Halaman

Tampilkan postingan dengan label health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label health. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Januari 2011

Asosiasi AIDS dengan gaya hidup homoseksual



Tulisan ini sebenernya mau gau post dari awal bulan desember, tapi karena berbagai macam hal yang berhalangan, jadinya setelah 2 bulan kemudian baru bisa terealisasi. Waktu itu jadi bahan pemikiran gue yang diawalin dari perbincangan sama beberapa temen. Kebetulan tanggal 1 Desember adalah peringatan hari AIDS sedunia dan gue teringat kalau penyakit AIDS ini sering sekali diasosiasikan dengan kelompok homoseksual. Bahkan untuk beberapa orang, homoseksual bukan hanya diasosiasikan, tetapi juga diangggap sebagai sumber asal penyakit ini. Yang lebih ekstrim lagi bahkan akan mengatakan kalau penyakit ini merupakan “kiriman” dari tuhan untuk menghukum kelompok homoseksual.
Gue sih ngga ada niat untuk membicarakan atau membela apalagi membuktikan benar atau salahnya pendapat dan asumsi beberapa orang ini. Gue jadi penasaran aja kenapa kok sepertinya kelompok homoseksual sering dikaitkan dengan segala hal yang buruk-buruk tanpa perlu dicek kebenarannya, ngga perduli betapa ngga masuk akalnya pendapat tersebut.
Gue pun akhirnya nyari tahu sedikit-sedikit sejarah AIDS. Gue yakin udah banyak yang mengangkat isu ini, tapi gue mau sharing dari sisi awal penelitian kedokteran dengan sedikit lebih rinci. Buat anak-anak kedokteran yang kebetulan mampir baca, tolong dikoreksi yang kalau ada kesalahan.
AIDS atau Acquired immune deficiency syndrome mulai dikenal pertama kali pada tahun 1981 dan dilaporkan diderita oleh 5 orang pria homoseksual. Kelimanya mengalami pneumonia pneumocystis, yaitu pneumonia yang terjadi karena serangan pneumocystis terhadap orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Sebenarnya pneumocystis ini merupakan parasit yang juga terdapat di paru-paru orang sehat, hanya saja ketika daya tahan tubuh menurun, pneumocystis bisa menjadi penyakit yang fatal. Seperti yang kita ketahui, pada akhirnya dimengerti bahwa AIDS menurunkan hingga sampai mungkin mematikan daya tahan tubuh manusia. Karenanya menyebabkan penderitanya mudah terkena penyakit-penyakit yang sifatnya menular atau tumor. Dari hasil jurnal CDC (Centers for Disease Control), fakta bahwa orientasi seksual kelima pria ini adalah homoseksual, memberikan satu sugesti bahwa penyakit ini berkaitan dengan gaya hidup homoseksual. Bukan itu aja, virus yang sama ditemukan di kelima pria ini (CMV) mudah dideteksi melalui sperma mereka dan tidak dapat dideteksi melalui urine. Karenanya para peneliti pada waktu itu membuat kesimpulan bahwa salah satu cara penyakit ini dapat menular adalah melalui sperma.
Penyakit ini diberikan nama GRID oleh para dokter pada waktu itu. Singkatan dari Gay-related Immune deficiency. Lalu setelah melalui penelitian yang lebih luas lagi, GRID sempat disebut dengan penyakit 4H, yaitu Haitians (asal mula virus ini muncul), homoseksual, hemophilia dan pengguna Heroin. Serta seiring perjalanan waktu dan melalui penelitian yang lebih baik lagi, kedua nama ini disadari memiliki sugesti hubungan negatif terhadap kaum homoseksual dan orang Haiti sehingga diubah menjadi AIDS yang lebih objektif.
Bisa dilihat, walaupun pada waktu itu gaya hidup homoseksual jauh lebih tidak dapat diterima daripada sekarang, pada awalnya para peneliti punya dasar yang kuat kenapa mereka mengira AIDS berhubungan dengan gaya hidup homoseksual. Mereka ngga pernah bilang secara langsung kalau gaya hidup Homoseksual penyebab AIDS, tapi hasil penelitian mereka mengatakan “The fact that these patients were all homosexuals suggests an association between some aspect of a homosexual lifestyle or disease acquired through sexual contact and Pneumocystis pneumonia in this population”. Sangat wajar mengambil kesimpulan seperti itu dan sangat wajar juga ketika prejudice dicampur dengan minimnya pengetahuan, masyarakat menganggap bahwa AIDS adalah penyakit yang dibawa oleh para kaum homoseksual.
Sekali lagi gue mau menyatakan, gue ngga ada niat menggurui. Mau sharing aja apa yang gue dapet dari baca-baca sedikit tentang AIDS. Dari yang awalnya sedikit kesel dengan asosiasi negatif antar homoseksual dan AIDS sampai akhirnya sekarang gue mengerti kenapa asosiasi ini bisa terjadi. Gue juga mau mengingatkan sama temen-temen yang punya perasaan kesel dengan asosiasi negatif ini kalau pandangan ini ngga sepenuhnya salah. Terlepas dari apa orientasi seksual seseorang, tapi kalau perilaku seksualnya tidak dijaga, penyakit menular apa pun bisa menjadi ancaman. Seperti yang pernah gue bilang, fakta bahwa kalian (kita) ngga bisa menghamili satu sama lain, memudahkan hubungan seksual antar pasangan. Gue yakin ngga semua homoseksual atau queer seenaknya gonta ganti pasangan. Jadi, supaya ngga diasosiasikan lagi, coba deh jadi orang yang lebih dewasa dan smart dalam melakukan hubungan seksual.
Bagi yang tertarik dengan jurnal CDC tentang GRID pada saat itu, bisa klik kesini.
Semoga sharing gue bermanfaat ya ^^
Jurnal: Pneumocystis Pneumonia. Epidemiologic Notes and Reports. 1981; 30(21); 1-3


