Halaman

Tampilkan postingan dengan label history. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label history. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Maret 2010

Pria berdaster


Judul post ini sama sekali bukan bermaksud untuk menyindir para pria transeksual yang suka memakai gaun tidur, tapi judul post ini adalah hinaan khusus untuk mantan cowok Lushka sebelum gue. Ngga sebelum juga sih, soalnya hubungannya overlap hehe..nama panggilan ini juga bukan buatan gue, tapi buatan Lushka sendiri.

Bukan sesuatu yang gue banggakan juga. Istilahnya gue “nikung” cewek orang. Err..not my first time doin that. Tapi dulu gue emang termasuk orang yang ngga perduli dengan hubungan orang lain maupun diri sendiri. Jatuh cinta? “Ah Tai”, jawaban gue.

Gue berani sumpah, dari awal kenalan sama Lushka gue ngga ada niat flirting atau jadian. Tau dia udah punya cowok pun setelah kenalan beberapa lama. Mungkin karena waktu itu pun gue juga sedang “in relationship” dengan beberapa cewek lain. So no harm doong? Mikirnya, “cuma mau kenalan doang kok..ngga mau tambah ribet hubungan yang sudah ribet”. Mungkin karena berasa udah sama-sama ngga “free”, kita malah jadi lupa dan seenaknya...terbuai asmaraa...aaaaa..dangdut pisan euy.

Sepanjang hubungan gue dan Lushka mulai meningkat menjadi lebih-dari-teman-tapi-bukan-pacar, kita sama-sama beranggapan kalau dua-duanya sedang main-main aja. Semuanya amaaann..toh ceritanya sama-sama udah punya gandengan. Yoweis, Lushka terserah deh mau sama cowoknya ngapain. Gue juga terserah deh mau sama siapa aja hehe..psstt..tapi berarti kan yang selingkuh Lushka ya? =D

Gue berani sumpah lagi, kalo selama telpon-telponan tiap malem dan SMSan 100x sehari gue ngga pernah inget kalo Lushka udah punya cowok. Bodo waee...hehe..Sampai akhirnya di suatu hari yang cerah. Waktu itu tanggal 31 Desember 2006, Lushka cerita kalau si pria berdaster menemukan SMS-SMS Lushka dengan seorang pria lain (dikirain si PB alias Pria Berdaster, Lushka ada affair sama cowok lain dong hahaha). Hari itu juga Lushka langsung diadili PB dan JENG-JENG-JENG...Lushka ngaku aja lho cuy kalo dia flirting-flirtingan sama cewek...nyebut nama pula..nama gue...”Mithya”. Bagaikan bom nuklir..mo siang bolong kek, mo malem penuh kek...gue marah banget =P

Ah Lushka..betapa naifnya dirimu duluu...teganya, teganya, teganya,teganyaaaaa...padahal yang pantes marah kan si PB ya? Hahaha...ANYWAY..gue ngga inget deh lanjutannya gimana. Si PB shock. Mungkin harga diri laki-lakinya terluka (cuih, pake daster aja masih ngaku laki! =D). Gue dan Lushka masih aja terus dibelakang PB telpon-telponan, sms-an, dan YM-an. Gue juga ngga inget bagaimana tiba-tiba akun friendster gue di-add sama PB. Dan kebrengsekan dia dimulai...

PB bukan model pacar yang disukai oleh teman-temannya Lushka. Udah beberapa kali temen-temennya menganjurkan Lushka untuk putus. Serius deh yaaa..untuk ukuran cowok seumuran dia, kepribadiannya buruk sekali. But I can’t expose it here. What I can say is, ego dia sebagai laki-laki besar sekali. Jadi anjuran teman-temannya bener-bener pure atas penilaian mereka terhadap kepribadian PB yang “kurang” (ini kata Lushka, bukan kata gue hehe). Menurut pengakuan Lushka juga, dia emang merasa sering memilih diam kalo ketololan-ketololan PB lagi muncul. Dan yang paling gue benci, dia seorang homophobia.

Ngga lama setelah dia tahu kalo Lushka “deket” dengan cewek, isi blognya SELALU membicarakan betapa buruk, nista, jelek, dosa dan laknatnya menjadi homoseksual. Sumpah yaaa...emosiiiiiiii banget gue baca blog dia. Mending disusun jadi artikel yang bagus. Isinya cuma cerita-cerita sampah yang menggunakan nama-nama plesetan tokoh wayang . Sibuk lah dia selama beberapa bulan “berceramah” dengan tema betapa buruk, nista, jelek, dosa dan laknatnya menjadi homoseksual itu. %&*#!$? WTF? Sampe sekarang gue masih emosi banget sama si PB ini. Beberapa kali gue dan PB juga perang dingin bales-balesan saling menyindir lewat posting blog kami masing-masing...hahaha...emang dasar bajingan sampah masyarakat berotak udang! Untuk menghindari perang dingin lebih lanjut melalui post blog, gue memutuskan untuk ngga perlu lagi dateng ke blog-nya. Berusaha jadi orang dewasa aja. Iya, gue yang “nikung”. Boleh dong dia marah. Gue sadar gue mencari-cari alasan untuk benci PB karena dia seorang homophobia. What can I say..kurang terpelajar kali hehe..aduuuuhhh..susah banget gue ngga menghina si PB iniiiii...sok suci! Padahal dulu tukang madat!

