Halaman

Tampilkan postingan dengan label serapah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serapah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Februari 2014

Social privilege bukan berarti lo diatas angin dari lahir sampe mati

Seperti yang sebagian besar dari kita tau, Grammy award baru aja diselenggarakan beberapa hari yang lalu. Salah satu pemenang yang jadi bahan pembicaraan adalah Macklemore yang menang 4 nominasi: Best New Artist, Best Rap Performance dan Song untuk lagu "Thrift Shop", dan
Best Rap Album. Terlebih ketika dia melakukan performance penutupan, 34 pasangan gay dan hetero muncul sebagai bagian dari performance melangsungkan pernikahan di acara Grammy (yea, yea, Americans are so dramatic and that is one of the reasons why I'm writing this). Buat yang melek lagu rap, Macklemore sangat menarik perhatian peminat dunia hiphop karena:

1. Orang kulit putih pertama setelah Eminem yg dianggap punya kualitas dan bakat untuk nge-rap
2. Lagu "Same Love" yg intinya mendukung gay marriage (di dunia hiphop, gay masih dianggap tabu. Check out the song though) dan,
3. Sampai sekarang Macklemore belum tanda tangan kontrak dengan record label besar mana pun (ini ngga biasa mengingat besarnya industri musik amerika dan sudah terkenalnya Macklemore. Biasanya orang-orang kayak gini dianggap masih original dan down to earth)




Segera setelah Macklemore jadi bahan pembicaraan lanjut dan berujung dengan tingkat kepo yg tinggi dari masyarakat internasional, diubek-ubek lah timeline twitter-nya sampai 4 tahun yg lalu (or so..) dan ditemukan 1 atau 2 tweet yg isinya bernada homophobic. Heboh lah sekian orang yang dramatis. But DUDE!!!! Here's the thing, berdasarkan point nomer 2 di atas, Macklemore adalah satu-satunya (at least yg terkenal secara internasional) rapper hiphop yg terang-terangan buat satu lagu KHUSUS tentang marriage equality dan sangat vokal. Entah kenapa orang-orang ini stuck in the past dan mempermasalahkan Macklemore PERNAH homofobia.

(insert long silent of confusion and facepalm here........................................................................)

Gue pun mengeluarkan opini pribadi dong di twitter. Gue bilang SO WHAT kalau dia PERNAH homofobia. Masih banyak yang lebih parah dari itu, salah satunya adalah orang-orang yang MASIH homofobia. TERNYATA...ada satu ID twitter yg bernama homophobiaphobe (lo ngerti dong ya objektifnya akun twitter ini apa?) yang ngga setuju dengan opini gue. Katanya intinya homofobia itu SALAH banget. Jadi mau di masa lalu kek, itu sama aja dengan masih terjadi. eng ing eng..bingung dong gue...ni orang ngga ngerti suatu keadaan yang dinamakan pembelajaran diri ya...???? (Atau mungkin orang bule kagak ngerti istilah insaf dan tobat hehe)

Berhubung gue ngga suka dengan yang namanya debat kusir di twitter karena itu media yg sangat tolol untuk bertukar ide panjang lebar, gue pilih untuk mereply satu kali aja dan kalau direply dengan opini tolol lagi, gue ngga mau respon. Gue jawab kalau setiap orang bisa aja berbuat kesalahan dan sepertinya Macklemore belajar sesuatu (makanya berubah jadi suporter LGBT). Apa iya kita harus nyalahin orang terus-terusan yang udah ngga melakukan "kejahatan" lagi? eehh..jawabannya orang ini malah "Tau darimana lo dia udah belajar sesuatu?"

(insert long silent of confusion and facepalm here........................................................................)

Gue kalau udah memantapkan hati (caelah) untuk tidak menjawab, maka gue ga mau jawab reply orang ini lagi. Males bok, kebayang ngajarin anak TK belajar bahasa Prancis lewat Twitter gituh XD. Lucunya pacar gue malah panasan sama ni orang dan melanjutkan "diskusi" menggunakan akunnya sendiri. Kebodohan orang ini pun semakin terbuka. Dia bilang Macklemore mungkin saat ini jadi suporter vokal kaum LGBT, tapi menurut dia Macklemore melakukannya dengan banyak cara yang salah...

Pacar pun bertanya..."Banyak salah gimana ya...?"

homophobiaphobe menjawab: Macklemore itu cowok, kulit putih, dan hetero. Jadi dia punya banyak social privilege.

(insert long silent of confusion and facepalm here........................................................................)

