Halaman

Tampilkan postingan dengan label motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motor. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juli 2009

True Story : Dikejar 'zombie' emak-emak bawa duit.

Kalau yang pernah baca postingan lama kita, gue dan Mithya pernah ngedate murah meriah ambein, motor-motoran dari pagi, menyusur Jakarta.

Kita kunjungan museum ke Museum Gajah – Museum BI – Museum Fatahilah – Ancol – Museum Kapitalisme aka ‘P.I.M. It was a great day. Yay.

Tapi ada satu kejadian yang bikin kita berdua trauma ngeliat ibu-ibu.

Jadi gini, waktu kita pergi ngedate, udah dekat ama Tahun Baru Cina. And as we know, Sinchia identik dengan angpao. Angpao sama dengan uang. Seperti halnya tradisi waktu lebaran, saat Tahun baru, orang-orang yang sudah menikah membagikan rejekinya kepada yang lebih muda dan single. Intinya di saat-saat seperti itu, orang butuh uang pecahan buat ngisi amplop angpau. Got it? Gue tau, kalo biasanya orang menukar uang di Bank atau emang ada orang yang menyediakan jasa penukaran uang kaya di terminal-terminal gitu.

Yang gue ga tau adalah, inang-inang penukar uang ini keturunan zombie.. Kalau dalam jumlah sedikit, they’re ok. Tapi kalau dalam jumlah banyak…ya Tuhaan…mengerikan. Hihihihihi.

Bikin drama ah...

Hari itu sudah menjelang sore, tapi matahari masih menyengat dengan lincahnya (ngarang, sejak kapan matahari bisa breakdance? Bodoo. Weeeks!!). Sesudah 3 kali mendaki gunung, melewati lembah, bersama ninja Hatori itulah namanya..haiyaa, kita sampai juga di kawasan kota tua. Menjelang BI, gue yang ke’GR’an takjub, melihat banyak sekali ibu-ibu yang berdiri di pinggir jalan menantikan kami. Sempet ngomel sama Mithya, ngapain sih ngasih tau pers kita mau datang?. Pletak, jidat benjol. Kekekke. Pokoknya gue ama Mithya sempat terpesona disambut oleh pagar ayu dipinggir jalan, memanggil-manggil , melambai-lambaikan tangan sambil menggenggam segepok uang.

Karena sudah dekat, kami menepi dan dengan polosnya menatap mereka penuh minat. Gue pikir, pemerintah sedang bikin kejutan, siapapun yang lewat jalan itu akan dibagi uang, apalagi kan ini dekat Bank Indonesia, siapa tau PERURI kelebihan cetak uang dan penyimpanan uangnya ga cukup, makanya dibagi-bagi aja. Horreeee. Terima kasih Tuhaaan. Gue juga udah mulai berencana, kalau dapat uang akan segera muter balik dan tukaran baju ama Mithya biar dapat lagi…*GRIN*

Tapi ternyata oh ternyata. Bagaikan kerbau dicucuk hidungnya, bagaikan laron pada lentera…kami menepi..menepi dan tak menyadari yang terjadi. Kejadiannya sungguh cepat, saat kami menepi, tiba-tiba entah dari mana berlarian ibu-ibu dari pelbagai mata angin menyerbu kami. Ya ampuuun, apa ini!!! Gue berdua shocked. Ibu-ibu yang bergerak dengan kecepatan The Flash, melambai-lambaikan gepokan uangnya berebutan mau foto bareng. Hahahaha. Ga deng. Serius gue takut.

Mereka bergerak serentak mengerumuni kami. Mereka bilang ‘ sama saya saja”, “sama saya”, “sama saya”, bahkan ada yang tanpa bersuara mengacungkan segepok 20rban ke muka. Itu duit emang tapi yang bawa emak-emak! Dan emak-emak tak pernah begitu saja memberikan uang...Huewwww Kebayang ga lo?! Emak satu aja nakutin, apalagi banyak???!!

Oh Gusti. Karma apa yang menimpa kami???!!. Mithya mencengkeram gue erat, gue panik - motor sempat oleng. Gue kebayang adegan film zombie. Korban dikerubuti tak berdaya. Gue cuma bisa geleng-geleng kaya ayam lagi celeng , banjir keringat dingin, kebelet kentut. *Eh itu sih dari pagi ya?*. Gue sempet mau turun dan angkat tangan menyerahkan diri, mengalihkan perhatian mereka supaya Mithya bisa lari dan Fried Durian tetap exist. Hihihihihi. .