*tarik napas*

Lushka akhirnya putus dari PB, setelah jadian sama gue kira-kira seumur jagung. Gue menceritakan ini bukan untuk membangga-banggakan. In fact, ngga ada yang perlu dibanggakan dari “nikung” pacar orang atau berselingkuh. Seburuk apa pun hubungan Lushka pada saat itu dengan PB, apa yang kami lakukan sebenarnya ngga bener. Setolol-tololnya PB, dia juga orang yang punya perasaan (tetep yaa..gue masih nyelipin kata celaan. I can’t help it! I hate this dick =D). Mungkin dia sayang sama Lushka. Heck, siapa tahu dia cinta mati sama Lushka dan gue merusak rencana PB untuk ke jenjang yang lebih serius. Gue bercerita disini hanya karena ingin jujur.

note: PB sangat mengingatkan gue dengan semar. Bukan kepribadian Semar ya. Kalo Semar sendiri sih, wuih..sangat terhormat. Raja para dewa. Let me just qoute one sentence about Semar's apearence: Wajahnya tua tapi potongan rambutnya bergaya kuncung seperti anak kecil, sebagai simbol tua dan muda. Ia berkelamin laki-laki, tapi memiliki payudara seperti perempuan, sebagai simbol pria dan wanita.
Dan ini bukan bentuk pujian buat PB, berlawanan dari arti yang seimbang dari seorang Semar. Hiihh..gue merendahkan Semar dengan menyamakan PB sama dia.

Senin, 28 September 2009

And the story goes.......
























lushka stalking for months..creepy! Hehehe





July- Oct 2006



28-Mar-09




1st encounter on blog



28-Mar-08

TODAY
10/28/2009


TO BE CONT……


10-Oct-06




28-Mar-07


2.5 years!
Precisely






02.00AM

horaaay!!



20-Nov-06


12-13 Jan 07


jadiaaaaaaan!

wish us a good luck



She got my number!!

1st time!


ps. Lushka yang nembak!


we're not asking forever, we want to make it the best ever



dan sejak hari ini


1st met,
1st kiss


hueheheheh







kami tidak pernah










berhenti saling menelp. SETIAP HARI!





Mwah*mwah*selamat untuk kita, Mithya . Ti amo, Lushka













Rabu, 09 September 2009

We went to sea world!

On a bright and shiny day (no kidding, it is) kita naik motor dari ujung Jakarta ke ujung yang satunya selama 1 ½ jam untuk sampai di Ancol tercinta. First thing I do ketika turun dari motor adalah taking a picture!! Hihi..narsis bangeeett...

The setrip-men! Pembasmi kepongahan dan pelanggar peraturan! Kalau lo abis buang sampah sembarangan di jalan raya atau nerobos lampu merah dan tiba-tiba kaca mobil atau lampu motor lo pecah..coba deh clingak clinguk ke sekeliling. Thats the setrip-men! Hehe..duh, udah deh cukup ngelanturnya..

Acara selanjutnya adalah makan siang murah meriah di warteg ibu-ibu yang mirip banget sama Megawati (versi waria). Lushka sempet digodain sama om-om berwajah Indonesia Timur. Duuhh..om..kami ini homo..pernah ngerasain hempasan maut helm setrip-man hah!?

Anyway, skip to the sea world part! RUAMEEENNYYAAA...yea, I know itu hari Sabtu dan kebetulan di bulan pertama liburan panjang anak sekolahan (+mahasiswa). What do you expect? Tua-muda, single-taken, om-tante, ibu-bapak, kakek-nenek, janda-duda, simpanan semuanya tumpah ruah di lahan wisata yang ukurannya sebenernya ngga seberapa itu.

Dari pintu masuk kita udah dibuat terkesima dengan ikan raksasa bernama Arapaima (yep, it reminds me of rama aipama too..haha). Bentuknya mirip dengan ikan arwana dengan ukuran 10 kali lipat lebih besar. Mengerikan campur takjub. Lushka sempet komentar spontan, “Hebat ya ciptaan tuhan..” OHH..TO TWEEEEEETT...

