Halaman

Tampilkan postingan dengan label Rant. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rant. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Maret 2010

Pria berdaster


Judul post ini sama sekali bukan bermaksud untuk menyindir para pria transeksual yang suka memakai gaun tidur, tapi judul post ini adalah hinaan khusus untuk mantan cowok Lushka sebelum gue. Ngga sebelum juga sih, soalnya hubungannya overlap hehe..nama panggilan ini juga bukan buatan gue, tapi buatan Lushka sendiri.

Bukan sesuatu yang gue banggakan juga. Istilahnya gue “nikung” cewek orang. Err..not my first time doin that. Tapi dulu gue emang termasuk orang yang ngga perduli dengan hubungan orang lain maupun diri sendiri. Jatuh cinta? “Ah Tai”, jawaban gue.

Gue berani sumpah, dari awal kenalan sama Lushka gue ngga ada niat flirting atau jadian. Tau dia udah punya cowok pun setelah kenalan beberapa lama. Mungkin karena waktu itu pun gue juga sedang “in relationship” dengan beberapa cewek lain. So no harm doong? Mikirnya, “cuma mau kenalan doang kok..ngga mau tambah ribet hubungan yang sudah ribet”. Mungkin karena berasa udah sama-sama ngga “free”, kita malah jadi lupa dan seenaknya...terbuai asmaraa...aaaaa..dangdut pisan euy.

Sepanjang hubungan gue dan Lushka mulai meningkat menjadi lebih-dari-teman-tapi-bukan-pacar, kita sama-sama beranggapan kalau dua-duanya sedang main-main aja. Semuanya amaaann..toh ceritanya sama-sama udah punya gandengan. Yoweis, Lushka terserah deh mau sama cowoknya ngapain. Gue juga terserah deh mau sama siapa aja hehe..psstt..tapi berarti kan yang selingkuh Lushka ya? =D

Gue berani sumpah lagi, kalo selama telpon-telponan tiap malem dan SMSan 100x sehari gue ngga pernah inget kalo Lushka udah punya cowok. Bodo waee...hehe..Sampai akhirnya di suatu hari yang cerah. Waktu itu tanggal 31 Desember 2006, Lushka cerita kalau si pria berdaster menemukan SMS-SMS Lushka dengan seorang pria lain (dikirain si PB alias Pria Berdaster, Lushka ada affair sama cowok lain dong hahaha). Hari itu juga Lushka langsung diadili PB dan JENG-JENG-JENG...Lushka ngaku aja lho cuy kalo dia flirting-flirtingan sama cewek...nyebut nama pula..nama gue...”Mithya”. Bagaikan bom nuklir..mo siang bolong kek, mo malem penuh kek...gue marah banget =P

Ah Lushka..betapa naifnya dirimu duluu...teganya, teganya, teganya,teganyaaaaa...padahal yang pantes marah kan si PB ya? Hahaha...ANYWAY..gue ngga inget deh lanjutannya gimana. Si PB shock. Mungkin harga diri laki-lakinya terluka (cuih, pake daster aja masih ngaku laki! =D). Gue dan Lushka masih aja terus dibelakang PB telpon-telponan, sms-an, dan YM-an. Gue juga ngga inget bagaimana tiba-tiba akun friendster gue di-add sama PB. Dan kebrengsekan dia dimulai...

PB bukan model pacar yang disukai oleh teman-temannya Lushka. Udah beberapa kali temen-temennya menganjurkan Lushka untuk putus. Serius deh yaaa..untuk ukuran cowok seumuran dia, kepribadiannya buruk sekali. But I can’t expose it here. What I can say is, ego dia sebagai laki-laki besar sekali. Jadi anjuran teman-temannya bener-bener pure atas penilaian mereka terhadap kepribadian PB yang “kurang” (ini kata Lushka, bukan kata gue hehe). Menurut pengakuan Lushka juga, dia emang merasa sering memilih diam kalo ketololan-ketololan PB lagi muncul. Dan yang paling gue benci, dia seorang homophobia.