TERUS APA HUBUNGANNYA SAMA CARA DIA DUKUNG LGBT, NYET? Jadi begini ya kengkawan queer dan non-queer yang baik hati dan pinter-pinter...di tumblr beberapa tahun terakhir ini banyak user yang salah asuhan. Umumnya asuhan sesama user goblok tumblr dan kitab mereka mungkin ngga jauh-jauh dari wikipedia dan social privilage diartikan serta digunakan secara bebas, sebebas-bebasnya udel bodong mereka. Menurut para salah asuhan ini, ada trait-trait manusia yang menyebabkan secara otomatis hidup mereka PALING MUDAH diantara semua bentuk manusia di dunia. Tingkat yang paling tinggi itu ya kayak Macklemore: Kulit putih, Pria, dan Hetero (+ sosial ekonomi atas). Secara otomatis pula, para user goblok ini yang sebagian besar trait-nya kebalikan dari itu langsung menghakimi dan ngga suka (bahasa sederhananya sih 'IRI' dan "Krisis PD"). Gue kayaknya ngga perlu menjelaskan kenapa cara berpikir kayak gitu cetek banget. Apa betul kalau lo cowok, kulit putih dan hetero artinya hidup lo udah pasti otomatis MUDAH? Yes, I FUCKING KNOW what social privilege is, but it's not that fucking simple. Kata kaum sosialita jakarta, "Ngga ejuketet benjet deh ni orang".

Supaya kita sepaham, definisi social privilege menurut wikipedia adalah advantages that one group accrues from society as on the disadvantages that another group experiences. Ya, gue setuju bahwa social privilege ini adalah fakta dan realita sosial. Ya, gue setuju bahwa kala lo terlahir cowok, kulit putih, hetero, dan berduit memang lo dapet privilege lebih dari yang bukan. Yang gue ngga setuju adalah sikap membenci, cepat menghakimi dan sok taunya para user goblok ini terhadap orang-orang dengan social privilege. Siapa yang tau masalah-masalah apa yang setiap individu hadapi terlepas dari warna kulit, sex, orientasi seksual dan isi kantongnya?

Kebodohan berikutnya orang ini adalah, dia menyatakan bahwa orang-orang yang punya social privilede ini ngga perlu ikut-ikutan jadi suporter kaum minoritas (LGBT) dan dia sangat menolak uluran tangan dari orang-orang seperti Macklemore. Kenapa? Mana gue tau hahaha...Intinya buat mereka yang boleh jadi aktivis dan suporter kaum LGBT itu ya hanya boleh kaum LGBT.

(insert long silent of confusion and facepalm here........................................................................)

Ironis, ID twitternya benci sama homofobia padahal yang dia lakukan PERSIS dengan sifat yang dia benci.

Dalam beberapa jam tweet Macklemore yang katanya mengindikasikan dia homofobia itu ternyata bisa dijelaskan karena dia ikut suatu event LGBT dan orang keburu main tuduh dengan arti twitter dia. Tapi sekali lagi, kalau dia PERNAH homofobia terus kenapa? Gue malah lebih suka orang-orang yang bisa merubah cara berpikir dan sikap yang salah.

Gue sih cuma bisa geremet-geremet smartphone gue, nahan diri ngga ngasih ceramah panjang lebar ke orang itu. Dasar orang gila. Dia terus-terusan usaha mention gue karena menurut dia gue salah ngerti. Serah apa kata lo deh, nyet. Gue anti orang-orang yang rasis, dongo, ngga nyadar pula. Dadaaaahhhh....


Rabu, 24 Maret 2010

Ratu Kim

Here’s a thought. Im gonna write about my thought here. I believe what I’m gonna talk about is pretty much in everyone’s thought..kalo berpikir dengan pikirannya sendiri. Dari sekitar dua tahun yang lalu, gue berkenalan dengan seseorang yang menyebut dirinya “lesbian”. Lesbian ini memiliki sebuah perkumpulan yang sepertinya kalau gue ngga salah kira, ingin memajukan para lesbian di Indonesia. I have no problem with that. Mari majukan semua warga negara Indonesia. Gue beneran berharap dari ujung Sumatera sampai ujung Irian Jaya semuanya pinter-pinter. Amin!

Dari hasil memperhatikan si Lesbian, sepertinya dia termasuk salah satu orang yang pintar. Bahkan dia bilang sendiri kok berulang-ulang kalau dia pintar. Ok, mari kita singkirkan dulu hujatan “sombong”. Kalau memang pintar ya hak dia untuk mengatakannya toh? Tapi yang jadi ganjalan buat gue, kenapa dia ngga mau membagi kepintarannya ini ke orang-orang sekitarnya? Terlebih kalau keinginan perkumpulannya adalah cita-cita memajukan lesbian lain. "Membagikan" dengan "memaksakan" itu beda lho. Coba deh cek ke Kamus Besar Bahasa Indonesia. Atau gue salah ngerti? Apa perkumpulannya aja yang punya cita-cita itu? Bukan cita-cita si lesbian? Atau mungkin maksudnya majuin bibir? Majuin tete? Please enlight me...please... “Maju” maksud mereka itu maksudnya lebih pintar bukan? Dari yang gue perhatikan, dirinya maupun perkumpulannya tidak mau menerima kritik dari orang-orang yang memiliki perbedaan pikiran dengan mereka. Hmm..tolong kembali perbaiki pendapat saya: Orang pintar adalah orang yang mampu menerima kritik, mengambil yang positif dan membuang yang negatif bukan? Dari kritik itu dia akan mampu mengembangkan diri dan pemikirannya sehingga mampu mencapai status “pintar” itu. Yang gue liat, Lesbian ini melakukan langkah pertama menjadi Kim Jong iL versi Lesbian dan perkumpulannya ngga lebih dari negara Korea Utara yang menutup segala informasi dari dunia luar. Lesbian ini sepertinya takut kalau-kalau ada orang lain yang terlihat lebih pintar dari dirinya. Whew...apa jadinya kalau Kim Jong iL berhenti narsis dan membuka Korea Utara? Hilanglah para pengikutnya yang setia yang telah ditutup pikirannya. Mereka hanya bisa berkiblat ke satu arah. Ke Kim Jong iL..eh..si lesbian maksudnya. Untung Kim Jong iL udah mangkat.