There were several HUGE AQUARIUM yang berisi antara 1 sampai 5 jenis ikan. Ada piranha, sea dragon, ikan buntal, hiu sampe ubur-ubur. Oh listen to me, telling a story like an excited elementary kids goin to a school trip.

Our favorite place was terowongan Antasena sepanjang 80 meter. Rasanya memang seperti masuk ke dalam laut dan berenang bersama ratusan ikan lain. Flash News! Itu pertama kalinya Lushka pergi ke Sea world. I was so happy to see her face glowing with admiration. Kalau gue bercerita kaya anak SD, Lushka ngga perlu ngomong apa-apa tapi mukanya puasssss banget kaya anak kecil. Gue sibuk narik dia ke kiri, ke kanan, ngga sabaran mau mamerin apa aja yang ada di tempat itu, nunjuk-nunjuk ke setiap hal yang menurut gue menarik. Terus gue juga mamerin semua pengetahuan gue tentang kehidupan laut yang sebenernya ngga seberapa. She looked so happy!

Kita juga ngga lupa foto-foto di terowongan itu. Bahkan ada sesi making up karena sehari sebelumnya kita berantem cukup gede. Berasa di film-film romantis tahun 90-an, ngomong heart to heart di terowongan Aquarium raksasa dengan ikan-ikan berenang di sekeliling kita. And we ended up kissing di depan semua anak kecil dan keluarga....NOT! Hahaha...Gila apa? It’s an E rated place, people..stop day-dreamin!

Lushka sempet megang-megang seekor teripang HITAM, LEMBEK dan BERBULU! Dia angkat-angkat dari kolam dan gue teriak-teriak kaya banci di sampingnya, “AH, AHH, AHHH! JATOHIN! JATOHIN! GELIII!!” hehehe...

:galit:

My favorite sea creature would be sharks and ikan pari. Ternyata setelah mendengarkan tour guidenya dengan seksama, ikan pari itu adalah nenek moyang ikan hiu! Wow! I didnt know that! Fabolous! Dulu, gue semakin suka dengan ikan pari setelah tahu kalau pesawat stealth meniru kerangkanya dari binatang itu. Salah satu pertanyaan favorit ulangan umum gue pas SD =P

Sebenernya masih banyak banget yang bisa diceritain dari Sea World, especially info-info tentang binatang laut yang menarik. Tapi bakalan lebih seru lagi kalau kalian kesana, apalagi sama pacar. Special thanks to Sam and Siska yang duluan ngasih ide pacaran kesana. Ayo kita jalan-jalan ke tempat wisata lagi!

Senin, 07 September 2009

Me & You (1)

To a girl named Mithya,

Dari mana kamu mendapatkan namamu? Dari aku. Tanpa Lushka, Mithya tidak ada. Dan dari mana aku mendapatkan nama kita ? …..dari internet. Hihihihihi.

Darling, I am gonna tell a story about our name.

Waktu itu kita udah punya blog di friendster dan multiply. Tapi karena friendster dan multiply udah kebanned di kantorku jadi kita (aku tepatnya) jadi jarang ngepost di sana.

Ahkirnya kita memutuskan untuk buat blog di blogspot agar lebih mudah buat diurusin dan lebih gampang buat mamer hehehehe

Setelah semuanya settled - termasuk nama frieddurian, kita mikir ga mungkin pakai nama straight seperti di friendster yang memang hanya untuk konsumsi kita sendiri. Karena kita pengen untuk konsumsi publik, makanya kita sepakat untuk nyari nickname. Setelah beberapa hari research , terus I come out with Mithya and Lushka. You knew who they are.

Lushka adalah nickname milik Violet Trefusis, Mithya (original spell: Mitya) adalah nickname Vita Sackville. Both of them are writers and they are lovers.

Nanti, aku kumpulin bahan dulu lalu aku ceritain siapa Violet dan Vita. =)

*** Jangan pernah menyerah
Jalani dan panjatkan
Kelak syukur kau ucapkan pada diri Nya
Kumohonkan
Mudahkan hidupnya hiasi dengan belai Mu
Sucikan tangan-tangan yang memegang erat harta
Terangi harinya dengan lembut mentari Mu
Buka genggaman yang telah menjadi hak mereka***

+lihat, dengar, rasakan – SO7

Jumat, 04 September 2009

Queer

Ok, here it goes. Udah banyak banget yang nanya sama gue apa sih sebenernya arti Queer? Ternyata banyak juga yang ngga familiar dengan kata ini. Gue juga baru kenal kata ini sekitar 5 tahun yang lalu dari judul film seri Queer as Folks. Noted in my head bahwa Queer sama artinya dengan gay atau homoseksual. Tapi baru 2 tahun kemudian gue di “challenge” dengan pengetahuan orang lain yang bilang bahwa sebenarnya kata Queer itu artinya kasar untuk kaum homoseksual. Calling a homosexual “Queer” is as bad as calling them a “faggot”. Makanya gue segera mencari tahu sebenernya arti Queer itu apa sih?