Ngga lama setelah dia tahu kalo Lushka “deket” dengan cewek, isi blognya SELALU membicarakan betapa buruk, nista, jelek, dosa dan laknatnya menjadi homoseksual. Sumpah yaaa...emosiiiiiiii banget gue baca blog dia. Mending disusun jadi artikel yang bagus. Isinya cuma cerita-cerita sampah yang menggunakan nama-nama plesetan tokoh wayang . Sibuk lah dia selama beberapa bulan “berceramah” dengan tema betapa buruk, nista, jelek, dosa dan laknatnya menjadi homoseksual itu. %&*#!$? WTF? Sampe sekarang gue masih emosi banget sama si PB ini. Beberapa kali gue dan PB juga perang dingin bales-balesan saling menyindir lewat posting blog kami masing-masing...hahaha...emang dasar bajingan sampah masyarakat berotak udang! Untuk menghindari perang dingin lebih lanjut melalui post blog, gue memutuskan untuk ngga perlu lagi dateng ke blog-nya. Berusaha jadi orang dewasa aja. Iya, gue yang “nikung”. Boleh dong dia marah. Gue sadar gue mencari-cari alasan untuk benci PB karena dia seorang homophobia. What can I say..kurang terpelajar kali hehe..aduuuuhhh..susah banget gue ngga menghina si PB iniiiii...sok suci! Padahal dulu tukang madat!

*tarik napas*

Lushka akhirnya putus dari PB, setelah jadian sama gue kira-kira seumur jagung. Gue menceritakan ini bukan untuk membangga-banggakan. In fact, ngga ada yang perlu dibanggakan dari “nikung” pacar orang atau berselingkuh. Seburuk apa pun hubungan Lushka pada saat itu dengan PB, apa yang kami lakukan sebenarnya ngga bener. Setolol-tololnya PB, dia juga orang yang punya perasaan (tetep yaa..gue masih nyelipin kata celaan. I can’t help it! I hate this dick =D). Mungkin dia sayang sama Lushka. Heck, siapa tahu dia cinta mati sama Lushka dan gue merusak rencana PB untuk ke jenjang yang lebih serius. Gue bercerita disini hanya karena ingin jujur.

note: PB sangat mengingatkan gue dengan semar. Bukan kepribadian Semar ya. Kalo Semar sendiri sih, wuih..sangat terhormat. Raja para dewa. Let me just qoute one sentence about Semar's apearence: Wajahnya tua tapi potongan rambutnya bergaya kuncung seperti anak kecil, sebagai simbol tua dan muda. Ia berkelamin laki-laki, tapi memiliki payudara seperti perempuan, sebagai simbol pria dan wanita.
Dan ini bukan bentuk pujian buat PB, berlawanan dari arti yang seimbang dari seorang Semar. Hiihh..gue merendahkan Semar dengan menyamakan PB sama dia.

Senin, 11 Januari 2010

Si tukang minta tolong

Kemarin Lushka cerita ke gue kalau dia dimintai tolong oleh seseorang. Tapi dia masih bingung bagaimana cara menolongnya. Minta tolongnya sih sepertinya manis, walaupun hanya lewat SMS. Akhirnya Lushka me-reply dengan mengatakan bahwa dia masih bingung bagaimana caranya menolong si tukang minta tolong ini. Hihi..coba kita hitung ada berapa kata tolong di paragraf ini.

Hari ini Lushka cerita kalau dia ngerasa ngga enak karena si tukang minta tolong ini ngga me-reply balasan Lushka lagi. Woh! ngga salah!? Gue langsung bilang kalau dia ngga perlu merasa bersalah. Malah seharusnya Lushka merasa tersinggung. It's a request of favor. Kalau memang Lushka ngga bisa, mau apa? Gue sih ngga heran sama kelakuan si tukang minta tolong ini. Udah terkenal ngga punya sopan santun memang orangnya. Katanya tingkat pendidikannya udah tinggi, katanya udah cukup matang usia, bahkan mengaku profesional, tapi ngga mengerti sopan santun meminta bantuan...hmm..