Kedua, lesbian ini suka sekali marah-marah. Marah-marahnya sambil menghina orang lain intelegensinya rendah pula. Ckckck...Kenapa para pengikutnya menghalalkan perilakunya ini ya? Jadi kalau pintar, boleh ya menghina orang lain yang menurutnya bodoh? Dia juga sering sekali harus membuat statement bahwa dirinya memang tidak menyenangkan, tidak punya banyak teman dan ngga perduli dengan orang lain. Hmm..is that really a good attitude for someone who wants to make a difference? Sangat negatif. Kata-katanya jelas menggambarkan defense dia terhadap kurangnya perhatian dan rasa perduli orang lain ke dirinya. Simple personality math: Bukan orang lain yang memilih untuk tidak menyukai saya, tapi saya yang memilih untuk jadi orang yang menyebalkan. Ding dong! She needs to chill out a litlle. Play some music, girl! ride a little, put some aromatherapy or go to a shrink. She’s old now and if she keeps on getting angry everyday, she’s gonna have a heart attack. You poor old hag..

Ketiga, ketika melihat perkumpulan ini gue juga khawatir. Mereka ingin sekali jadi nomor satu tapi kok ngga dibarengi dengan rasa rendah diri dan kebersamaan? Nomor satu bukan berarti harus berlaku bagai ratu yang memerintah sekelilingnya. Weits, sebentar Ratu Kim..sejak kapan orang-orang di sekitar anda otomatis menjadi pengikut? Apa mereka memiliki status lebih rendah dari yang mulia, Ratu Kim? Gue dan Lushka pernah dianggap “pengikut” soalnya dari kalimat yang keluar dari mulutnya sendiri. Hmm..Ketika kita memutuskan untuk menjadi nomor satu, menjadi pemimpin, tugas utama adalah mendengar. Jikalau ada yang tidak sependapat dengan si nomor satu (katanya), apa itu artinya mereka pantas untuk diperlakukan dengan semena-mena? Sepertinya ketika perkumpulan ini memutuskan untuk melabel diri dengan nomor satu, mereka lupa bahwa menjadi nomor satu konsekuensinya banyak sekali. Perkumpulan itu tidak bisa lagi menjadi milik si Lesbian. Perkumpulan itu jadi milik bersama. Kalau niatnya memajukan lesbian, tapi tetep ngotot perkumpulannya milik pribadi...hmm..ada yang salah dengan pemikiran itu deh..well, kecuali ya kalau niatnya seperti yang tadi gue bilang. Komunisme Kim Jong iL yang tersohor itu.

Mungkin ada yang bertanya, Siapa bilang nomor satu ngga boleh milik pribadi? Well, like I said..kalo niatnya jadi nomor satu dan punya cita-cita mulia bagi kebaikan bersama..semua yang bersifat pribadi harus dikesampingkan dulu. To think together. To be better together. Mirip dikit dengan salah satu masalah yang gue lagi concern, imitasi penulis Soraya Intercine Films terhadap serial Lost yang diubah jadi sinetron terdampar. Sudah pernah ke website mereka? Ditulis terang-terangan di kolom komentar sinetron Terdampar kalau mereka punya hak menghapus komentar. Hasilnya? Isi komentarnya hanya orang-orang yang memuji sinetron terdampar. Padahal sudah banyak di website lain orang-orang yang protes sudah merasa memberi komentar tidak suka dengan Terdampar tapi tidak ditampilkan. Nah, pantas kalau mutu sinetron si Soraya Intercine ini ngga berkembang kan? Pengecut? I’ll let you judge.

Keempat, Lesbian ini pastinya memiliki pekerjaan profesional diluar perkumpulannya. Pekerjaan yang menurut gue harusnya sangat berhubungan dengan etika kerjanya di perkumpulan. Tapi dari yang gue perhatikan, etika-etika yang ada di dunia profesionalismenya tidak dia gunakan di perkumpulannya. I wonder why. Karena perkumpulannya dia deklarasikan sebagai sesuatu yang profesional juga. Kalau tidak profesional, haram hukumnya mau jadi nomor satu. Misalnya, gue berprofesi sebagai psikolog lalu sekaligus membantu lembaga lesbian yang membutuhkan konsultasi psikolog. Gue punya etika psikologi untuk menjaga semua kerahasiaan klien. Lalu ketika gue membantu lembaga lesbian apa boleh gue melanggar etika tersebut? Kita ngga boleh semena-mena. Yang gue tau sebagai orang awam, pekerjaan ratu Kim ini memiliki peraturan legal yang cukup ketat. Semuanya melewati rentetan perjanjian karena berhubungan dengan karya intelegensi pribadi. Tapi sepertinya kok di perkumpulan ini kekuasaan yang si lesbian miliki di-abuse? Tidak ada perjanjian awal, tidak ada keteraturan dan tidak ada rasa hormat terhadap (katanya) bawahannya. Sangat tidak profesional.