Akhirnya setelah baca-baca kiri kanan gue paham juga arti Queer. Bahkan gue bisa menyatakan diri gue sebagai Queer as oppose to other sexual labels. Tapi kalau disuruh jelasin ke orang gue ngga pede hahaha...maklum, ini kan hasil interpretasi diri sendiri. Kalo sok menjelaskan ke orang lain tapi salah kan namanya pembodohan masal =P. Haram itu hukumnya! But atas permintaan beberapa teman, I’ll try. Inget yah, ini hasil interpretasi pribadi dan sangat mungkin untuk direvisi kalau ada yang lebih mengerti apa arti kata Queer. Let’s start dari asal kata ini yah..

Kata Queer mulai digunakan di Inggris kira-kira pada abad ke-16. Waktu itu definisi dari kata ini adalah: “aneh”, “tidak biasa”, atau bahkan “keluar dari jajaran”. Karena itu kata Queer digunakan untuk menyebut atau menggambarkan orang-orang yang memang dianggap agak sinting dan aneh. Penggunaannya cukup bebas. Ngga harus dipasangkan dengan sifat orang atau punya arti yang negatif. Misalkan “It’s a queer moment” bisa diartikan sebagai keadaan yang canggung.

Tapi seperti yang kita tahu, kalau suatu kata sudah memiliki definisi yang negatif, kemungkinan besar kata itu akan lebih digunakan dalam arti negatif. Bahkan lama kelamaan sifat itu bisa menetap. Seperti kata “gerombolan”, kata “Queer” jatuh pangkat menjadi kata yang bersifat negatif.

Pada abad ke-19, Queer mulai dipakai untuk menyebut orang-orang dengan penyimpangan seksual. Jangan lupa, penyimpangan seksual itu bukan hanya homoseksual (pada saat itu). Penyimpangan seksual itu misalnya seperti pedophile (terangsang secara seksual hanya kepada anak-anak), transvertite (terangsang secara seksual hanya apabila menggunakan pakaian lawan jenis), atau BDSM ~ Bondage Discipline and Sadomasochism (terangsang secara seksual melalui aktivitas bondage dan sadomasokis). Baru pada abad ke-20, kata Queer khusus digunakan untuk menyebut para laki-laki yang melakukan hubungan seksual melalui anal atau singkatnya ya homo. Kata Queer disini masih berarti merendahkan. Yaiyalah, kalo dipanggil Queer kan sama aja kaya dikasih label “orang aneh”.

Tapi seiring perkembangan jaman, Queer memiliki makna yang lebih luas. Yang disebut LABEL mulai mati dipandangan para penganut postmodern. Para new gay berani menyebut diri sendiri dengan kata “fagot” dan “queer” BUKAN dalam arti yang merendahkan diri sendiri, tapi dalam arti yang membanggakan. Yes, I am a faggot. Yes, I am Queer. Disini konsep pride mereka menelan definisi negatif dari Queer.

Ngga hanya sampai disitu, Queer saat ini sudah menjadi semacam kata payung untuk memayungi kaum LGBT. Queer bukan aja suatu kata yang sinonim dengan homoseksual, tapi juga untuk orang-orang selain mereka yang disebut straight atau heteroseksual. Lebih dikembangkan lagi, kaum Queer adalah orang-orang yang merasa bahwa sebenarnya orientasi seksual tidak perlu dikotak-kotakkan. Gender sampai jenis kelamin pun menurut kaum Queer seharusnya bukan sesuatu yang harus dikotak-kotakkan. Secara ekstrim, kaum Queer sepertinya mau jadi bunglon. Bisa berubah-ubah semau mereka atau mengikuti lingkungan mau jadi homo, straight, cewek, cowok, banci atau apa lah.

Walaupun arti Queer sebenernya sudah berevolusi jauh dari asal katanya, ngga sedikit yang masih melihat kata Queer sebagai arti yang merendahkan. Wajar, wong definisinya memang “aneh”. Tapi kalau kalian mau bukti yang lebih kongkrit tentang perubahan arti kata Queer, coba dilihat festival film tahunan homo Queer Film Festival. Kalau memang Queer masih memiliki arti negatif, kenapa digunakan oleh para homo sebagai nama ajang tahunan film mereka?