Kejadian ini udah terjadi beberapa kali dan ngga hanya terjadi sama Lushka. Kalau butuh dia manis banget. Kalau ditolak langsung hilang kayak angin. Gue yakin temen-temen pasti juga punya pengalaman kenal orang-orang seperti ini. Ngga perlu merasa bersalah. Itu namanya orang egois. Yang penting, kita sebagai orang yang beradab harus tetap sopan aja. Untung dia bukan temen. Sekedar kolega berbisnis. Makanya sekarang jelas kenapa orang malas berbisnis dengan si tukang minta tolong ini. Ngga punya tata krama. Kalau temen sih sila wae tinggal ditegur.

Mam, be respectful to my girlfriend. She's not your tool. Coba belajar lagi bedakan antara basa-basi dan sopan santun. Sepertinya anda terbolak-balik.

Selasa, 17 November 2009

Supaya-ga-nunjuk-balik

I don't even know you. Tapi lo ribet.

Gue bahkan menolak disebutkan serupa. Karena bukan gue yang hidup di dunia semrawut semu.

Tapi elo, elo, elo,  elo dan elo!!

Iya, gue beri semua  jari tangan kanan gue ke elo  dan topeng-topeng pendamping lo. Jempol, telunjuk, jari tengah, jari manis dan kelingking. Lima-limanya.

1 buat elo sebagai badut, 1 buat elo sebagai monyet, 1 buat elo sebagai prajurit setia perkasa budiman, 1 buat elo sebagai nabi dan terakhir 1, buat elo sebagai lesbi.

Oalah, dut-nyet-rit-bi-bi…kenapa juga lo ribet terus ngeribetin orang yang karena lo ribet makanya jadi ikutan ribet. Nah sekarang jadi makin kuwur kan??. Kekekekeke.

*tangan kiri garuk-garuk pantat*

Rabu, 14 Oktober 2009

Warning: Don't read this unless you're in a good mood.

Tadi YM disapa ama temen deket gue (straight )…Geeze why should I mentioned her orientation, emang gue ngebagi temen-temen gue berdasar orientasi? Mulai geblek gue.

Well, dia cuma bilang kalau cara nulis gue sungguh berbeza antara blog straight dan queer (kalo ini bener, karena gue sebagai queer disini dan straight disana). Di blog straight gue yang jarang terupdate itu, gue ngomel, marah-marah isinya. Dan di Fried Durian gue lebih terlihat happy.

Dia bahkan nitip pesen, kalo lagi happy, jangan lupa posting disana. Hahahaha. Emang gue sebegitunya?

Gue bilang ama dia, gue sedang merasa flat. Mungkin gue butuh disetrum, disuntik doping, butuh dipojokin dan diancam (tak perlu dianiaya). Gue bosen. Utterly bosen. Kaya ikan di akuarium yang airnya udah butek, gue butuh diangkat, ganti air dan dapat tambahan oksigen. Tapi gue bukan ikan, gue tau. Ikan ga lesbian dan gue juga bukan. Hehehe. Says who? Says me! Mau apa lo?! Mau gue gampar?

I need some fresh air. Mulai berasa stagnan. Cck, sebenarnya hal-hal seperti ini sungguh periodic.

Aaaargh, gue pengen nyebut nama-nama asli para lesbian yang gue kenal, terus gue dimusuhi...hihihi..just for adrenalin rush or more reasons to feel miserable. Serius deh, ngerasa mellow yellow dengan kesadaran kalo sebenarnya tidak ada alasan untuk merasa seperti itu, itu beneran menyebalkan.

Pengen kaya cewe-cewe brengsek sok tau sok kenal tapi gak tau apa-apa nyela cewek-cewek lesbian bego yang sok oon tapi sebenernya nyadar dia ga oon. In the name of privacy, in the name of ga mau dibilang bitchy, in the name of 'gue –tau- sebenernya- lo- palsu- cuma –gue- ga -enak –aja- bilangnya- karena- kalo- lo -nunjuk balik, lo –juga- bakal- tau- kalo- gue- palsu'. Gue menyetubuhi kepalsuan and I even got a fake orgasm.

--gue tau lo palsu, tante.

--gue tau lo bitter karena lo cemen, minder, ga mau disayang karena takut ngerasa ketergantungan.

--gue tau lo lonely walaupun partner lesbian lo sering bawa anak-anak suaminya ke rumah lo

--gue tau kita palsu.

What is this all about, L?