Kali ini gue memang “menggurui” karena yang gue lihat perkembangan si lesbian dan perkumpulannya ini sudah tidak sehat. Membodohi banyak orang dengan kepongahannya sebagai nomor satu. Gue gatel ngeliat orang-orang pintar yang ngga mau membagikan kepintarannya bahkan memaksakan ideologinya. Gue khawatir dengan pengikut butanya yang segelintir itu. Bagaimanapun juga mereka tetap orang Indonesia. Harus diperjuangkan pendidikannya (haha!). Semoga pengikutnya ini ngga benar-benar berkiblat sama Ratu Kim aja dan masih mencari informasi diluar perkumpulannya. Coz trust me, they really worship her like the best lesbian ever. Einstein aja demi pengetahuannya bisa disebarkan ke banyak orang, dia mau lho buat buku khusus tentang hukum relativitas dalam “bahasa awam”. He shared for the sake of knowledge. THAT’s what smart people do. Gue harap lesbian ini cepat belajar karena udah ngga pantes bertahun-tahun menolak menjadi “pintar” dalam arti sebenarnya.

Jumat, 14 Agustus 2009

Video Marshanda

Rasanya gue HARUS komentar tentang video-video Marshanda...hahaha...ngga, ini bukan mentertawakan Marshanda, ini mentertawakan diri sendiri yang ngerasa HARUS komentar.

Di hari pertama gue membaca komentar-komentar orang yang berterbangan di Twitter tentang video Marshanda gue pikir lagi ngomongin video klip lagu dia yang terbaru. So I laughed a long tanpa tau apa-apa. Gue juga ngga usaha nyari tau dengan bersegera ke youtube nyari-nyari video mana sih yang diomongin orang-orang Indonesia sampe ngalahin si Manohara??

Tapi setelah hari kedua, mulai banyak tuh yang ngasih penjelasan. Ternyata Marshanda mengupload beberapa (katanya 28) video pribadi yang isinya dia nyanyi-nyanyi kaya orang gila atau nangis-nangis curhat tentang kehidupan persahabatan dan cintanya. All of my friends were laughing and saying bad things about her. WOKAAAAYYY...THAT'S.......NORMAL.

Satu-satunya yang norak adalah kita-kita yang punya hateful comment untuk dia. The big title is "SHE IS CELEBRITY" makanya jadi big deal banget ketika dia keluar dari kepompong sempurnanya dan mulai jatuh bertebaran all over the place. Nah, kalo yang upload video-video seperti itu cuma rakyat jelata nan cantik kaya kita? Apa perduli orang kan? Paling cuma "yeap, crazy women..next!" dan kita udah klik video selanjutnya yang lebih menyenangkan buat mencuri 5 menit dari hidup kita.

The next thing yang sangat mengganggu gue adalah kenapa empati kita sangat sedikit untuk orang lain?? Ngga perduli dia artis, presiden, pengusaha, ibu-ibu, etc, kalau sampai ada orang yang berani "mempermalukan" dirinya di depan jutaan orang, we should feel sorry for her. Bukan malah menghina dan menghujat. Marshanda jelas sedang mengalami masa-masa yang ... entah ... Britney syndrome? =D

Karena ngga kenal, maka tak sayang. Orang Indonesia terlalu berpegang teguh dengan kalimat itu. Karena kita ngga kenal, kita boleh ngga perduli. Let say that is your friend yang sedang mengalami breakdown parah dan kejiwaannya terganggu...lalu lo mulai menghina-hina perilaku anehnya, hence the video (atau menggunduli kepala layaknya mba Britneh), and the next day she jump off of a bridge. Because YOU didn't care enough.

Ya, I take these things personally. Buat orang yang belajar dan mempelajari HOW TO memperbaiki jiwa-jiwa yang terganggu, gue menganggap perilaku orang Indonesia pada umumnya yang membuat orang-orang yang membutuhkan pertolongan MALU dan MENARIK DIRI.

Let's try to start to see things from THEIR perspective. Ketawa boleh..siapa sih yang ngga ketawa kalau melihat hal-hal yang lucu atau aneh. Gue aja nyengir-nyengir ko ngeliat videonya Marshanda. But then THINK! What's inside their head ketika mereka melakukan hal itu? Misalnya seperti oknum S yang gila belanja dan actually believe it would help our economy dengan cara belanja sampai tumbang. Boleh tertawa, terus mulai deh menganalisa...kira-kira dia mengidap penyakit kejiwaan apa? Mungkin gue bisa bantu? =D

Gue juga bersimpati untuk para teroris kroco-kroco yang imannya dan pegangan hidupnya lemah hingga mudah untuk para otak-otak kejahatan sepertin Noortol (Noordin Tolol) mampu membuat mereka menjadi true believers walaupun konsekuensinya adalah mengambil nyawa sendiri dan orang lain. Karena gue berpikir dan mencoba mengerti bahwa mereka sebenarnya orang-orang yang butuh rasa empati kita. Bukan hujatan ngasal yang semakin mendorong orang-orang ini menjauh dari kita.

