TIDAK membawa pasangannya. Ngga itu aja, kalau di Amerika baru-baru ini berusaha mengakui bigotry mereka dengan menghilangkan hukum "Don't ask, Don't tell" di angkatan bersenjata mereka, Pimpinan angkatan laut Malaysia dengan tegas mengatakan bahwa navy tidak akan menerima homoseksual sebagai marines. Tapi itu pun belum menutup rasa kaget gue terhadap sikap homofobia malasia; ternyata di negara itu hukum sensor fimnya mempunyai hukum apabila ada karakter homoseksual di suatu film, karakter tersebut akan berusaha dihilangkan dan kalau pun dibolehkan hanya apabila si karakter homoseksual mati di film tersebut atau tobat dan "kembali" menjadi heteroseksual hwahahahaha...ancuurrrr...

Kembali ke cerita si Ariff yang menikahi si Irish, gue dapet infor kalau si Ariff ini bisa sekolah sampe Irlandia karena beasiswa yang diberikan negara. Kebakaran jengot kayaknya tuh para pejabat negara Malaysia. Kesannya bisa-bisanya si Ariff pake unag negara buat jadi homo hahaha...komentar salah satu senior perkumpulan pemuda di Malaysia tentang si Ariff waktu diwawancarai, "Saya yakin ujian masuk penerimaan kelulusan peserta beasiswa pendidikan dari negara ini tidak dipungkiri menjaring para pemuda yang pintar secara akademis, tapi tidak mempertimbangkan kepribadian dan akhlak terhadap agamanya". .... nah, lo nilai sendiri deh komentarnya si senior itu =)

I want to say congratulation to Ariff and Jonathan for the wedding. I hope they wont catch you and ruined your hopes of a beautiful life together. As long as you dont fuck any other man other than your husband, my blessings for you two.

1 komentar:

jumiii mengatakan...

Kalo menurut pengamatanku, aturan2 itu cuma "berlaku" buat warga negara melayu (muslim) aja deh. Soalnya banyak pasangan gay beredar bertebaran dimana2 dan baik2 saja, tapi emang kalo liat dari penampakannya siy non-melayu.
Pasangan lesbian malah lebih banyak lagi dan orang2nya keknya pura2 gak tau aja.