Gue udah pasrah memandang langit penuh bintang bertaburan…*salah scene agaknya, masih siang mbaaak*. Jika ini takdir kami, jadilah. Hhhh. Untungnya tampaknya mereka menyadari kami bukan target empuk, walaupun berbadan empuk tapi kami tak punya uang. Mungkin mereka punya indera ke’enam membaui dompet. Mungkin juga mereka melihat muka oon-panik-bau kentut-motornya cuma Revo-belum makan-keringatan. Saat mereka mengendur, dengan sisa-sisa kesadaran, gue menancap belati eh gas. Menghambur pergi diiringi lagu Hallelujah. Fiiiiiiiiuuuuuh. Dari spion gue liat mereka sudah mendapatkan target baru, untung yang ini bermobil. Hhh. Gue cuma bisa mengucapkan semoga selamat, teman.

Sampai pelataran BI, abis parkir motor, gue berdua berpandang-pandangan, menarik nafas lega dan ketawa ngakak. Mengamati mereka dari pelataran. Gilak. Serem bangeeeeet. Padahal dibawain uang. Padahal ibu-ibu, tapi kok sungguh mengerikan dan traumatis. Hihihihi.

Ps. Kami menaruh rasa hormat kepada Ibu-Ibu penjual jasa penukar uang yang sudah membantu mengepulkan asap dapur keluarga, tulisan ini bukan untuk menertawakan, menghina atau mengecilkan usaha kalian, ini semata untuk mengenang perjalanan kami. Kami takjub pada semangat anda di terik matahari. Bravo moms!!

Sabtu, 16 Mei 2009

Princess Pouting

Gue baru sadar barusan kalo Lushka cuma ngambek kayak anak kecil di telepon. Kalau udah ngambek gue bisa bayangin bibirnya monyong-monyong dan dengan berat hati bilang “yo odoh”, maksudnya “ya udah” hehehe...suaranya sediiiiih banget. Kalau hati senang - gue bisa malah gemeessss banget dan rasanya pingin nyubit-nyubit pipinya saat itu juga. Seringnya sih malah marah balik gara-gara kerjaan gue tertunda. Udah kerjaan tertunda, pake berantem segala. Rugi double deh. Padahal Lushka kalau ngambek disayang-sayang dikit juga nurut =D.

Tapi kalau ngambek face to face..bedeh...EGO-nya segede gunung Krakatau. Sangar banget dah. Diem dengan tampang pembunuh berantai bawa golok, mau makan gue idup-idup. Paling bahaya kalau ngambeknya sambil naik motor. Valentino Rossi kalah kenceng dan semua polisi tidur dihajar. Feeling gue sih kayaknya gue mau dibuat terguling-guling jatuh dari motor terus diteriakin “Rasaiiiinnn...!” *sigh* mengerikan.

Pinginnya liat Lushka ngambek monyong-monyong face to face. Kalau bibirnya monyong-monyong artinya minta dicium soalnya, hehehehe...Ayang, aku gigit-gigit ya bibirnya...

Sabtu, 14 Maret 2009

Gift edition

You know what Lushka gave me for birthday? Celana dalem merek Victoria’s secret!! Huahaha....isinya dua biji. Warna pink dan ungu! OH NOOOOO.....!!! Gue ngga ngerti apa yang ada di dalem pikiran Lushka. Oh, apakah celana dalamku kurang menarik??

Katanya ya, hadiah-hadiah dari pacar itu pasti ada artinya. Biasanya mereka memberikan hadiah dengan maksud memperbaiki kekurangan pacarnya. Jadi amit-amit kalau Lushka sampe beliin gue parfum. Artinya bau ketek gue sudah tidak tertahankan lagi, sesayang apa pun dirinya padaku (oh, how I remember your face expression when you sniffed on my ketek).

Dari tadi gue dipaksa-paksa nyoba si celana dalam. Masalahnya gue lagi “dapet”. So mencoba celana dalam akan menjadi suatu kegiatan yang sulit. Masak gue pasangin dulu satu-satu pembalut ke masing-masing celana??