Nyanyian Marshanda yang dia pinjem dari lagu Spice Girls bener banget..WHO DO YOU THINK YOU ARE??

Think girls...wouldn't you feel sad if it is your friends yang mengalami mental breakdown? Wouldn't you wanna help?

psstt..ehhh...ini bukan iklan sinetron barunya dia mau act jadi cewek gila kan? huehehe...

Senin, 04 Mei 2009

Humble,dear.

Cuma bisa terperangah melihat lagak, gaya dan pongahmu.

Ternganga-nganga saat kau menepuk dada busung jumawa.

Jambulmu mengangkasa, bibirmu abang mencuwir.

Tanganmu berkacak bak Dursala.

Ah, rupamu saja Srikandi. Kelakuanmu? Tak lebih dari raksesi rombongan Kurawa.

Kamis, 08 Januari 2009

Just do it

Jangan menikah kalau lo ngga sayang dengan orang itu. Jangan menikah hanya karena tuntutan masyarakat, orang tua atau usia. Tugas lo di dunia bukan hanya untuk beranak pinak.

My first girl is getting married next year. Dengan seseorang yang baru dia kenal Februari kemaren. Waktu ditanyain apakah dia suka dengan orang itu, jawabnya “No”, tapi dia sayang karena orang itu baik sekali dan selalu ada untuk dia setiap dia butuh. What the fuck kind of reason is that to marry someone? Jangan ngomongin dunia nyata deh ama gue. All those bullshit and crap of what the adults have to gone through. That’s just stupid and pathetic. So you’re gonna be happy kalau udah menikah dan berkeluarga? My other x-girl bahkan menikah dengan seseorang yang hanya dia kenal lebih singkat lagi dari hitungan jari sebelah tangan and dalam keadaan baru menikah tried to seduced me to fuck with her again! The fuck is wrong with you people?? Ruining a holy matrimonial like marriage is a shame, shame thing to add up to your sins list.

Rabu, 07 Januari 2009

Retarded!

*Maniac laughter*

*Grin*

Salah mulu....(garuk-garuk selangkangan)

*Another maniac laughter*

Retarded! Retarded! Retarded! (nunjuk-nunjuk ke...?)

???

(Lushka masang tali pengekang ke leher Mithya dan narik pergi)

Tapi aku belum selesai....!!!!!! AAAAARRRGGHHH...GRRRR...GRRRRR!!!

(Mithya dipecut dua kali pake gesper Lushka)

.........................................rrrrrr

Dasar homo lo semuaaaaaaaaa........pppp

(Lushka masukkin pisang ke mulut Mithya)

.......................................(kunyah-kunyah, ngiler)

Lushka: Baru dilepas bentar udah ngga bisa ngontrol diri, hhh....

Selasa, 23 Desember 2008

Twinkle-twinkle little star on his pale skin

Last week I finally watched the infamous movie Twilight. Fortunately gue ngga harus mengeluarkan uang sepeser pun karena nonton itu rame-rame dibiayain sodara. I really gotta put this movie to the test. Karena katanya box office, bagus, menyentuh, romantis etc.

The verdict: Film ini tai banget! Gara-gara film ini, gue harus berantem sama Lushka. Setelah nonton, Lushka mengharapkan gue menjelek-jelekkan film ini sesuai dengan pendapat dia. Tapi karena gue ngga ngerasa segitu jeleknya sampe harus dihina-hina, eeehh gue kena aksi nyolotnya yang fenomenal itu. Jadi film ini tai banget! hehehe...

Anyway, terlepas dari jadi biang ribut gue dan Lushka, gue ngga menghina (banget) film ini hanya karena I’ve seen worst. Pemain-pemain (what they called vampire) film ini kayak pemain kabuki (cari aja gih di google image what kabuki is). Sangat-sangat irritating untuk dilihat (the people in the movie, not the kabuki players). I dont complain about the acting. Ngga jelek, ngga bagus juga. Standarnya ukuran pemain film remaja lah. Tapi gue salut cara Bella dan Eddie tatap-tatapan penuh cinta SELAMA itu. Pasti butuh banget segala perasaan dari dalam perut dan hati untuk melakukan adegan sebanyak dan selama itu.

Umur penulisnya berapa sih? Gue bener-bener kebayang film ini dibuat sama seorang cewek berumur 15 tahun (17 tops) yang membayangkan “Apa sih imajinasi teromantis gue tentang seorang pria yang mencintai gue?”. Ngga salah juga orang mau buat cerita apa sih. Cuma buat gue kebayangnya gitu. She’s married right?

