Just a place to share thoughts and opinions. We are definitely not a part of any factions than the truth finders.
Tampilkan postingan dengan label rights. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rights. Tampilkan semua postingan
Minggu, 08 Januari 2012
Congratulation Ariff and Jonathan !!
Akhir tahun lalu media berita Malaysia digegerkan oleh pemberitaan tentang salah satu warga negaranya yang dikabarkan oleh keluarganya telah kehilangan komunikasi selama 3 tahun, menikah dengan seorang pria Irlandia. Negara itu geger karena warga negara Malaysia yang bernama Ariff tersebut juga seorang pria. Foto-foto pernikahan mereka dengan cepat beredar di dunia maya dan tentunya tanggapan sebagian besar warga negara Malaysia penuh dengan kebencian dan banyak yang berharap agar Ariff bisa segera dipulangkan ke Malaysia agar bisa "kembali ke jalan yang benar". Hihi..naik pesawat, kereta, atau kapal laut pa'cik?
Menarik juga untuk tau setelah baca-baca lebih lanjut dari media berita lokal Malaysia, pemerintahan mereka segera mengirimkan orang untuk mencari Ariff dan segera membawanya pulang ke Malaysia. I mean WTF?? Ternyata setelah gue cari tau lagi, gue baru tau kalau Malaysia punya hukum yang sangat keras untuk perilaku homoseksual, khususnya tindakan sodomi (heteroseksual pun ngga boleh haha). First thing to think of course "Urusan apaan negara sama aktivitas seksual warga negara-nya kecuali itu perilaku parafilia yang mengganggu publik??" Tapi ya ternyata sodara-sodara, negara yang letaknya persis diatas negara tercinta kita itu punya masa hukuman penjara hingga 20 tahun kalau warga negaranya ketahuan melakukan sodomi atau seorang homoseksual "aktif". Cukup mencengangan buat gue yang selama ini berusaha meredam rasa ngga terlalu fond gue ke negara jiran itu, dan menganggap mereka yang punya GP jauh diatas kita punya common sense yang lebih baik. Haha..kalau mereka aja masih rasis dengan warga negara tionghoa dan india mereka, apalagi memandang kaum homoseksual ya.
Ngga hanya sampai disitu perilaku homofobia mereka, komentar-komentar yang dikeluarkan oleh mereka perihal hubungan homoseksual juga agak sedikit bikin geleng-geleng kepala. PM mereka setahun yang lalu dengan tegas mengeluarkan pernyataan untuk para PM negara lain yang homoseksual dan akan mengadakan kunjungan kenegaraan ke Malaysia untuk TIDAK membawa pasangannya. Ngga itu aja, kalau di Amerika baru-baru ini berusaha mengakui bigotry mereka dengan menghilangkan hukum "Don't ask, Don't tell" di angkatan bersenjata mereka, Pimpinan angkatan laut Malaysia dengan tegas mengatakan bahwa navy tidak akan menerima homoseksual sebagai marines. Tapi itu pun belum menutup rasa kaget gue terhadap sikap homofobia malasia; ternyata di negara itu hukum sensor fimnya mempunyai hukum apabila ada karakter homoseksual di suatu film, karakter tersebut akan berusaha dihilangkan dan kalau pun dibolehkan hanya apabila si karakter homoseksual mati di film tersebut atau tobat dan "kembali" menjadi heteroseksual hwahahahaha...ancuurrrr...
Kembali ke cerita si Ariff yang menikahi si Irish, gue dapet infor kalau si Ariff ini bisa sekolah sampe Irlandia karena beasiswa yang diberikan negara. Kebakaran jengot kayaknya tuh para pejabat negara Malaysia. Kesannya bisa-bisanya si Ariff pake unag negara buat jadi homo hahaha...komentar salah satu senior perkumpulan pemuda di Malaysia tentang si Ariff waktu diwawancarai, "Saya yakin ujian masuk penerimaan kelulusan peserta beasiswa pendidikan dari negara ini tidak dipungkiri menjaring para pemuda yang pintar secara akademis, tapi tidak mempertimbangkan kepribadian dan akhlak terhadap agamanya". .... nah, lo nilai sendiri deh komentarnya si senior itu =)
I want to say congratulation to Ariff and Jonathan for the wedding. I hope they wont catch you and ruined your hopes of a beautiful life together. As long as you dont fuck any other man other than your husband, my blessings for you two.
Labels:
homophobic,
homosexual,
mithya,
rights
Sabtu, 16 April 2011
Corrective rape
Sharing dikit dengan apa yang gue baru baca sekitar sebulan lalu ketika satu grup aktivis bernama “Sowetan” di Afrika Selatan menggelar aksi demo di depan parlemen agar pemerintah menanggapi masalah Corrective rape dengan lebih serius. Kekerasan terhadap kaum homoseksual udah bukan hal yang baru lagi untuk didengar. Dimana-mana di setiap negara pasti ada hate crime terhadap mereka. Dari bullying secara verbal hingga tindakan membunuh. Tapi yang lebih gila lagi kalau hate crime ini dijadikan suatu alasan di suatu negara karena dianggap benar..
Satu peristiwa yang jadi sorotan internasional tentang salah satu hate crime terhadap kaum homoseksual adalah cerita pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Eudy Simelane. Simelane adalah seorang pemain sepak bola wanita nasional Afrika Selatan yang sudah come out sebagai Lesbian dan beraktivitas sebagai aktivis hak kaum LGBT. Pada tanggal 28 April 2008, ia ditemukan meninggal dalam keadaan mengenaskan; Setengah telanjang, memar seluruh tubuh hasil pemukulan dan ditusuk sebanyak 25 kali di wajah, dada dan kaki. Setahun kemudian empat pelakunya diadili. Dua orang divonis penjara 34 tahun
Kenapa cerita ini menjadi sorotan internasional karena hal ini membuka mata banyak orang tentang kepercayaan Corrective rape yang dipegang oleh orang-orang Afrika Selatan. Setidaknya bagi para lelakinya. Mereka percaya bahwa apabila seorang lesbian diperkosa oleh laki-laki maka ia akan “sembuh” dan kembali “normal” menjadi heteroseksual. Rasanya pingin pasang soundtrack rem mendecit sambil bilang WHAT THE FFF…..hehe..yah tapi kenyataannya memang begitu. Mungkin sebagian dari mereka pura-pura tidak tahu dampak pemerkosaan apa, tapi memang sebagian besar dari penduduk Afrika Selatan tidak memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Budaya dan kepercayaan yang salah tentang seks memang terjadi di Afrika Selatan hingga selatan. Sudah tauhu juga kan Afrika merupakan benua dengan tingkat penderita AIDS tertinggi di dunia. Ngga kurang dari 3 juta penduduknya merupakan penderita AIDS.