Anyway, hadiah natal dari Lushka hilaaaaaaaaaaaaaaaaaannnngggggggggg!!! AAAAAAAAAAAAAARRRRRGGGHHHHH!!!! Mo marah! Helm satria baja hitam gue hilang karena Lushka dengan jeniusnya meletakkan si helm di kursi belakang motor padahal tali helm itu udah kendor. Bahkan dia ngga sadar waktu helm itu jatuh, hiks..hiks..buh bye my helm..Sekarang ngga bisa diam-diam memerangi kejahatan lagi deh (ngelempar batu ke para pengendara motor yang ugal-ugalan)

Rabu, 17 Desember 2008

A christmas gift for me =)

I got a christmas present from Lushkaaaa!! Senangnyaaaa..gue punya helm baru sekarang!! Hehehe...Lushka pasti udah bosen banget denger gue ngeluh mulu tentang helm yang gue pake tiap diboncengin dia. Abis emang helm-nya ngga pernah layak pakai. Masih inget ngga dulu yang gue cerita kalo tiap ada polisi tidur kaca helmnya turun dengan bunyi heboh, “Prak!”. Udah gitu yang turun ngga cuman kacanya, sampe hiasan-hiasannya yang bentuknya kaya bibir topi itu!

Terus ternyata si kaca akhirnya sukses copot dan berarti helmnya jadi seger banget, alias semua angin bebas menerpa wajah gue yang cantik ini..hahaha....kebayang kan rasanya naik motor malem-malem dengan kecepatan tinggi tanpa kaca penghalang? Pedesssss tuh mata.

Puncaknya kayaknya tadi malem. Lushka ngebawain helm kecil mainan (buat gue kaya mainan soalnya ngga nutup seluruh kepala gitu). Eeehh, kacanya pecah gara-gara ketimpa tas kuliah gue yang beratnya 10KG itu, hehehe...pas gue pake, Lushka ketawa-ketawa gara-gara gue katanya keliatan kaya kura-kura. Huh! Nasip, nasip...pas gue ngaca di spion motor, malah gue ngerasa kaya Hiro Nakamura (Heroes Tv series) and mulai deh gue teriak-teriak, “Yatttaaaaa....!!!” hehehe...

Separuh perjalanan gue cekikikan lagi. Karena gue baru sadar, Lushka itu kan selalu pake syal untuk nutupin mulut sekaligus kepala di dalam helm. Jadinya sisa syal selalu berterbangan ke belakang atau kesamping dia selama perjalanan. Dan penampakan Lushka ngingetin gue sama Kamen rider no.1! Jadilah yang naik motor tadi malem itu adalah Kamen rider dan kura-kura tempurnya, “Yatttaaaaaa...!!!”

Anyway, helm barunya enak dan nyaman. Maunya sih gue beli aja sendiri, Tapi katanya buat hadiah natal, hehehe..makasih ya sayang =) ternyata kamu memang memperhatikan keselamatan pacar.

Sabtu, 20 September 2008

Vrooomm...Ckiittt..Prak! Hehehe...

Tanggal 30 Agustus jadi hari yang bersejarah buat gue karena pada hari itu pertama kalinya Lushka nganterin gue pulang :D..Berlebih? Buat lo! Buat gue it was special. Hari Sabtu itu gue harus ke PIM karena ada janji dan sorenya tanpa direncanain gue memutuskan untuk meminta Lushka dateng ke PIM.

It wasn’t easy for her to get there. Lushka bener-bener buta peta kalau ngomongin daerah Jakarta Selatan. Pokoknya kalau udah lewat dari garis batas Ratu Plaza, Lushka udah ngerasa masuk ke teritori asing. Dont forget that it is far far away in neverland and she never been to PIM!

Prosesnya sendiri buat gue ngga menyenangkan. Persis seperti cerita dia di postingan sebelumnya, dia nyolotin gue abis-abisan waktu gue kasih road direction. Padahal jalan yang gue kasih tau bener dan dia ngga nyasar barang semeter pun. Sepanjang jalan gue harus banyak-banyak narik napas panjang setiap dengan gaya panik dia bilang, ”Kayaknya aku salah jalan deh..Aduh, aku kayaknya salah nih..” Terus nanti gue tanya tuh, ”Emang sekeliling kamu kaya gimana? Ada landmark yang bisa kamu jadiin petunjuk ngga ke aku?” Reply-nya, ”Kamu diem dulu dong! Aku lagi nyari tau aku dimana!!” (minta banget ditutupin telponnya!!)