Nonton film ini kaya disuruh minum sekaleng penuh susu kental manis rasa coklat (gue suka coklat). Awalnya lo punya ekspetansi, terus rasanya enak, nikmat, hmmm...HOEK...dan berakhir dengan WHAT THE FUCK!? Hahaha... Kayak nonton Meet the robinsons, you watch it, enjoy the feeling of watching it, stuck in that moment for an a hour, terus lupa. Intinya film ini ngga memberikan suatu hal yang....nothing! Kayak nonton film-film disney remaja..semua dibuat manis dan ngga menyeramkan, karena penonton yang diharapkan of course young adult or younger with lovey dovey feeling-love illusions-and shits and stuff. Udah gitu sejak kapan vampir bergelimangan sparkling thing kalau kena cahaya??? Make a new creature who sucks blood and eats humans, you moron! Freakin dissastrous!

Tech? Not really great. Mungkin budget-nya terbatas. Adegan Eddie manjat pohon kaya film-film silat cina 20 tahun yang lalu. Tapi teteeeepp jauh lebih baik dari film-film Indonesia, hehehe...

Gue ngga tau apa hanya karena film ini harus memotong segitu banyak lembar di buku satu, tapi how Eddie drawns to her terlalu “maksa”. Istilahnya, “its just happened coz you know its gonna happen, so cut the crap and let the guy get to her pants. Dont ask why!” kinda way.

Gue kalo udah kehilangan interest dengan jalan cerita atau dialog, bakal usaha nyari hal-hal fun dari film itu. Gue suka dengan Carlisle (the Dad). Imut-imut dan kayaknya baik beneeerrr...dia main film apa ya? Familiar banget mukanya. I’d take him as a husband, hahaha. Gue juga suka sama ayahnya Bella. Karakter-nya sebagai ayah yang baik, sukses. Gue juga suka gaya pacaran Bella dan Eddie yang seperti monyet, bercengkrama di atas pohon. Satu-satunya dari film ini yang original kayaknya. Sempet mengharapkan Bella tiba-tiba balik badan dan Eddie mulai nyari kutu..but it didnt happened. Hhh... Bella juga menarik dan agak boyish, which is yummy..=D

Anyone read Darren Shan? Kenapa ya teringat dengan buku ini waktu nonton film twilight? Dan kalau berikutnya ada perseteruan dengan “serigala”, a lil bit underworld isnt it? Atau memang ada legenda dunia antara vampir dan serigala?

I feel sorry for the girl, by the way. Eddie drawned to her just because he wants to eat her, and the only person in the world (by far) ngga bisa dia denger isi pikirannya, and eventually weird enough to accept him as a vampire.

Well, postingan ini hanya untuk memuaskan hasrat gue benar atau tidaknya judgement gue atas trailernya yang cheesy, soapie dan B-rated. And it is! Too bad...=( But I’ll watched the next movie and so on, kalo ada yang mau bayarin.

Oiya, buat yang suka film cloverfield atau 28 days later, try watching Quarantine. Sangat menghibur! Lushka lompat dari kursinya beberapa kali dan gue puas ketawa. Terus terang tadinya gue mau bilang Twilight BIASA BANGET, eh, besoknya nonton Quarantine...ancur deh tuh film. Hahaha....


eh, eh ada satu comment dari rottentomatoes.com yang sebel banget sama film ini dan sebel banget sama cewek-cewek yang belain film ini. I like the way he expressed it (hanya copy paste, ngga ada yang diubah satupun):

"Notice how everyone disagreeing with this review is a ****ing woman, probably a feminist still in High School who is single and looking for the love of their ****ing life. You just pretend to like the movie because you're in your stupid dream world with the book and since a woman wrote it, the movie HAS to be amazing, like the book. **** you, disgrace to society, sexist *****. "

HUAHAHAHAHAHA......Rock on!!

Rabu, 10 Desember 2008

Old McDaisy have a farm




Terkadang kalau lagi dengerin Lushka cerita tentang temen-temen homonya yang suka ngga bisa jaga tangan, mulut, dan selangkangan, gue kebayang sama satu peternakan kecil. The next thing I know, all I heard from her was, "Mit, Si Kambing kemaren ML sama si Domba"..dan seluruh kemanusiaan yang tersisa dari orang-orang itu sirna.


Sounds proud, but thank god that I found a good master, which is Lushka =P Kalau ngga, nasib gue juga bakal ada di peternakan itu juga. Running around like a blisthering idiot. Fucking everyone who fucked everyone. Lushka is my person =)

Senin, 08 Desember 2008

Don't label yourself

I wrote this based on Lushka’s request that I should sometime share my knowledge that I got form college to other people. Biar gue ngga pinter sendiri, hehe..Awalnya gue nolak. Soalnya entar kalo gue bagi-bagi, entar semua orang jadi pinter terus gue biasa-biasa aja dong..hahaha..

So I was studying about social labelling dan gue jadi inget sama kata-kata gue sendiri kalo gue ngga suka memasukkan diri gue ke kategori mana pun di orientasi seksual maupun dalam dunia kategori lesbian (femme, butch, andro). I guess the description of this blog pun udah jelas kalo itu buatan gue.