Masalahnya pemerkosaan di Afrika Selatan bukan hanya saja terjadi pada Lesbian. Dari 4000 wanita yang diwawancarai dalam suatu penelitian, 1 dari 3 orang mengaku pernah diperkosa. Para lelakinya pun ketika diwawancarai 3 dari 4 orang mengaku pernah memperkosa lebih dari satu wanita ketika mereka belum menginjak usia 20 tahun. 1 dari 10 orang laki-laki disana bahkan mengaku pernah memperkosa ketika mereka masih dibawah usia 10 tahun.
Perilaku bar-bar? Yep, bisa dibilang begitu. Tapi semuanya kembali ke kebudayaan yang salah dan kurangnya pendidikan yang diterima oleh orang-orang Afrika Selatan ini. Mereka benar-benar percaya apabila seorang perempuan mengatakan “tidak” ketika diajak berhubungan seksual, maka sebenarnya artinya “iya”.
Sigh. Kalau mau membaca laporan-laporan tentang corrective rape dan pemerkosaan yang terjadi di daerah Afrika Selatan bisa bikin depresi. Ngeri. Sedih. And wish that the world could do more than just goes “ooh..” “aah..” “ew…” “wow..” ketika tahu fakta ini dan mulai melakukan sesuatu yang bisa merubah keadaan buruk di suatu tempat seperti Afrika Selatan.
Labels:
aids,
heterosexual,
homophobic,
homosexual,
hurt,
lesbian,
mithya,
rape,
review,
rights,
women
Rabu, 25 Agustus 2010
Big Picture - www.boston.com (same sex marriage)
Me likey this post.
Pictures of random same sex wedding.
It shows a lot of love and happiness and ordinary.
You can be straight, gay, queer or anything you like, people deserves to be happy
Ps.
Photo-photo di Big Picture - Boston.com keren-keren. A single shoot will tells you a lot =)
here are some of our favorites
--
http://www.frieddurian.blogspot.com/
here are some of our favorites
http://www.frieddurian.blogspot.com/
Rabu, 24 Maret 2010
Ratu Kim
Here’s a thought. Im gonna write about my thought here. I believe what I’m gonna talk about is pretty much in everyone’s thought..kalo berpikir dengan pikirannya sendiri. Dari sekitar dua tahun yang lalu, gue berkenalan dengan seseorang yang menyebut dirinya “lesbian”. Lesbian ini memiliki sebuah perkumpulan yang sepertinya kalau gue ngga salah kira, ingin memajukan para lesbian di Indonesia. I have no problem with that. Mari majukan semua warga negara Indonesia. Gue beneran berharap dari ujung Sumatera sampai ujung Irian Jaya semuanya pinter-pinter. Amin!Dari hasil memperhatikan si Lesbian, sepertinya dia termasuk salah satu orang yang pintar. Bahkan dia bilang sendiri kok berulang-ulang kalau dia pintar. Ok, mari kita singkirkan dulu hujatan “sombong”. Kalau memang pintar ya hak dia untuk mengatakannya toh? Tapi yang jadi ganjalan buat gue, kenapa dia ngga mau membagi kepintarannya ini ke orang-orang sekitarnya? Terlebih kalau keinginan perkumpulannya adalah cita-cita memajukan lesbian lain. "Membagikan" dengan "memaksakan" itu beda lho. Coba deh cek ke Kamus Besar Bahasa Indonesia. Atau gue salah ngerti? Apa perkumpulannya aja yang punya cita-cita itu? Bukan cita-cita si lesbian? Atau mungkin maksudnya majuin bibir? Majuin tete? Please enlight me...please... “Maju” maksud mereka itu maksudnya lebih pintar bukan? Dari yang gue perhatikan, dirinya maupun perkumpulannya tidak mau menerima kritik dari orang-orang yang memiliki perbedaan pikiran dengan mereka. Hmm..tolong kembali perbaiki pendapat saya: Orang pintar adalah orang yang mampu menerima kritik, mengambil yang positif dan membuang yang negatif bukan? Dari kritik itu dia akan mampu mengembangkan diri dan pemikirannya sehingga mampu mencapai status “pintar” itu. Yang gue liat, Lesbian ini melakukan langkah pertama menjadi Kim Jong iL versi Lesbian dan perkumpulannya ngga lebih dari negara Korea Utara yang menutup segala informasi dari dunia luar. Lesbian ini sepertinya takut kalau-kalau ada orang lain yang terlihat lebih pintar dari dirinya. Whew...apa jadinya kalau Kim Jong iL berhenti narsis dan membuka Korea Utara? Hilanglah para pengikutnya yang setia yang telah ditutup pikirannya. Mereka hanya bisa berkiblat ke satu arah. Ke Kim Jong iL..eh..si lesbian maksudnya. Untung Kim Jong iL udah mangkat.
Kedua, lesbian ini suka sekali marah-marah. Marah-marahnya sambil menghina orang lain intelegensinya rendah pula. Ckckck...Kenapa para pengikutnya menghalalkan perilakunya ini ya? Jadi kalau pintar, boleh ya menghina orang lain yang menurutnya bodoh? Dia juga sering sekali harus membuat statement bahwa dirinya memang tidak menyenangkan, tidak punya banyak teman dan ngga perduli dengan orang lain. Hmm..is that really a good attitude for someone who wants to make a difference? Sangat negatif. Kata-katanya jelas menggambarkan defense dia terhadap kurangnya perhatian dan rasa perduli orang lain ke dirinya. Simple personality math: Bukan orang lain yang memilih untuk tidak menyukai saya, tapi saya yang memilih untuk jadi orang yang menyebalkan. Ding dong! She needs to chill out a litlle. Play some music, girl! ride a little, put some aromatherapy or go to a shrink. She’s old now and if she keeps on getting angry everyday, she’s gonna have a heart attack. You poor old hag..