What I like from Queer adalah cara pandang mereka yang sangat luas. Melihat dari kacamata Queer rasanya hidup jadi lebih bebas. Dengan memiliki pandangan Queer, seharusnya sih diharapkan jadi lebih bisa menghormati keunikan dan perbedaan orang lain serta mengurangi penilaian terhadap orang lain yang dipengaruhi oleh jenis kelamin dan orientasi seksual. Queer is proud.

Long live the Queer..=P

Senin, 27 Juli 2009

True Story : Dikejar 'zombie' emak-emak bawa duit.

Kalau yang pernah baca postingan lama kita, gue dan Mithya pernah ngedate murah meriah ambein, motor-motoran dari pagi, menyusur Jakarta.

Kita kunjungan museum ke Museum Gajah – Museum BI – Museum Fatahilah – Ancol – Museum Kapitalisme aka ‘P.I.M. It was a great day. Yay.

Tapi ada satu kejadian yang bikin kita berdua trauma ngeliat ibu-ibu.

Jadi gini, waktu kita pergi ngedate, udah dekat ama Tahun Baru Cina. And as we know, Sinchia identik dengan angpao. Angpao sama dengan uang. Seperti halnya tradisi waktu lebaran, saat Tahun baru, orang-orang yang sudah menikah membagikan rejekinya kepada yang lebih muda dan single. Intinya di saat-saat seperti itu, orang butuh uang pecahan buat ngisi amplop angpau. Got it? Gue tau, kalo biasanya orang menukar uang di Bank atau emang ada orang yang menyediakan jasa penukaran uang kaya di terminal-terminal gitu.

Yang gue ga tau adalah, inang-inang penukar uang ini keturunan zombie.. Kalau dalam jumlah sedikit, they’re ok. Tapi kalau dalam jumlah banyak…ya Tuhaan…mengerikan. Hihihihihi.

Bikin drama ah...

Hari itu sudah menjelang sore, tapi matahari masih menyengat dengan lincahnya (ngarang, sejak kapan matahari bisa breakdance? Bodoo. Weeeks!!). Sesudah 3 kali mendaki gunung, melewati lembah, bersama ninja Hatori itulah namanya..haiyaa, kita sampai juga di kawasan kota tua. Menjelang BI, gue yang ke’GR’an takjub, melihat banyak sekali ibu-ibu yang berdiri di pinggir jalan menantikan kami. Sempet ngomel sama Mithya, ngapain sih ngasih tau pers kita mau datang?. Pletak, jidat benjol. Kekekke. Pokoknya gue ama Mithya sempat terpesona disambut oleh pagar ayu dipinggir jalan, memanggil-manggil , melambai-lambaikan tangan sambil menggenggam segepok uang.

Karena sudah dekat, kami menepi dan dengan polosnya menatap mereka penuh minat. Gue pikir, pemerintah sedang bikin kejutan, siapapun yang lewat jalan itu akan dibagi uang, apalagi kan ini dekat Bank Indonesia, siapa tau PERURI kelebihan cetak uang dan penyimpanan uangnya ga cukup, makanya dibagi-bagi aja. Horreeee. Terima kasih Tuhaaan. Gue juga udah mulai berencana, kalau dapat uang akan segera muter balik dan tukaran baju ama Mithya biar dapat lagi…*GRIN*

Tapi ternyata oh ternyata. Bagaikan kerbau dicucuk hidungnya, bagaikan laron pada lentera…kami menepi..menepi dan tak menyadari yang terjadi. Kejadiannya sungguh cepat, saat kami menepi, tiba-tiba entah dari mana berlarian ibu-ibu dari pelbagai mata angin menyerbu kami. Ya ampuuun, apa ini!!! Gue berdua shocked. Ibu-ibu yang bergerak dengan kecepatan The Flash, melambai-lambaikan gepokan uangnya berebutan mau foto bareng. Hahahaha. Ga deng. Serius gue takut.

Mereka bergerak serentak mengerumuni kami. Mereka bilang ‘ sama saya saja”, “sama saya”, “sama saya”, bahkan ada yang tanpa bersuara mengacungkan segepok 20rban ke muka. Itu duit emang tapi yang bawa emak-emak! Dan emak-emak tak pernah begitu saja memberikan uang...Huewwww Kebayang ga lo?! Emak satu aja nakutin, apalagi banyak???!!

Oh Gusti. Karma apa yang menimpa kami???!!. Mithya mencengkeram gue erat, gue panik - motor sempat oleng. Gue kebayang adegan film zombie. Korban dikerubuti tak berdaya. Gue cuma bisa geleng-geleng kaya ayam lagi celeng , banjir keringat dingin, kebelet kentut. *Eh itu sih dari pagi ya?*. Gue sempet mau turun dan angkat tangan menyerahkan diri, mengalihkan perhatian mereka supaya Mithya bisa lari dan Fried Durian tetap exist. Hihihihihi. .