Senin, 10 Agustus 2009

moan-day

Gustiiii...
Kulo kepareng matur...sirah kulo cekot-cekot.
Kulo mboten kepengen dados tiyang gembeng, sepindah-sepindah grememeng.
Nanging, nek angsal, kulo kepengen pindah anggenipun kulo nyambut dhamel.
Nek dereng pareng, nggih mboten nopo-nopo, kulo pasrah kemawon.
Kulo nyuwun sabar, nyuwun ati jembar sak segoro, nyuwun niat lan semangat.
Amin.
*artinya........cari aja sendiriiiiii...hehehehe

Kamis, 18 Juni 2009

Big Mouth Whore

Need to calm myself down sebelum menulis postingan ini. I hate a girl for some time now. Hate her so much that my blood boils everytime I hear her name.

Wanita ini usianya jauuuuuh lebih tua dari gue, tapi lucunya ngga lebih dewasa. Gue bahkan bertanya-tanya orang tua macam apa yang dia punya sampe sikap dan sifatnya bisa sampai seburuk itu? kurang perhatian orang tuanya yang terlalu sibuk mengurus kekayaan kah? dominasi seorang ibu kah? atau memang dibiarkan mengurus dirinya sendiri sampai semua cara berpikirnya seperti anak mental retarded klasifikasi IQ dibawah 50. Seorang perempuan yang punya ciri-ciri cocok dengan gangguan kepribadian histrionik.

Cewek ini ngga pernah mendengar orang-orang di sekelilingnya tapi menuntut orang-orang mendengarkan semua sampah yang keluar dari mulutnya. Dia menuntut dirinya menjadi tauladan setiap wanita, tapi harga dirinya sejajar dengan perek yang menjual memeknya demi kepuasan orgasme yang tidak dia dapatkan dari satu pasangan. Dia ngga pantas menuntut orang seperti itu. Dia bahkan ngga berhak disejajarkan dengan larva dan kumbang di tanah yang masih bermanfaat untuk merubah mayat busuk seseorang.

I'm sick of listening to her talk big-with her big mouth-and her big vagina too yang udah dipake oleh berbagai macam bentuk penis dan jari yang berbeda, keluar masuk setiap malam.

Betina ini ngga pantas menyebut nama orang-orang yang jauh lebih terhormat dari dirinya. What school did you go to, bitch? siapa dosen dan guru yang harus kamu tiduri untuk lulus S2?

Minggu, 17 Mei 2009

obviously monkily

Even Jennifer Aniston and Brad Pitt divorced because of Angelina Jolie..so why dont you? Let's see...hmm...They ARE beautiful couple. You guys? You're just happen to be monkeys that is good with words and, oh yeah, fuck each other every other night.

Sleep on it. It'll be the biggest revelation of your life.

Senin, 23 Maret 2009

Kaum munafikun

Oh, how I really hate cheaters.
Pengen nendang congornya pake ujung runcing sepatu gue.
Munafikun kelas kakap.
Gue besar dan dikelilingi pelaku adultery, that’s why I hate them so.
Mau alesan apapun, kaya kata Mithya…ga menjustifikasi lo jadi peselingkuh.

Mau laki, perempuan ataupun bencong. Lo selingkuh ya lo selingkuh. Lo MUNAFIK.
Dan lebih geli lagi kalo lo masih punya nyali buat mamer.
Cuih. Pengen muntah di muka lo.

Alesan terakhir dari seorang keluarga deket gue untuk selingkuh adalah karena pasangannya ga bisa buat dia bahagia. Lo pikir, anak lo bahagia tau ibunya selingkuh ngejual selangkangan demi kebahagiaannya sendiri?
Lo pikir anak lo ga dendam bertahun-tahun? Lo pikir anak lo ga nyimpen marah? Lo minta anak lo buat memahami lo?

-
“Nak…ayah masih mending ga ninggalin kamu dan mama. Di luar sana masih banyak ayah-ayah yang lain, yang selingkuh dan pergi gitu aja ninggalin keluarganya”

-
“Iya, Ayah. Masih untung aku ga siram istri ayah pake air raksa terus ngebuat anak-anak monyet itu jadi makanan anjing. Di luar sana banyak anak yang melakukan hal itu, Yah”

-
“Mama waktu itu masih muda, mama ga pernah bahagia.”