Ketiga, ketika melihat perkumpulan ini gue juga khawatir. Mereka ingin sekali jadi nomor satu tapi kok ngga dibarengi dengan rasa rendah diri dan kebersamaan? Nomor satu bukan berarti harus berlaku bagai ratu yang memerintah sekelilingnya. Weits, sebentar Ratu Kim..sejak kapan orang-orang di sekitar anda otomatis menjadi pengikut? Apa mereka memiliki status lebih rendah dari yang mulia, Ratu Kim? Gue dan Lushka pernah dianggap “pengikut” soalnya dari kalimat yang keluar dari mulutnya sendiri. Hmm..Ketika kita memutuskan untuk menjadi nomor satu, menjadi pemimpin, tugas utama adalah mendengar. Jikalau ada yang tidak sependapat dengan si nomor satu (katanya), apa itu artinya mereka pantas untuk diperlakukan dengan semena-mena? Sepertinya ketika perkumpulan ini memutuskan untuk melabel diri dengan nomor satu, mereka lupa bahwa menjadi nomor satu konsekuensinya banyak sekali. Perkumpulan itu tidak bisa lagi menjadi milik si Lesbian. Perkumpulan itu jadi milik bersama. Kalau niatnya memajukan lesbian, tapi tetep ngotot perkumpulannya milik pribadi...hmm..ada yang salah dengan pemikiran itu deh..well, kecuali ya kalau niatnya seperti yang tadi gue bilang. Komunisme Kim Jong iL yang tersohor itu.
Mungkin ada yang bertanya, Siapa bilang nomor satu ngga boleh milik pribadi? Well, like I said..kalo niatnya jadi nomor satu dan punya cita-cita mulia bagi kebaikan bersama..semua yang bersifat pribadi harus dikesampingkan dulu. To think together. To be better together. Mirip dikit dengan salah satu masalah yang gue lagi concern, imitasi penulis Soraya Intercine Films terhadap serial Lost yang diubah jadi sinetron terdampar. Sudah pernah ke website mereka? Ditulis terang-terangan di kolom komentar sinetron Terdampar kalau mereka punya hak menghapus komentar. Hasilnya? Isi komentarnya hanya orang-orang yang memuji sinetron terdampar. Padahal sudah banyak di website lain orang-orang yang protes sudah merasa memberi komentar tidak suka dengan Terdampar tapi tidak ditampilkan. Nah, pantas kalau mutu sinetron si Soraya Intercine ini ngga berkembang kan? Pengecut? I’ll let you judge.
Keempat, Lesbian ini pastinya memiliki pekerjaan profesional diluar perkumpulannya. Pekerjaan yang menurut gue harusnya sangat berhubungan dengan etika kerjanya di perkumpulan. Tapi dari yang gue perhatikan, etika-etika yang ada di dunia profesionalismenya tidak dia gunakan di perkumpulannya. I wonder why. Karena perkumpulannya dia deklarasikan sebagai sesuatu yang profesional juga. Kalau tidak profesional, haram hukumnya mau jadi nomor satu. Misalnya, gue berprofesi sebagai psikolog lalu sekaligus membantu lembaga lesbian yang membutuhkan konsultasi psikolog. Gue punya etika psikologi untuk menjaga semua kerahasiaan klien. Lalu ketika gue membantu lembaga lesbian apa boleh gue melanggar etika tersebut? Kita ngga boleh semena-mena. Yang gue tau sebagai orang awam, pekerjaan ratu Kim ini memiliki peraturan legal yang cukup ketat. Semuanya melewati rentetan perjanjian karena berhubungan dengan karya intelegensi pribadi. Tapi sepertinya kok di perkumpulan ini kekuasaan yang si lesbian miliki di-abuse? Tidak ada perjanjian awal, tidak ada keteraturan dan tidak ada rasa hormat terhadap (katanya) bawahannya. Sangat tidak profesional.
Kali ini gue memang “menggurui” karena yang gue lihat perkembangan si lesbian dan perkumpulannya ini sudah tidak sehat. Membodohi banyak orang dengan kepongahannya sebagai nomor satu. Gue gatel ngeliat orang-orang pintar yang ngga mau membagikan kepintarannya bahkan memaksakan ideologinya. Gue khawatir dengan pengikut butanya yang segelintir itu. Bagaimanapun juga mereka tetap orang Indonesia. Harus diperjuangkan pendidikannya (haha!). Semoga pengikutnya ini ngga benar-benar berkiblat sama Ratu Kim aja dan masih mencari informasi diluar perkumpulannya. Coz trust me, they really worship her like the best lesbian ever. Einstein aja demi pengetahuannya bisa disebarkan ke banyak orang, dia mau lho buat buku khusus tentang hukum relativitas dalam “bahasa awam”. He shared for the sake of knowledge. THAT’s what smart people do. Gue harap lesbian ini cepat belajar karena udah ngga pantes bertahun-tahun menolak menjadi “pintar” dalam arti sebenarnya.
Senin, 11 Januari 2010
Si tukang minta tolong
Kemarin Lushka cerita ke gue kalau dia dimintai tolong oleh seseorang. Tapi dia masih bingung bagaimana cara menolongnya. Minta tolongnya sih sepertinya manis, walaupun hanya lewat SMS. Akhirnya Lushka me-reply dengan mengatakan bahwa dia masih bingung bagaimana caranya menolong si tukang minta tolong ini. Hihi..coba kita hitung ada berapa kata tolong di paragraf ini.