Gue udah pasrah memandang langit penuh bintang bertaburan…*salah scene agaknya, masih siang mbaaak*. Jika ini takdir kami, jadilah. Hhhh. Untungnya tampaknya mereka menyadari kami bukan target empuk, walaupun berbadan empuk tapi kami tak punya uang. Mungkin mereka punya indera ke’enam membaui dompet. Mungkin juga mereka melihat muka oon-panik-bau kentut-motornya cuma Revo-belum makan-keringatan. Saat mereka mengendur, dengan sisa-sisa kesadaran, gue menancap belati eh gas. Menghambur pergi diiringi lagu Hallelujah. Fiiiiiiiiuuuuuh. Dari spion gue liat mereka sudah mendapatkan target baru, untung yang ini bermobil. Hhh. Gue cuma bisa mengucapkan semoga selamat, teman.

Sampai pelataran BI, abis parkir motor, gue berdua berpandang-pandangan, menarik nafas lega dan ketawa ngakak. Mengamati mereka dari pelataran. Gilak. Serem bangeeeeet. Padahal dibawain uang. Padahal ibu-ibu, tapi kok sungguh mengerikan dan traumatis. Hihihihi.

Ps. Kami menaruh rasa hormat kepada Ibu-Ibu penjual jasa penukar uang yang sudah membantu mengepulkan asap dapur keluarga, tulisan ini bukan untuk menertawakan, menghina atau mengecilkan usaha kalian, ini semata untuk mengenang perjalanan kami. Kami takjub pada semangat anda di terik matahari. Bravo moms!!

Sabtu, 21 Februari 2009

She’s not that innocent, you know...

Sekitar seminggu yang lalu gue ketemu sama temen sekolahan gue jaman baheula. Bukan sekedar temen biasa karena, satu: bekas gebetan masa muda dan dua: sekarang udah jadi artis ternama.

Awalnya ngga ngenalin karena make up-nya kayak baru pulang kondangan padahal bajunya simpel, kaos dan jeans. Lagi telponan sama lushka dan sibuk wondering: “itu Tri ya? Duh, cakep bener dah!” Tiba-tiba si Tri ngeliat gue dan manggil nama gue: “Mithya!”

Deg! Dhuar! Monyeeeettt...dia nyapa gue! Oh, indahnya duniaaaa!

Setelah cipika cipiki dan bersalaman dengan nyokapnya, basa basi dikit...ketawan banget gue salting mampus berhadapan sama dia. Sumpah imut banget nih oraaaaaanngggg!!! Dan kita pun berpisah jalan...

Gue dihujani memori tolol jaman-jaman sekolah waktu masih nge-Gebet ni orang.

Tri memang udah dapet predikat cewek paling imut di sekolah dengan suara bass khas bapak-bapak. Terlihat sangat imut asal jangan ketawa..sumpah ngga matching. Tapi yah, namanya juga masa muda yah...gue demennnn banget ngeliatin dia di kelas (begitu juga mungkin setengah anak-anak di kelas). NAH, yang hebat itu, Tri ini juga suka ngeliatin balik. Berasa kali yee gue liatin mulu? Ajaibnya selama kelas tiga dia selalu duduk di samping gue. Bahkan sampe ulangan umum maupun ujian nasional! Gue diperes abis-abisan deh buat ngasih jawaban ulangan. Tapi demi wajah seimut itu...apa pun kan kulakukan..wakakaka (lushka..itu masa lalu! Ampuuunnn!)

NAH kedua, dia ngga hanya cuma suka ngeliatin balik. Kalo lagi excul (kita sama-sama anak PMR), atau ada kegiatan bareng, Tri suka banget nempel-nempel gue. Bilang pusing lah, atau sambil ketawa dan naruh kepala di dada. Kadang kalo ngobrol juga sengaja banget ngedeketin muka sampe muka gue merahhh banget. Hoalaaaaa...flirting parah gitu deh...no, I’m not saying that this cute girl si gay, I’m just saying that this girl got a big ball to flirt back! Gue? Telapak tangan basah, deg-degan, disertai badan kaku. Hampir kena serangan jantung setiap dia nyentuh gue. Hihihi...sialan...

Satu rahasia, gue masih nyimpen foto dia yang gue temuin dari kartu perpus dia. Wakaka...malu sendiri ama kelakuan. (Ngga, Lush, ngga di dompet. Di taro di dalem kotak sejarah aja kok..suer!)

It’s just nice that walaupun udah jadi artis, dia masih mau nyapa temen sekolahnya (yang NB kayaknya dia tau banget gue dulu naksir gila ama dia). Sejauh ini dia juga selalu bersih dari gosip-gosip miring. Hope she’ll turns out okay.