Anyway, untuk mempersingkat satu jam perjalanan, Lushka selamat sehat sentosa sampai di tujuan. Ngomelnya? Masih! Waktu dia tau kalo di PIM 2 parkiran motor agak di anak tirikan. Ssssttt...Lushka bau naga pas udah ketemu gue...hehehe...Tapi perasaan gue waktu itu ngga bisa digambarin. SENEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNNNNNNNNNNNNGGGGGGGGGGGGGG BUANGEEEEEEEEEEEDDDDDDDDDDDD. Udah gitu gue ngga nyadar kalo waktu itu malem minggu sampe pas kita udah mau pulang naik motor =D Yay! We’re having a date di malem minggu! Nganterin gue pulang pun Lushka ngga ada rencana sama sekali.

Buat gue dianterin pulang sama Lushka segitu kerennya karena jaraknya yang WAH itu. Udah gitu dia harus naik motor. Ada yang penah rasain ngga naik motor selama sejam bawa-bawa manusia sebesar gue? Hehehe...Asli sumpah manjur bikin pantat lo kurus.

After that day Lushka nganterin gue pulang lagi 2x. On the next weekend dan Senin malem berikutnya waktu dia janjian nemenin gue buka puasa. Ini punya cerita tolol lagi sendiri. Kita buka puasa di American Grilled. Nah! Berhubung terakhir kali gue makan disini jamannya namanya masih Sizzler, gue rada-rada norak. Ngga mau rugi dengan berusaha menghabiskan semua All you can eat yang disodorin. Padahal perut gue cuma mampu ya se-main course doang. Alhasil gue ngga bisa berdiri dan sempet jongkok di samping motor Lushka lamaaaaaaa banget nahan muntah. Hahahahaha....sumpah lambung gue rasanya kaya diisi Aqua 1 Galon.

Naik motor sama Lushka itu ya, enaaaaaaakk banget. Gue bisa meluk dia dari belakang dan naro dagu di bahunya. Rasanya nyamaaaaaaaannn banget. Yang agak dodol itu, helm kita jadinya ngga berhenti saling hajar, hehehe....mana helm dia dua-duanya udah ngga lolos seleksi keselamatan lagi. Plastik penutup mukanya itu skrupnya udah loose. Walopun udah ditarik dan ditahan ke atas, setiap ada polisi tidur atau goncangan pasti nutup lagi kaya dagelan film jayus dan setiap tutup muka plastik itu jatuh dengan suara ”Prak!” Kita berdua bakalan ketawa cekikikan. Hahaha...

Selama ini gue cuma bisa ngebayangin gimana rasanya dianterin Lushka pulang. Kaya pacar beneran gituh, hehehe...Tapi gue harus tau diri, Lushka itu juga cewek yang harus gue jagain. Kalo nganter gue pulang bolak balik (Saat itu) bisa-bisa dia pulang SANGAT malam. And I cant afford to worry all the time sampe dia nyampe kerumah.

Kamis, 14 Agustus 2008

Queer Film Festival, 9 Agustus 2008; Central Cultural Francais; L Word

Sabtu kemarin gue dan Lushka jadi pergi ke salah satu acara QFF. Awalnya sih gue minta kita ke Blitz aja karena gue nih orangnya tukang nge-Mall banget. Tapi Lushka lagi butuh survey motor. She would like to have one. Jadinya gue pikir ya lebih baik pake kompromi aja toh? Lushka bisa tetep survey motor dan gue bisa tetep dateng ke salah satu acara QFF.
Jadi perjanjiannya adalah after dia udah netapin motor idamannya, we could go to the nearest place and time to QFF.

So we went to CCF in time to watch the 17.30 show. Perasaan sih di jadwal judulnya women on top, tapi ternyata the whole theme was L word. Agak-agak pusing juga tuh kita, soalnya kita berdua orangnya sama-sama ngga kuat sama hal-hal yang terlalu Lesbian. In some point, too many of women could really make us feel nausea. Sepanjang film gue masih usaha untuk nonton sedangkan Lushka berkali-kali bilang ngantuk. Tapi hebatnya gue yang berkali-kali nanya tiap satu film pendek selesai, ”Filmnya maksudnya apa sih?” dan Lushka bisa loh jawab..hahaha...