Hari ini Lushka cerita kalau dia ngerasa ngga enak karena si tukang minta tolong ini ngga me-reply balasan Lushka lagi. Woh! ngga salah!? Gue langsung bilang kalau dia ngga perlu merasa bersalah. Malah seharusnya Lushka merasa tersinggung. It's a request of favor. Kalau memang Lushka ngga bisa, mau apa? Gue sih ngga heran sama kelakuan si tukang minta tolong ini. Udah terkenal ngga punya sopan santun memang orangnya. Katanya tingkat pendidikannya udah tinggi, katanya udah cukup matang usia, bahkan mengaku profesional, tapi ngga mengerti sopan santun meminta bantuan...hmm..
Kejadian ini udah terjadi beberapa kali dan ngga hanya terjadi sama Lushka. Kalau butuh dia manis banget. Kalau ditolak langsung hilang kayak angin. Gue yakin temen-temen pasti juga punya pengalaman kenal orang-orang seperti ini. Ngga perlu merasa bersalah. Itu namanya orang egois. Yang penting, kita sebagai orang yang beradab harus tetap sopan aja. Untung dia bukan temen. Sekedar kolega berbisnis. Makanya sekarang jelas kenapa orang malas berbisnis dengan si tukang minta tolong ini. Ngga punya tata krama. Kalau temen sih sila wae tinggal ditegur.
Mam, be respectful to my girlfriend. She's not your tool. Coba belajar lagi bedakan antara basa-basi dan sopan santun. Sepertinya anda terbolak-balik.
Hari ini Lushka cerita kalau dia ngerasa ngga enak karena si tukang minta tolong ini ngga me-reply balasan Lushka lagi. Woh! ngga salah!? Gue langsung bilang kalau dia ngga perlu merasa bersalah. Malah seharusnya Lushka merasa tersinggung. It's a request of favor. Kalau memang Lushka ngga bisa, mau apa? Gue sih ngga heran sama kelakuan si tukang minta tolong ini. Udah terkenal ngga punya sopan santun memang orangnya. Katanya tingkat pendidikannya udah tinggi, katanya udah cukup matang usia, bahkan mengaku profesional, tapi ngga mengerti sopan santun meminta bantuan...hmm..
Kejadian ini udah terjadi beberapa kali dan ngga hanya terjadi sama Lushka. Kalau butuh dia manis banget. Kalau ditolak langsung hilang kayak angin. Gue yakin temen-temen pasti juga punya pengalaman kenal orang-orang seperti ini. Ngga perlu merasa bersalah. Itu namanya orang egois. Yang penting, kita sebagai orang yang beradab harus tetap sopan aja. Untung dia bukan temen. Sekedar kolega berbisnis. Makanya sekarang jelas kenapa orang malas berbisnis dengan si tukang minta tolong ini. Ngga punya tata krama. Kalau temen sih sila wae tinggal ditegur.
Mam, be respectful to my girlfriend. She's not your tool. Coba belajar lagi bedakan antara basa-basi dan sopan santun. Sepertinya anda terbolak-balik.
Labels:
conversation,
everyday lives,
mithya,
norma,
phone call,
Rant,
rights
Rabu, 11 November 2009
Menye-menye
Ngga tau apa orang-orang familiar dengan istilah “menye-menye” karena beberapa kali ketika gue dan Lushka menyebut kata itu di masa blog ini masih seumur jagung, banyak yang minta dijelaskan. “Menye-menye” sebenarnya kalau mau diartikan dengan satu kata lain adalah “cengeng”. Kalau mau dielaborasi bisa jadi artinya mendayu-dayu dan dramatisasi yang ujung-ujungnya jadi norak dan membosankan. Kami bukan penggemar bacaan menye-menye.Seperti apa tu bacaan menye-menye? Kalau bacaan itu terus-terusan membicarakan cinta, emosi, dan perasaan. Ngga ada jeda sedikit pun membicarakan tema lain. Ituuuuuuuuuuu aja. Lebih parah lagi kalau isi bacaan itu ditulis dengan bahasa/kata-kata puisi, dan kiasan yang melambung-lambung. Pusing. Enek. Mau muntah. Huwek.
Gue ngga lebay. Udah beberapa kali gue dan Lushka blog walking dan menemukan bacaan-bacaan “menye-menye” ini. Hasilnya kami beneran pusing dan mual. Habis itu biasanya saling telpon dan marah-marah, hehe..kena imbas hormon si penulis kali. Ya, itu namanya kesandung sial.
Untuk gue pribadi, gue lebih suka membaca blog yang isinya tentang keseharian. “Menye-menye” sekali-kali boleh banget. Kayak blog kami sendiri pasti ada bagian-bagian “menye-menye” yang bisa menimbulkan rasa mual buat yang baca. Entah, menemukan sebuah blog yang sederhana seperti buku harian saat ini susah sekali ditemukan. Apa orang sudah ngga menghargai kesederhanaan lagi? Apa menulis selalu harus tentang memamerkan kemampuan menulis atau intelegensi? Bagaimana dengan cerita-cerita seperti kejadian sehari-hari di kantor, sekolah, atau keluarga? Mengantri di supermarket dan membicarakan kasirnya yang sebentar-sebentar mengupil misalnya. Atau tentang kegiatan di dalam ruangan selama hujan. That simple aja.
Gue suka “melihat” siapa manusia yang ada di balik tulisan itu. Dasar inti dari si penulis. Apa yang membuat dia bergerak. Kita pasti tau yang namanya manusia itu adalah makhluk yang sangat kompleks. Hidup manusia ngga hanya berurusan dengan emosi dan cinta saja. Mulut, tangan, dan akal yang diciptakan tuhan tidak hanya bisa digunakan untuk menulis puisi atau kata-kata indah. Itu hanya bagian kecil dari dirinya. Betapa besarnya kemampuan seorang manusia untuk bergerak! berkarya! Sayang aja kalau semua energinya dihabiskan untuk satu tema. Makanya gue sering ngga tertarik dengan blog-blog yang menggunakan bahasa-bahasa formal atau full kata-kata cengeng. Rasanya palsu dan berlapis-lapis. Gue suka kata-kata yang segar! Vulgar! Apa adanya dan berani membuka diri. Apa iya mengatakan “saya sedih” aja harus selalu diungkapkan dengan “awan menggantung mendung, langit beradu kelabu”?