Rabu, 28 Januari 2009

Pacaran murah meriah menyenangkan part 2

Selanjutnya kita menjelajahi museum Bank Indonesia yang letaknya ada di kota tua. HKM-nya bukan murah lagi, tapi gratis beneran. You just have to sign a guestbook. Museum ini berisi tentang sejarah Bank Indonesia atau sejarah uang di Indonesia. Nah, ini baru bisa dibilang museum yang layak (mungkin karena ngomongin uang juga, hihihi). Mereka udah merenovasi bagian dalam gedung jadi serba modern dan penuh display melalui komputer, rekaman video dan berbagai macam penjelasan yang cukup interaktif dan fun. Dingin juga lho tempatnya.

.

Favorit place? Ruang uang! Pintu masuknya aja berbentuk besi baja yang besar gaya safe room gitu. Ruangannya gelap untuk ngejaga kertas uang yang umurnya udah puluhan tahun. Dari jaman penjajahan Belanda, Inggris, Jepang sampe uang Indonesia yang paling baru ada disini. Uang kertas jaman dulu gede-gede ya..sampe kalau mau disimpen harus dilipet empat, hehe...ada juga uang Indonesia masa peralihan Jepang dimana pride kita gede banget mau buat mata uang sendiri dan uangnya bener-bener bentuknya jelek banget. Kertas putih persegi panjang dicap nominal warna biru. Sumpah jelek banget, tapi kalau inget pride-nya....itu keren banget! Gue sama Lushka juga ngiler ngeliat ada uang koin emas seharga Rp.750.000. Entah buat apa. Kebayang kalau gelinding masuk selokan...

Setelah lelah menjelajahi museum dan kelaperan, kita makan di daerah museum Fatahillah. Disana segala macem jajanan jalanan ada. Kita makan sate padang dan es potong. Sumpah es potongnya enak banget, cuma Rp. 2000 lho. Terus kita beli kerak telor (Rp. 10.000) dan edamame (@R. 3.000) dan melanjutkan acara pacaran 3M kita ke pantai ancol. Disana kita berjemur di pinggir pantai sambil makan kerak telor dan edamame. Mata gue ampe perih, ngga tau karena anginnya yang kenceng atau kurang tidur. Rencananya sih mau naik kereta gantung, tapi harganya ngga masuk akal buat kita (@Rp. 40.000). We have to drop it.

Sekitar magrib kita udah nyampe lagi di Pim dan beli Cold Stone yang gue idam-idamkan sejak tahun lalu =P. Pokoknya hari itu murah, meriah dan menyenangkan!!! Kecuali cold stone-nya hehehe...

Selasa, 27 Januari 2009

Pacaran murah meriah menyenangkan part 1

Sabtu kemarin akhirnya niat kita berdua untuk jalan-jalan ke museum kesampaian. Walaupun paginya pake ribut dulu gara-gara gue ‘paginya’ pulang jam 4 dan ada perselisihan berapa banyak waktu yang gue butuhin untuk istirahat. Maksud Lushka sih baik, tapi namanya juga orang sama-sama capek pasti emosian ngadepin hal remeh kaya gitu.

Museum pertama yang kita jelajahi adalah museum nasional a.k.a museum gajah. Buat yang ngga punya transportasi pribadi, naik trans Jakarta dan berhenti di halte monas udah bisa langsung nyebrang ke museum itu. HKM (Harga Karcis Masuk) untuk dewasa Rp. 750 saja. Murah kaaann..?? Tapi HKM yang murah ini jadi awal gue dan Lushka ngomentarin banyak hal tentang preservasi benda-benda bersejarah yang ada di dalam museum.

Ada yang bilang kalau satu museum ngga akan bisa selesai dijelajahin dalam satu hari buka. Tapi nyatanya bisa kok, bahkan kita mulai dari jam 12 siang (museum tutup jam 14.30). Itu kalau kita ngga sambil baca semua penjelasan benda satu-satu ya..hehehe. Museum nasional ini isinya benda-benda prasejarah yang ada di Indonesia plus beberapa benda-benda seni nasional kita. Dijamin buat yang masih inget, gambar-gambar yang ada di buku sejarah kita waktu SD dan SMP ada semua disini.


Dari awal masuk gue dan Lushka agak-agak heran dengan cara mereka ‘menyimpan’ tugu dan arca. Semuanya diletakkan gitu aja di sekeliling museum. Bahkan ada yang dijemur matahari. Gue ngga gitu ngerti tentang preservasi benda bersejarah, tapi agak ngeri juga kalo yang namanya batu ratusan tahun diterpa angin, ujan dll gitu. Bukannya lama-lama nanti terkikis ya? I think they could do better. Penggunaan papan penjelasannya juga usianya entah berapa lama. Mungkin kejar-kejaran sama arcanya. Banyak yang udah rusak, ngga kebaca, bahkan ngga ada. Lebih kelewatan lagi ada yang cuma berupa tempalan kertas laminating usang. I think they could do better. Terkadang penjelasannya juga agak oon. Kayak papan penjelasan ini, bikin lo pingin komentar “Yaiyalaaah...gue juga tau...”.