Gue ngga dongo-dongo amat sih sebenernya. Pas dijelasin gue ternyata emang udah nangkep, Cuma gue pikir ada deeper meaning dari yang obviously stated in the screen or the dialouge.

So here is the review. I’m trying OK. Jangan dilempar tomat busuk.

Bend it

Judul filmnya kayaknya sih sama kaya judul lagunya yang jadi pengiring film. Just a film about two butches dancing on top of a box imitating sex. Maju-mundur-depan-belakang-puter puter-hadap depan-hadap belakang. Boring at some point tapi masih bikin gue ketawa ngeliat si cewek sebelah kiri layar niat banget jogednya. Gue punya rasa ngga suka pribadi ngeliat cewek ngebebet toketnya. Jadinya agak-agak ngga nyaman nontonnya.

Dedicated to Rebelsexuals


Ms. Anita Schoepp as director and writer hadir juga di CCF. Gue ngga tau tuh kalo ini filmnya dia. Dari awal dateng ke CCF gue CCP ngeliatin ni bule cantik juga, Hahaha...ampunn yaaanng...Tapi filmnya juga ngebosenin banget. Cuma sekelebat foto-foto polaroid dari seorang cewek yang touching herself. Lushka sih kayaknya ngerti dan ngejelasin ke gue. Gue yang dablek kali ngga ngerti-ngerti. Soalnya durasi 9 menit itu terlalu lama untuk tema ini. Sound yang dipake sih keren. Soalnya spooky banget. Jadi layarnya gelap untuk beberapa detik terus ada sekilas sekelebat atau bagian dari still photograph dari si cewek. Gitu aja berulang-ulang dengan pose-pose yang berbeda.

Gue sih asik ngebayangin sendiri kalo yang muncul lama-lama foto-foto pembunuhan....ehehehe..maafkan...tapi it would be more interesting for me that way.

Eeehh..ternyata cewek di film ini ya si Anita Schoepp itu sendiri. Wow, as she was trying to explain the meaning of the movie in front of me, gue asik takjub menyadari bahwa gue baru ngeliat foto-foto dia bugil. Hahaha…..Setelah mendapat penjelasan dia, gue lebih tertarik dengan cara pengerjaannya. Dia butuh satu tahun buat ngerjain tu film! Duh susah gue ngejelasinnya disini. Intinya dia harus ngeliat hasil film-nya satu-satu untuk bisa dapetin snap shot diri dia. Sedangkan jarak waktu layar gelap dengan si foto polaroid adalah penggambaran jarak waktu dia butuhin untuk dapetin snap shot itu. Ngga ngerti? Bagus.

You and Me

About two young lesbians in China yang udah tinggal bareng. Si tomboy kerja sebagai penjaga tiket di dalem bis kota dan si feminin student pengangguran yang ngga lulus-lulus. The point of the story sih kalo lo pasangan lesbian dan mau tinggal bareng, lo harus siap untuk nerima segala resikonya. Harus punya pekerjaan yang cukup tetap dan bagus supaya idup ngga cuma supaya bisa makan setiap hari doang. Si tomboy juga kalo pulang ke rumah, ibunya kayak pura-pura ngga tau kalo anaknya lesbian dan nanya dia udah punya pacar cowok atau belum. Ending film ini si feminin akhirnya nyerah dan ikutan temennya jadi cewek penghibur buat bapak-bapak kaya.

Director and writer film ini, Siqi Sun, juga jadi bintang tamu. Kekurangan film ini menurut gue minimnya lagu sebagai background supaya penonton ngga berasa budek sama shot-shot panjang yang ngga penting. Lagi-lagi penjelasan pembuatan filmnya yang lebih menarik buat gue. Kata Siqi film ini seharusnya berdurasi 90 menit. Tapi karena kekurangan dana, dia harus memotong filmnya jadi 23 menit. Fakta lainnya yang menarik adalah negara RRC itu ternyata anti pati banget sama yang namanya homoseksual. Semua film-film yang mengandung unsur homoseksual pasti disensor, dipotong, atau dibuat rancu. Begitu juga dengan film Siqi ini. Dia masukkin naskah film ini ke universitasnya yang lagi nyari director muda berbakat untuk ngebiayain filmnya. Tapi naskahnya ditolak karena tema lesbian. Wuih...gue sih ngga nyangka. Gue pikir RRC udah open masalah beginian. At least dibanding Indonesia gitu. Wong foto-foto gay asia yang beredar di internet itu lo kira darimana kan.