Mungkin preferensi ini karena di kehidupan profesional, gue disuruh menganalisa hidup manusia yang penuh dengan segala tipu daya muslihat. Baik manusia normal atau pun ngga normal. Lalu gue pulang ke rumah dan memilih dengan senang hati membaca blog yang “meminta” untuk menganalisa dirinya untuk dimengerti? Ngga, terima kasih. Gue capek. Gue pilih yang gampang aja deh. Dibayar juga ngga *grin*...Membaca blog orang lain dan menulis blog sendiri merupakan kegiatan leisure gue. Jadi pilihan gue jatuh ke blog yang menceritakan dirinya secara sederhana. Menceritakan tentang si penulisnya yang sangat manusiawi dan menjalani kesehariannya seperti orang-orang lain. Terlebih yang mampu mengintegrasikan semua aspek dirinya ke dalam blognya. Sisanya untuk kapan-kapan aja deh kalau ngga lagi capek.
Bukan berarti juga gue dan Lushka terus BT sama para penulis bacaan “menye-menye”. Bacaan-bacaan ini juga cuma satu aspek dari kehidupan si penulis. Mungkin jadi “menye-menye” karena medianya cuma di situ aja? Kita ngga bisa menilai seseorang hanya melalui satu tema dalam hidupnya toh? Hmm..itu kali ya yang juga bikin gue sebel? Ngga bisa menebak bagaimana orang itu sebenernya dan terpaksa menilai secara singkat, yaitu memuakkan hahaha...
Tulisan ini bukan bermaksud menggurui apa yang seharusnya ditulis oleh seseorang ya. Cuma pendapat tentang apa yang kami sukai. Kami juga ngga lupa kok sama yang namanya kebebasan mengekspresikan diri.
Labels:
bahasa,
blog,
bosan,
everyday lives,
fun,
internet,
mithya,
personal notes,
rights
Sabtu, 04 April 2009
Minggu, 22 Maret 2009
Gue ngga suka dengan cara orang-orang rumah Lushka memperlakukan dia. Sayangnya Lushka ngerasa kalau dia terus-terusan punya hutang budi yang besar. Padahal kalau dia mau cut off semua itu, dia bisa. Gue marah karena sayang sama Lushka. Karena gue perduli pacar gue ngga bisa dapetin istirahat yang dia butuhin di kamarnya sendiri, karena dia ngga bisa ngerasa punya rumah di rumahnya sendiri.
Tapi gue bangga bisa ngasih bad influence ke dia. Gue seneng sekarang dia udah mau membela kebutuhan dirinya sendiri, udah (mulai) ngga mau diinjek-injek orang.
Gue sih maunya dia keluar dari rumah itu. Tapi gue tau dia harus lebih siap lagi dengan segala sesuatu sendiri. Bukannya ngga bisa. Gue yakin Lushka jauh lebih mandiri dan jauh lebih independen daripada gue. Tapi gue yang bakalan panik kayaknya tiap malem dia harus sendirian..HAHAHAHA...
Keep fighting for what you deserved ya hun =) you're doing a great job and I'm so proud of you.
Tapi gue bangga bisa ngasih bad influence ke dia. Gue seneng sekarang dia udah mau membela kebutuhan dirinya sendiri, udah (mulai) ngga mau diinjek-injek orang.
Gue sih maunya dia keluar dari rumah itu. Tapi gue tau dia harus lebih siap lagi dengan segala sesuatu sendiri. Bukannya ngga bisa. Gue yakin Lushka jauh lebih mandiri dan jauh lebih independen daripada gue. Tapi gue yang bakalan panik kayaknya tiap malem dia harus sendirian..HAHAHAHA...
Keep fighting for what you deserved ya hun =) you're doing a great job and I'm so proud of you.
Minggu, 25 Januari 2009
You can sing your own kind of gospel somewhere else. I sing my own kind of rap here
Rabu, 07 Januari 2009
Retarded!
*Maniac laughter*
*Grin*
Salah mulu....(garuk-garuk selangkangan)
*Another maniac laughter*
Retarded! Retarded! Retarded! (nunjuk-nunjuk ke...?)
???
(Lushka masang tali pengekang ke leher Mithya dan narik pergi)
Tapi aku belum selesai....!!!!!! AAAAARRRGGHHH...GRRRR...GRRRRR!!!
(Mithya dipecut dua kali pake gesper Lushka)
.........................................rrrrrr
Dasar homo lo semuaaaaaaaaa........pppp
(Lushka masukkin pisang ke mulut Mithya)
.......................................(kunyah-kunyah, ngiler)
Lushka: Baru dilepas bentar udah ngga bisa ngontrol diri, hhh....
Sabtu, 13 Desember 2008
Terkadang pingin banget bisa nyatuin semua fragmen diri gue yang terpecah-pecah jadi beberapa kepribadian. Entah mulai kapan gue mulai melihat dunia dengan cara yang berbeda-beda. Situasi, kondisi, lingkungan, emosi dan siapa yang gue hadapi yang akan menentukan apa yang akan jadi prinsip gue detik itu.Gue punya kebiasaan menulis semenjak gue kelas 4 SD. Buku diary gue waktu itu warna pink dan covernya Sailor Moon. Yep, I like Sailor Moon hihihi.. Bahkan sampe sekarang menurut gue salah satu cerita komik yang pantes disebut legenda ya Sailor Moon (termasuk Doraemon dan Dragon Ball, hehehe). Sekarang buku itu ada sama Lushka. Kenyang deh gue dicela-cela sama dia setelah baca,hahaha..ya lo bayangin aja, itu buku hasil curahan otak Mithya kecil dari kelas 4 SD sampe 1 SMP. Mungkin Lushka bisa lebih ngerti gue karena semua rahasia hidup yang gue jalanin dan apa yang gue rasain tumpah ruah di buku Sailor Moon pink itu. Bisa dibilang gue melakukan sesuatu yang berhubungan dengan penyiksaan dan darah dari kecil. No, tidak dengan binatang =D
I got another diary ketika buku itu habis. Kali ini covernya mendingan: Bugs Bunny. Gue mulai sadar kalau gue suka banget nulis dan beli buku diary itu dari toko Warner Brothers asli. Bela-belain banget. Nah, kalo buku yang ini kayaknya haram buat dibaca orang lain (Ngga Lushka! Kamu ngga oleh baca!). Soalnya kebiasaan gue menulis spontan yang ada di kepala masih tetep terasah dengan baik, bahkan jauh lebih mengerikan, hehe..Every lies I made, Every stupid thought atau yang eventually gue lakukan semuanya tercatat dengan baik dan penuh emosi anak remaja. Sumpah kalo sampe itu dijadiin buku otobiografi, people would know easily what kind of a person Mithya is.