Minggu, 23 Januari 2011

Let's home barbar


Gue baruu aja dapet bbm dari Lushka yang isinya berupa gambar kalau dia baru beli gunting keluaran Jepang, dengan judul mari barbar di rumah. Isi percakapannya gini:]
M: Aaaah ayaaaaaang
M: Jangan mentang2 aq cukur rambut kamu mau ikut2aaann
M: Ini berbezaaaa
L: Hahaha
L: Aaaapa siih
L: Aku ud cukur sblm kamu cukur tauu
L: Aku mau kasih liat itu org jepang nulis barber jd barbar
L: Ah kamuu
M: hehe itu buat rambut kepala bukan?
L: Iyaaa
M: LOL Iya, emg mrk ngomongnya barbar
JADI saudara-saudara! Dibalik perbincangan yang terlihat tidak penting dan absurd ini tersirat inside joke tersendiri, berkaitan dengan kegiatan cukur mencukur gue yang baru terjadi kemarin hehe…mari kita sebut saja mencukur rambut-yang-lain =D
Mohon maaf kalau isi pembicaraan kali ini mungkin akan sedikit tidak nyaman bagi para beberapa orang yang tidak terbiasa, jadi saya mau kasih peringatan kalau saya mau membicarakan sedikit tentang pencukuran rambut-yang-lain.
Gue termasuk salah satu manusia yang sedikit absurd dengan jumlah rambut yang tumbuh di badan gue. Lebat ngga karuan di kepala…..dan hampir botak di daerah-daerah lain di tubuh yang seharusnya ditumbuhi rambut juga. Kayaknya sih diambil semua jatahnya sama kepala hehe. Nah, dengan bangga dan kadang sedikit miris gue katakan, kalau gue ngga punya rambut..umm..ketiak. Hyaa…bahasanya =P Anyway ya..untuk anak usia 12 tahun, ngga punya rambut di daerah ini pastinya wajar. Tapi untuk seseorang di usia gue yang udah..um…mari kita sebut saja “diatas 20 tahun”, ngga punya rambut ini sering jadi bahan untuk temen-temen gue menepuk-nepuk pundak dan bilang “Selamat ya..lo selamat dari kegiatan menyiksa mencukur rambut”.
Weits, siapa bilang rambut cuma disitu kan? Gimana dengan rambut-yang-lain? Hehe..alhamdulillah masih ada, walaupun ngga rame-rame amat juga. Gue bahkan hanya perlu pake gunting untuk ngerapihin. Potong kiri dikit, potong kanan dikit, dan kerjaan gue untuk “mencukur” si rambut-yang-lain ini selesai sudah. Lagipula kan ya, sekedar pengingat, setiap rambut ada di tempatnya kan ada gunanya juga. Mencegah benda-benda asing seperti debu dan kuman untuk masuk. Tapi jangan lupa juga untuk dibersihin dan dijaga supaya ngga malah jadi sarang si debu dan kuman itu sendiri.
Sampai pada suatu hari gue akhirnya penasaran gimana rasanya kalau mencukur habis rambut-yang-lain ini. Akhirnya gue beli juga tuh pencukur import isi tiga harga Rp.10.000. Serius becandaan sepuluh ribu-tiga ironisnya berlaku ngga hanya untuk kaos kaki tapi juga buat pencukur rambut haha.
Walhasil dikarenakan minimnya pengalaman gue dalam hal ini, gue merasa perlu “berguru” dulu sama yang udah pernah melakukan pencukuran rambut-yang-lain ini (alias semua orang diatas usia remaja). Untuk alasan keamanan muka sendiri, gue memutuskan untuk bertanya-tanya sama Lushka gimana melakukannya dengan benar dan ketakutan setengah mati kalau sampai buat luka. Iya, ironis, buat pelaku SI kayak gue tapi takut bikin luka di daerah situ…gile, harta berharga itu. Gue nanya-nanya deh tuh sampe merasa puas dengan jawaban lushka. Hihi..untung pacar gue cewek.
Kalau masalah hasil, ngga perlu dijelaskan disini kali yaa…pokoknya operasi mencukur rambut-yang-lain sukses. Walaupun ternyata gue ngga nyaman dengan kegundulan si lokasi dengan alasan yang ngga bisa gue jelaskan disini tanpa terdengar vulgar..Dan gue bangga banget akhirnya bisa ngerasain yang namanya mencukur rambut sendiri hahaha..psst..kok kegiatan mencukur itu agak bikin adiksi ya..gue bolak balik kamar mandi setiap ngerasa ada yang kelewat dikit =P

Selasa, 12 Agustus 2008

HEALTHY, BEAUTIFUL and still LOVE OTHER WOMEN

Why can’t Lez work out and have a perfect shape like gay men do? Some women would really like other beautiful women too, you know. Not a woman who try too much to look like a guy. Try to appreciate what God had given you as a women. You’re not a tranny right? If they say only gay men looking for sex and beautiful exterior while lesbian don’t, that’s a complete utter bullshit. Why cant we have both? It won’t kill you to be HEALTHY, BEAUTIFUL and still LOVE OTHER WOMEN.