Di semua arca dan prasasti mereka juga mengukir nomor inventori terus dicat putih. Duh, is that how you handle sebuah benda bersejarah? Mending sih kalau diletakkan di kaki atau di tempat yang ngga obviously ngerusak, kebanyakan semau yang ngukir aja.

Kita nemuin beberapa hal yang pantes dikomentarin. Waktu di ruang Thailand, Lushka berhasil memperhatikan bedanya arca budha kita dan mereka. Gue cuma nyadar kalo budha mereka itu ramping-ramping dengan tampang cenderung mirip Guruh Soekarno Putra, hehe...Lushka lebih detil lagi. Dia sadar kalo arca budha orang Thailand bibirnya bohai-bohai. Tebal, ranum, dan monyong, hehehe....hmm...gambaran masyarakat unisex-nya sekarang kah? Hmm....

Di ruang seni nasional kita, ada dua benda yang sangat menarik buat kita berdua. Pertama, helm perang yang dibuat sama orang Sumatera (iya bukan sih? Mohon dibetulkan kalau salah). Kueren buanged! Mirip dengan helm perang samurai. Yang menakjubkan buat kita, besinya tipis tapi detil, desain dan niat mereka untuk ngebuat helm ini. Buatan tangan gitu! (pikiran lompat ke borobudur...)

Nah, kalo yang ini bukan foto dari museum seks Belanda, hehehe....ini beneran sebuah patung buatan orang Nias. Big, huh? Hahaha.....ada dua patung sebenernya. Patung yang badannya lebih besar dan berwajah culun “itu”nya lebih kecil. Nah, kalo yang ini badannya kecil dan tampangnya lebih jahat. Hayooo...apakah gambaran masyarakat lagi? Huahahaha.....


Informasi yang nambah adalah tentang kendaraan masing-masing dewa tertinggi hindu. Mereka punya patung ketiga dewa itu. Dari kanan, itu Dewa Shiva dengan kendaraan Garudanya. Tengah, Dewa Wishnu dengan kendaraan singanya. Dan yang paling kiri, dewa
tertinggi, Brahma dengan kendaraan bebeknya....hihihi....Seriously, HE could do better. Tapi lagi-lagi, ini harusnya gambaran masyarakat seharusnya. Semakin tinggi, semakin sederhana...hihihi...Gue paling suka shiva dengan jabatan dia sebagai perusak. Sayang penggambaran dia sebagai orang tua gendut mirip judge Bao agak bikin ilfil.




Gue punya beberapa display favorit sendiri. Of course display kepala tengkorak manusia purba dan patung-patung kecil dewa-dewa. Sumpah itu kalau dijadiin pion catur keren abis! Menghina ngga ya kalau dijadiin pion catur?

Oiya, gue sama Lushka juga rada sebel dengan diskriminasi orang lokal dan bule. Buat kita, semua peraturan tentang tas dll tetep berlaku, tapi para bule-bule itu melenggang kangkung dengan tas segede-gede arca dan foto-foto kiri kanan. Hhhhh....gimana maju kalo ampe hari gini kelakuan masih sama kaya dijajah?? Selama di dalam museum Lushka yang dengan seksama ngebacain penjelasan satu-satu dan gue yang lompat-lompat ngga sabaran dari satu display ke display yang lain. Kayaknya jiwa kita ketuker di museum itu, hehe...

Anyway, gue dan Lushka sempet berdiskusi seru di ruang gentong (ruangan paling membosankan buat gue). Lushka bilang harusnya HKM jangan cuma Rp.750 supaya kondisi pemeliharaan museum bisa diperbaiki dan ditingkatkan, tapi menurut gue kalau mau lebih mahal lagi, gue rasa makin ngga ada yang kesana. Rp.750 aja dikit yang dateng. Well, mungkin butuh ada pengorbanan sementara dan ngumpulin dana terus setelah museum diperbaiki HKM-nya bisa diturunkan lagi (Yeah, like that’s gonna happen!).

And people, believe it or not...there’s something wrong dengan foto-foto museum gajah...I’m havin a hard time to upload it to blogger..it keep on showing with the wrong angle..untuk upload satu gambar gue harus upload minimal 5 kali untuk dapet yang bener. Jadi kalau gambarnya miring-miring, it wasnt my fault. It's blogger's fault and whatever that did it. Gue cape..huehehe...