Gue masih tetep nulis sampe kuliah tapi jarak antara satu cerita ke cerita yang lain jadi jauh banget dibandingin jaman SD yang bisa setiap hari (Bisa keliatan tuh jaman SD betapa kita punya waktu luang buanyaaaak banget, and I use it to watched TV and wrote diaries =D). The name of boys I dated and girls I screwed atau sekedar TP-TP, lengkap semua disana. It was Mithya’s blackbook if I die someday, hahaha...(ayang, kalo ada apa-apa kamu yang pegang buku itu ya..takut mama sakit jantung)
Gue mengenal blog sekitar 5 tahun yang lalu. Easily I got drawn to it dan mulai nulis kaya orang gila, ngga membedakan apa yang biasa gue tulis di diary untuk pribadi maupun di blog untuk dibaca orang lain. I guess I found bliss in writing. Lebih adiktif dari heroin atau masturbasi. Ketidakmampuan gue untuk meregulasi emosi atau membendung imajinasi gue yang sering terlalu liar dengan mudahnya gue salurkan lewat menulis. That’s why I always doesnt give a fuck with what other people think on what I write atau seperti yang baru terjadi, murka kalau ada yang ngasih tau peraturan-peraturan yang harus dituruti ketika menulis. Blog bukan lagi sekedar rumah, blog adalah dunia gue...yang terpecah-pecah.
Sebenernya I look at it like writing a song. Seperti pribadi gue yang suka dengan berbagai macam musik, gue juga suka berbagai macam cara menyampaikan isi kepala gue. Of course di blog ini cuma satu fragmen dari diri gue yang kembali dibatasi oleh sebuah nama, situasi, kondisi dan siapa yang membaca.
My God of writing is Mr. X, seorang novelis yang gue puja-puja karena kemampuan dia menyatukan dunia khayalannya dan fakta ilmiah. Of course I cant write down his name, karena kalau gue sebut, kayaknya gue satu-satunya cewek yang paling sering menggembar-gemborkan betapa gue cinta banget sama bapak yang satu ini. Dan Mr. Marshal Matters. Orang-orang yang ngga bisa ngerti liriknya dan ngga connect dengan cerita-ceritanya menurut gue orang yang ngga pernah ngalamin masa-masa sulit di hidupnya (dan sedikit kehilangan akal). Coz sometimes you do want to slit someone’s throat atau membenci suatu hal tanpa perlu memberikan alasan yang jelas dan mengumbar-umbarnya keseluruh dunia. That’s the beauty of writing dan letak nikmatnya. Mr. Matters juga punya kepribadian yang tercerai-berai jadi Eminem dan Slim Shady dan gue iri sama dia karena dia bisa mempertontonkan setiap kepribadiannya dengan bebas ke seluruh dunia. He hates gay and pop music tanpa perlu beralasan A, B, C, D terus tiba-tiba nyanyi sama Elton John dan Christina Aguilera. He can be evil or angel anytime he wants. Bahkan gue ngarep banget bisa punya ayah kaya dia, I mean it.
Di dunia gue yang lain, kepribadian gue yang lain, nama gue yang lain (in other words, my other blogs), gue bebas bilang mau ngebunuh orang, ngehajar kepala orang sampe pecah dan di lain waktu gue cerita betapa gue cuma pingin meluk orang itu, membela islam dan mengutuk teroris, menghina cinta dan seks lalu menceritakan perasaan gue jatuh cinta dan betapa nikmatnya seks. Ain’t nobody in the world telling me what I can say or think di blog. Karena cuma di blog satu-satunya tempat gue mengobati rasa terkekang gue di dunia nyata. Penting buat gue menyatakan di setiap blog yang gue punya kalo manusia harus bisa jadi jahat di satu waktu dan baik di waktu lainnya dalam keadaan sadar.
Gue cuma berharap suatu saat gue bisa menyatukan seluruh fragmen diri, kepribadian, semua nama yang gue pake dan menunjukkan ke dunia kalau this is me. I’m not crazy, I’m just a human being yang memaksimalkan seluruh kemampuan dan gift akal yang dikasih tuhan dan berani mempermainkannya.
Rabu, 03 Desember 2008
donor darah - irony

FYI, Gue pendonor darah rutin, ikhlas.
Tapiiii ada yang ganjel, gue ga jujur tentang orientasi gue.hehehehe
Ada syarat khusus yang gue langgar (please see highlighted rules below)
Dduuh, dosa ga ya???..tapi kan gue ga gonta-ganti pasangan, bukan morfinis, ga pake jarum suntik juga...kalo homoseksualnya? EMANG. hehehehe
Ddduuh..maaf ya kalo boong, moga-moga darah gue aman-aman aja dikonsumsi.halah,emang drakula.