Jadi dulu tahun 1973, seorang peneliti bernama Rosehan membuat suatu penelitian yang menurut gue cukup lucu, berani dan bagus buat dikasih tau ke orang-orang. Dia mengumpulkan 8 orang peneliti untuk dikirim ke 12 RSJ buat ngaku-ngaku kalau mereka mengalami halusinasi auditori (doang). Mereka ngaku-ngaku kalau mereka terus-terusan mendengar suara orang yang mengatakan “dull” dan “thud”. Terus diluar hal itu mereka menjawab jujur semua pertanyaan medis yang ditanyain sama psikiater, YANG SEHARUSNYA mengindikasikan bahwa mereka cuma pura-pura. Hasilnya? Lebih dari setengah peneliti itu didiagnosa Schizofrenia dan dimasukkan RSJ selama 7 hingga 52 hari. Padahal didalam RSJ mereka bertingkah normal dan BAHKAN orang-orang yang emang mentally ill di RSJ itu tau kalo mereka cuma pura-pura.

Penelitian ngga berhenti sampe situ. Rosehan lalu menghubungi RSJ-RSJ itu dan bohong kalau dalam beberapa bulan ke depan dia akan masukkin orang sehat yang pura-pura sakit jiwa tapi ngga akan ngasih tau siapa orang-orangnya. Hasilnya? Staff RSJ itu menganggap 1/5 pasien yang masuk cuma pura-pura sakit jiwa. Nah, liat hasilnya memberi label sama seseorang ngga? (Akhirnya gue menemukan dasar kepercayaan gue untuk ngga mengkategorikan diri!! Gue bukan pengecut, you assholes!!).

What Rosehan try to say is, betapa label itu bisa sangat merusak seseorang. Lo-lo pada pasti pernah dengar lah kalo kita ngga boleh sampe nyebut ke anak kita sendiri, “nakal”, “jahat”, “bego” dsb karena memang label menyebabkan seseorang merubah perilakunya sesuai dengan “harapan” masyarakat.

Nah, kembali ke orientasi seksual dan pengkategoriannya. Gue lebih suka mengelaborasi atau menggambarkan perilaku daripada menamai. Yep, saat ini gue in a relationship dan bahkan jatuh cinta dengan Lushka. Tapi saying myself a lesbian? Lah, I’m not that in to women juga. Masih bisa ngiler liat cowok berbadan atletis dan berwajah lutcu...Alam bawah sadar kita akan terus berusaha mengikuti apa yang udah kita kasih label ke diri kita. “I’m stupid and weak” dan voila! I’ll be stupid and weak too.

Jangan berpikir sempit juga lah. Suatu saat nanti kalo tiba-tiba lo naksir cowok, padahal lo udah PD banget yakin abeeezz you're a lesbian..paling jauh lo akan berpikiran bahwa lo kagum dengan cowok itu. Nah, pikiran lo terkotak-kotakkan dengan label kan? Ini salah satu alasan juga kenapa gue dan Lushka suka gatel sama cewek-cewek yang lulus SMA aja belom tapi udah ngaku-ngaku as a lez.

Kalo gue terdengar menegatifkan homoseksual,well, kenyataannya secara norma dan agama emang negatif. Ngga usah dipoles-poles lah. Let me give an example yang lebih netral dan positif. Pernah denger self-hypnotic? Lo diminta untuk berkaca tiap hari dan menyebutkan apa yang lo pingin ubah dari dulu. “Saya orang yang bahagia dan selalu bersemangat!” and voila again! Even if you dont change the behavior you intended to, you’ll finally believe what you said to yourself. Atau orang-orang yang sikap dan perilakunya HARUS TERGANTUNG dengan profesinya (Gue lupa contohnya, hahaha...). They are gonna be the most annoying and pityfull person in the world.

So give me a favor and ketika berkenalan di YM, jangan nanya apakah gue femme, butch, atau andro.

Kamis, 14 Agustus 2008

Lesbian blog overseas are better

Semenjak punya blog di blogspot.com gue jadi sering browsing ke blog-blog lain, khususnya yang bertema gay. Setelah hampir sebulan main-main akhirnya gue punya kesimpulan kalo blog lesbian luar negeri jauh lebih menarik dari blog lesbian indonesia.

Why?

Karena para lesbian luar ini ngga kaku dan ngga ngomongin hal-hal yang berbau homoseksualitas mulu, khususnya Lesbianism. Bahkan tema lesbian ini paling kesebut hanya di setengah postingan mereka dan sisanya adalah kehidupan mereka sehari-hari ya sebagai wanita, pekerja, atau manusia pada umumnya lah.

Sedangkan lesbian di Indonesia kalau buat blog isinya tentang curahan perasaan yang tenggelam timbul di lautan yang itu-itu aja, berita-berita yang kesannya para hetero lagi memerangi homo, teriak-teriak terus tentang persamaan hak dan kemajuan lesbian di Indonesia. Pingin gue bekep, iket, masukin karung, terus gue lempar ke selat Jawa.

Hhhh...capek banget bacanya. Muak! Muak!