-
“Iya, yang terakhir kan mama umur 40, anak mama udah kuliah dan juga jarang bahagia. Oh, indahnya hidup.”


----God, kenapa Kau ijinkan para munafikun ini menikah dan menjadi orangtua kami?

Sabtu, 21 Maret 2009

selingkuh itu tolol

Sebagai Queer, doa gue cuma satu ke Tuhan. Kalau sampai gue menikah nanti JANGAN SAMPAI AMIT-AMIT ASTAGHFIRULLAH ALADZIIM NAUDZUBILLAHMINDZALIK gue main cewek, cheating dari pasangan menikah gue. Jadi homo ngga menjustifikasi diri kita untuk menjadi peselingkuh handal. Kalau ngga bisa becek sama laki ya jangan nikah. Pilihan kita kok jadi homo, pilihan kita juga untuk menikah atau tidak. Jangan menyalahkan keluarga apalagi bangsa..hehehe

dan semoga yang selingkuh, diselingkuhin balik.amin.

Rabu, 07 Januari 2009

Retarded!

*Maniac laughter*

*Grin*

Salah mulu....(garuk-garuk selangkangan)

*Another maniac laughter*

Retarded! Retarded! Retarded! (nunjuk-nunjuk ke...?)

???

(Lushka masang tali pengekang ke leher Mithya dan narik pergi)

Tapi aku belum selesai....!!!!!! AAAAARRRGGHHH...GRRRR...GRRRRR!!!

(Mithya dipecut dua kali pake gesper Lushka)

.........................................rrrrrr

Dasar homo lo semuaaaaaaaaa........pppp

(Lushka masukkin pisang ke mulut Mithya)

.......................................(kunyah-kunyah, ngiler)

Lushka: Baru dilepas bentar udah ngga bisa ngontrol diri, hhh....

Jumat, 05 Desember 2008

lagi nyela bareng pacar

Tadi ngebahas Twilight ama Mithya, tepatnya bukan ngebahas, gue nyela-nyela..hehehehe. Mithya sih belum nonton, terus dia nanya gimana? Gue bilang sinetron aja lebih seru. Hihihi.

Terus gue bilang kalo gue ga suka sama acting yang jadi Bella, cara dia ngomong itu ngingetin gue - perpaduan gaya bicaranya Neve Campbell dan Katie Holmes.

Annoying.

Neve dengan desahan ‘aa..uu..aa..uu", Katie dengan bibir yang suka miring-miringnya..dduh maaf.

Terus Mithya ketawa ngakak setuju.
Gue seneng banget, akhirnya ada yang ngerti juga seberapa ngeselinnya akting Jeng Neve dan Bu Cruise ini. Temen-temen gue ga ada yang ngerti maksud gue kalo mereka berdua ini nyebelin.
Emang, pacar gue paling connected ama gue =)

Enihei, i wonder - ada-yang-setuju-ama-kita-ga?





*maaf ya klo yang suka ama Twilight, mungkin emang bukan genre gue - journey to the centre of the earth lebih menghibur menurut gue. Peace!*

Selasa, 18 November 2008

Bosen

Sumpah ya,lagi bosen mampus! *kata mithya: watch your language,hun..

Ayammm eh ayaaaaang!aku bosen!kamu kuliah mulu,kebanyakan tugas..aku lg ga ada kegiatan, berasa jadi penganggurann..horny mulu jadinya..hehehe.
.upps...

Random ah...

Kamis kemarin ke kampus ketemu teman cowo,dia gay agak ngondek hehehe..Pas mau pulang, di parkiran dia nanya 'mane motor lo cong?'. Gw sambil jalan nunjuk motor gw. Kata dia..'weiz!laki bener.!'..gw nyengir,trus ngeledek 'napa emang?lo pake mio ya?huehehe'. Dia berjengit, noyor belakang kepala gw sambil bilang 'tai babi looo...'
Gw ngakak.
Cck..becandaan homo! Hehehehe

Aaah,bosen lagi.Udah ah..
*gw mo dapet kali yeeee...