-----------------------------------------------
1. DONOR DARAH
a. Syarat-syarat Teknis Menjadi Donor Darah :
umur 17 - 60 tahun
( Pada usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat ijin tertulis dari orangtua. Sampai usia tahun donor masih dapat menyumbangkan darahnya dengan jarak penyumbangan 3 bulan atas pertimbangan dokter )
Berat badan minimum 45 kg
Temperatur tubuh : 36,6 - 37,5o C (oral)
Tekanan darah baik ,yaitu:
Sistole = 110 - 160 mm Hg
Diastole = 70 - 100 mm Hg
Denyut nadi; Teratur 50 - 100 kali/ menit
Hemoglobin
Wanita minimal = 12 gr %
Pria minimal = 12,5 gr %
Jumlah penyumbangan pertahun paling banyak 5 kali, dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.
b. Seseorang tidak boleh menjadi donor darah pada keadaan:
Pernah menderita hepatitis B
Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis
Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah transfusi
Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah tattoo/tindik telinga
Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi
Dalam jangka wktu 6 bulan sesudah operasi kecil
Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar
Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, cholera, tetanus dipteria atau profilaksis
Dalam jangka waktu 2 minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica, measles, tetanus toxin.
Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies therapeutic
Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang.
Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah transpalantasi kulit.
Sedang hamil dan dalam jangka waktu 6 bulan sesudah persalinan.
Sedang menyusui
Ketergantungan obat.
Alkoholisme akut dan kronik.
Sifilis
Menderita tuberkulosa secara klinis.
Menderita epilepsi dan sering kejang.
Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk.
Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya, defisiensi G6PD, thalasemia, polibetemiavera.
Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi untuk mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, pemakai jarum suntik tidak steril)
Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah.
--------------------------------------------
ps.
- tadinya mau nulis panjangan..tapi mendadak malesssss
- semalem gue pergi donor sendiri, sambil nunggu jalanan ga gitu macet. Jadi inget temen-temen kuliah, dulu kita suka bilangnya cari makan malem gratisan...apalagi tanggal tua. Abis donor dapet susu, indomie rebus dan telur. Horeee..hehehehe.
- Ayoo donor darah.
Malu tauk, penduduk negeri ini seabrek-abrek tapi defisit pendonor. Kalo demo-tawuran-gebuk gebukan-nonton konser pada rame, giliran suruh donor pada ngacir. Pokoknya kalo yakin berasa sehat, jangan ragu donor. Jarumnya ga sakit kok.
Apalagi perempuan, sakit jarumnya ga ada sekuku-kukunya sakit waktu dapet.
Hyuuuk..!!
Labels:
donor darah,
everyday lives,
homosexual,
Lushka,
PMI,
rights
Rabu, 24 September 2008
RUU Pornografi dan sejenisnya
Kadang bingung kalau mau menyuarakan isi hati dan kepala gue yang sebenernya dianggap abnormal bahkan buat orang-orang yang ”katanya” abnormal. Gara-gara RUU pornografi ini, sisi rebel gue berontak lagi. Kayaknya demen banget untuk bilang ”I’m not you or any part of you” ketika para perempuan yang menyebut dirinya Lesbian berkoar-koar lagi tentang persamaan hak. Gue memang lebih bangga menyebut diri sebagai penganut Queer daripada lesbian karena memang pada faktanya I do not only attracted to women, or men, bahkan gay man. Untung tuhan ngga ngasih cobaan lebih dengan membuat gue attracted sama makhluk berkaki empat atau pedophil =DGue emang ngga setuju sih kalo yang namanya LGBT itu termasuk kriminalitas. Tapi kalo gue ikut-ikutan berkoar-koar, ngga fair dong dengan hukum yang mengatur pembunuhan maupun pencurian. Banyak yang membela diri kalau orientasi seksual itu adalah urusan manusia dengan tuhan. Lah, memangnya membunuh dan mencuri bukan urusan kita sama tuhan juga? Bahkan termasuk dalam ten commandement yang dikatakan sebagai 10 dasar hukum agama. Tapi kenapa kalau yang membunuh dan mencuri boleh di penjara? Jawabannya karena manusia itu egois. Lebih mudah bagi kita untuk tidur dengan sesama jenis daripada membunuh maupun mencuri, jadi ngga boleh diomelin sama pemerintah untuk hal-hal kayak gitu!
Yah, kita harus mafhum juga kalau Indonesia ini mayoritas muslim dan dengan segala kekurangan manusia, mereka mencoba mengadaptasi hukum agama ke hukum negara. Padahal mana mungkiiiiiiiin???? Pilihannya cuma jadi negara agama kaya Irak atau negara hukum kaya Eropa. Misalnya kalau kita negara hukum seperti Belanda, kita masih bisa buat hukum yang cukup enak untuk banyak orang (Please remember they’re hedonistic people with western philosophy). Bagi mereka kan pornografi masih legal asal bukan anak dibawah umur, ada warning-nya, dan bukan bentuk pemaksaan. Tapi apa mungkin orang Indonesia mau buat hukum yang kayak gitu? Mana mungkiiiiiinnn?? Ih, gue mah malah takut dosa kalo ikut-ikutan tentang hal-hal kayak gini. Mulai ngerti maksud gue buang-buang energi ngga?
Sempet jadi bahan diskusi yang cukup anget juga sama Lushka karena dia juga anti RUU pornografi dan gue cuma anti diskriminasi. Setidaknya gue bisa menerima alasan Lushka yang ngga hanya terfokus pada isu LGBT yang katanya dijadikan tindak kriminal. Lushka anti RUU pornografi karena emang isi pasal-pasalnya ngga punya batasan yang jelas dan udah masuk ke kategori ngga masuk akal. Kalo jawaban gue..dan juga hukum-hukum yang lain di dunia. Masih inget tentang hukum perempuan yang keluar malam dulu di Banten? Katanya semua perempuan yang keluar di atas jam malam pemerintah adalah pelacur. Halaaa..terus yang emang baru pulang kerja dari pekerjaan malam kantoran gimana? Atau jaman dulu ada hukum apartheid. Ngga lebih goblok lagi tuh? Gue sih lebih tertarik membahas pasal-pasal yang seperti itu daripada kepentingan kelompok cewek-cewek sehat dan rata-rata pinter namun menyukai cewek juga..hehe..