Iya, I know kalo lesbian luar mungkin dengan mudahnya mengintegrasikan dirinya di satu tempat. Jadi satu blog ya keseluruhan hidup si Lesbian luar tanpa harus membatasi diri bercerita about who or what she is. Jadinya kita disuguhi ceria yang bervariatif dan dengan cara bercerita yang ringan plus humoris.
Sedangkan di sini para lesbian masih banyak yang bersembunyi. Bahkan kayaknya gue belum nemu deh blog lesbian Indonesia yang terang-terangan menunjukkan identitas dirinya. Misalnya satu blog berjudul http://www.anihetero.blogspot.com/ adalah tentang si Ani, 20 tahun, seorang mahasiswa, dan memiliki 3 bersaudara. Nanti dia buat lagi blog khusus berjudul www.anihomo.blogspot.com yang berisi tentang kehidupan lesbiannya dan segala hal yang berbau lesbianism.

I am no different. Karena gue Les..eh..queer Indonesia, hehe...Tapi setidaknya gue mau buat blog gue dengan Lushka ini ringan dan ngga bikin capek yang baca. Ngga pingin teriak-teriak tentang persamaan hak dengan hetero karena setiap orang itu punya keunikan sendiri dan ngga penting-penting amet sama yang namanya kebebasan suatu kaum. Gue cuma pingin jadi cewek yang punya pacar cewek dan gue juga manusia normal yang sama aja dengan semua manusia yang ada di muka bumi ini.

Ngga penting memperjuangkan hak hanya karena orientasi seksual yang berbeda kalau masih banyak hal yang lebih penting untuk diperjuangkan. I always thought kalau nantinya gue bisa bikin sedikit perubahan di dunia, make people proud or honour me for what I am, dan nanti suatu saat gue bisa bilang dengan tenang, “Hey, I have a girlfriend loh! Not such a freak am I?”

Selasa, 12 Agustus 2008

HEALTHY, BEAUTIFUL and still LOVE OTHER WOMEN

Why can’t Lez work out and have a perfect shape like gay men do? Some women would really like other beautiful women too, you know. Not a woman who try too much to look like a guy. Try to appreciate what God had given you as a women. You’re not a tranny right? If they say only gay men looking for sex and beautiful exterior while lesbian don’t, that’s a complete utter bullshit. Why cant we have both? It won’t kill you to be HEALTHY, BEAUTIFUL and still LOVE OTHER WOMEN.

Selasa, 29 Juli 2008

Am I homophobic?

Kadang eneg dengerin perempuan ngomongin perempuan terus. The truth? sometimes I'm sick with women. Especialy with the one who thinks they are lesbian. Yang menyatakan bahwa dirinya cuma bisa jatuh cinta dan menikmati tubuh wanita lain. Eeeeerrrrghgghgghgh....!!!!

Hhh..ayang pasti marah deh kalo aku ngomong gini. Aku lagi negatif, Lus. Tiba-tiba muak ngebaca perempuan ngomongin perempuan. Not you though. You're still my angel. Lagi angot dan kumat aja kali.

Yep, gue kadang homophobic khusus cewek. Tiba-tiba pusing dan mual sendiri karena ngerasa ngga ngerti kenapa seseorang bisa menentukan suka cuma karena jenis kelaminnya. Mungkin berlaku juga untuk hetero. Lagian lo kalo punya hubungan pacaran sama SIAPA atau sama APA?

Kalo ada cowok yang punya kepribadian kaya cewek banget, tingkah lakunya gemulai, cara berpikirnya kaya cewek, terus?? I dont do relationship with vagina and breast! I do relationship with Lushka. A whole person. Gue jatuh cinta dengan segala keutuhannya sebagai seseorang dengan kepribadian yang gue cintai.

The funny thing is, I dont have problems with gay guy. Buat yang tau istilahnya, I'm a fag hag actually. Now that's confuses me a lot.

So I just dont get it!!
Emang mentang-mentang lo berlabel lesbian, lo ngga bisa disebut pecun?

Rabu, 13 Juni 2007

**are you going to be my stranger in paradise?**

Mit. i dont feel good.

berasa jelek, gendyut =) jerawatan, ga worth

aku bosan kerja. aku bosan.aku bosan.nahan ini itu.

boseeeeen. ga bisa ketemu kamu. bosen musti nerima kenyataan, end upnya ga bagus.(skeptik bener! tau ahhhh)

pengen pergi.kabur.sabar.tau ah.

boleh sumpah serapah ga disini?

anjing.
anjing.
anjing.
anjing.
anjing.

ANNNNJEEEEENG!!!
9876543210..aku ga mau kuliah ah..
aku ga mau pulang ah..aku ga mau mandi ah..
aku ga mau berhubungan ama siapa-siapa ah.
aku mau jadi brengsek. aku mau jadi bego. aku mau ga punya harga diri.my fuckin self defense.my stupid pride.
wanna move.wanna quit.wanna stop.wanna run.
wanna stay.wanna leave.wanna fuck.wanna die.wanna live.
not gonna crack - lithium - nirvana - my girl - under the bridge.
wanna fuckin you in a lesbian way...=)