Terlahir di Indonesia dan punya otak abnormal kayak gue malah jadi bikin gue super ignoran untuk hal-hal kayak gini. Dan jadi inceran sewot banyak orang. Entar juga lewat masa ”trend” RUU pornografi ini. Sama seperti ”tren” Ryan atau ”tren” Malaysia mencuri kebudayaan kita. Ignoran gue ini juga karena menurut gue ngga mungkin deh bisa dibuat hukum yang bikin seneng semua orang. Jadi kalo gue ikut-ikutan, sama aja gue buang-buang energi dan meningan menyalurkan energi gue ke hal-hal yang lain. Ya, gue bukan sosialis. Gue kayaknya agak teracuni sama indahnya being different and as freak as possible. Kalo mau jujur, gue bisa tuh bangga dibilang schizophren, atau antisosial, hehehe...(Lushka maaf kan pacarmu yang aneh, egois, dan ngga tau diri ini). Let me say it again, gue lebih suka dianggap sebagai cewek yang punya pacar cewek, terus one day jadi orang sukses dan dengan santai tanpa perang otot membuktikan that I’m as normal and as cool as you can get. =)
Mikir dong mba…mas…apa yang lo dapetin dari menonjolkan sisi negatif lo sebagai Lesbian (menurut masyarakat dan agama ya), daripada sisi positif lo dulu sebagai manusia sehat dan berakal? PERLAWANAN!
Ini nih yang paling sering gue takutin buat ngomong tapi gue rasa akhirnya gue perlu berani untuk bilang secara jujur bahwa gue menolak mengatakan bahwa homoseksual itu halal secara agama. So, gue secara sadar, jujur, dan ikhlas memang percaya bahwa apa yang gue lakukan dengan Lushka itu haram dan dilarang sama agama samawi manapun.
Kenapa tetap dilakukan? Itu pertanyaan bodoh. Buat gue homoseksualitas sama aja dengan orang-orang yang tau minuman keras itu haram tapi tetap diminum. That simple aja. Gue juga ngga setuju sama orang-orang yang berusaha merasionalisasikan orientasi LGBT dia. Yang katanya bahwa cinta datang dari tuhan...halaaaa...cinta dari tuhan lo apakan? Lo pake buat tidur dengan cewek lain kan? =)
(Mengutip Lushka) Kalo yang homoseksual mengaku punya bentuk pacaran sehat dalam arti ngga melakukan aktifitas seksual dengan pasangannya, coba lo tanya diri lo sendiri, lo gay atau sahabatan? Ehehe...And jangan kabur kalo gue tanya dengan jujur bukankah kaum homoseksual memang lebih permisif dalam melakukan hubungan seksual?
This is just Mithya’s thought. My personal opinion yang perlu gue utarakan sebelum gue gila dan mulai marah-marah karena tutup botol gue tersumbat. Karena gue bukan lesbian murni jadi mungkin gue kurang simpati dengan anti RUU pornografi ini, khususnya pasal LGBT. Uh, jadi panjang dan ngga bakalan selesai-selesai. Mithya mulai emosi...Lus....need you here to calm me down....hhhhhhhhhh........!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
*Jongkok di pinggir kamar meluk-meluk pisau daging sambil gerak maju mundur*
Kamis, 14 Agustus 2008
Lesbian blog overseas are better
Semenjak punya blog di blogspot.com gue jadi sering browsing ke blog-blog lain, khususnya yang bertema gay. Setelah hampir sebulan main-main akhirnya gue punya kesimpulan kalo blog lesbian luar negeri jauh lebih menarik dari blog lesbian indonesia.Why?
Karena para lesbian luar ini ngga kaku dan ngga ngomongin hal-hal yang berbau homoseksualitas mulu, khususnya Lesbianism. Bahkan tema lesbian ini paling kesebut hanya di setengah postingan mereka dan sisanya adalah kehidupan mereka sehari-hari ya sebagai wanita, pekerja, atau manusia pada umumnya lah.
Sedangkan lesbian di Indonesia kalau buat blog isinya tentang curahan perasaan yang tenggelam timbul di lautan yang itu-itu aja, berita-berita yang kesannya para hetero lagi memerangi homo, teriak-teriak terus tentang persamaan hak dan kemajuan lesbian di Indonesia. Pingin gue bekep, iket, masukin karung, terus gue lempar ke selat Jawa.
Hhhh...capek banget bacanya. Muak! Muak!
Iya, I know kalo lesbian luar mungkin dengan mudahnya mengintegrasikan dirinya di satu tempat. Jadi satu blog ya keseluruhan hidup si Lesbian luar tanpa harus membatasi diri bercerita about who or what she is. Jadinya kita disuguhi ceria yang bervariatif dan dengan cara bercerita yang ringan plus humoris.
Sedangkan di sini para lesbian masih banyak yang bersembunyi. Bahkan kayaknya gue belum nemu deh blog lesbian Indonesia yang terang-terangan menunjukkan identitas dirinya. Misalnya satu blog berjudul http://www.anihetero.blogspot.com/ adalah tentang si Ani, 20 tahun, seorang mahasiswa, dan memiliki 3 bersaudara. Nanti dia buat lagi blog khusus berjudul www.anihomo.blogspot.com yang berisi tentang kehidupan lesbiannya dan segala hal yang berbau lesbianism.
I am no different. Karena gue Les..eh..queer Indonesia, hehe...Tapi setidaknya gue mau buat blog gue dengan Lushka ini ringan dan ngga bikin capek yang baca. Ngga pingin teriak-teriak tentang persamaan hak dengan hetero karena setiap orang itu punya keunikan sendiri dan ngga penting-penting amet sama yang namanya kebebasan suatu kaum. Gue cuma pingin jadi cewek yang punya pacar cewek dan gue juga manusia normal yang sama aja dengan semua manusia yang ada di muka bumi ini.
Ngga penting memperjuangkan hak hanya karena orientasi seksual yang berbeda kalau masih banyak hal yang lebih penting untuk diperjuangkan. I always thought kalau nantinya gue bisa bikin sedikit perubahan di dunia, make people proud or honour me for what I am, dan nanti suatu saat gue bisa bilang dengan tenang, “Hey, I have a girlfriend loh! Not such a freak am I?”
Labels:
heterosexual,
homosexual,
lesbian,
mithya,
orientasi,
personal notes,
proud,
queer,
rights,
serapah,
women
Langganan:
Komentar (Atom)