Nah, karena Siqi membangkitkan rasa ingin tahu gue, gue jadinya nanya cerita lengkap 90 menit filmnya, hehehe...Ternyata endingnya si Tomboy dan feminin ini kan putus karena kelakuan si feminin jadi cewek penghibur ini. Si Tomboy akhirnya mau nikah dengan seorang cowok pilihan ibunya. On wedding day ternyata si feminin dateng dan menyatakan penyesalannya dan minta second chance sama si Tomboy. Terus mereka kawin lari deh...hahaha...kaya film komik banget ya...

FYI: Gue, Siqi, dan Lushka foto bareng loh!!! Terus jadi deh fotonya berjudul Tiga Babi Beranjak Dewasa...hahaha

In the Theme.

Isinya adalah wawancara dua pasangan butch dari Rusia, Olga and Rechnja. Masing-masing cerita tentang how their relationship is. Mereka udah nikah selama setahun dan tinggal bareng di samping kamar ibunya Olga. Ibu Olga jauh menerima hubungan mereka dibanding ibunya Rechnja yang ngga tau apa-apa. Dan menurut hemat kami (taela), sepertinya Olga agak-agak ”kurang” atau mungkin masih terlalu childish lah kalo sampe udah punya marriage kaya gitu. Judul in the theme ini ternyata merupakan bahasa lokal Rusia untuk menyebut Lesbian karena menggunakan kata Lesbian di Rusia termasuk kata yang cukup jelek maknanya.

Ini salah satu film yang bisa masuk ke kategori bagus buat gue ama Lushka. Soalnya bisa bikin kita ketawa. Gue juga suka dengan gaya interview film ini. I guess gue dan Lushka lebih suka dengan cerita yang lebih menyentuh ke kehidupan nyatanya daripada film-film lesbian yang terlalu melankolis, dramatis dan menye-menye. Ada juga sih sempet kita ketawa bareng pas Olga bilang dia mau mengandung anak mereka berdua. Duuhh..I know itu ngga sopan bangeeeeddd....

Sebenernya agak mengerikan waktu mereka ngeliatin kebiasaan mereka di waktu senggang: GULAT. Hahaha...two big butch pushin each other trying to pinned her partner in bed. Dan ini bukan gulat lucu-lucuan..ini beneran gulat kasar!! OMG!! Ternyata buat mereka itu bentuk latihan kalo mereka harus menghadapi gay basher yang udah biasa terjadi di Rusia. Weleh- weleh...disini religion basher, disana gay basher yah...

Rechnja nambahin kalo bentuk mereka yang kaya lekong itu ternyata supaya dia bisa merasa nyaman di deket-deket Olga karena orang bakalan melhat mereka seperti pasangan hetero. Talkin about insecurities....hmm..

At the end of the streets

A break up story between Alexandra and her girlfriend yang udah punya cewek baru. Ceritanya ngga butuh informasi lengkap of how they break up, why etc, tapi cuma sepenggal moment di kehidupan Alexandra untuk malem itu. Cukup real menurut gue karena ngegambarin how a girl would react if she is being dumped.

Pertama tama Alex beneran ngotot nungguin mantannya yang menolak keluar dari rumahnya sampe mau tiduran di jalan raya. Setelah dia sadar kalo mantannya ngga bakal keluar-keluar, dia akhirnya nekat masuk juga pake kunci punya dia. Alex ngedapetin mantannya lagi dinner sama pacar barunya dan teman-teman lamanya, nice huh? Sambil shock Alex masih punya senjata terakhir buat bikin mantannya kesel. Dia bilang kalo dia mau ngambil barang dia yang masih belum dikeluarin dari rumah mantannya. And guess what? Barang Alex itu ternyata meja makan yang lagi dipake dinner! Hahaha...

Selagi temen-temen mereka berusaha ngeluarin meja itu keluar, mantannya malah masih ngasih kesan kaya dia masih sayang Alex dengan cara kiss her on the lips. Huh! Standar Lesbian bangeeeeddd..ngga tau batas physicall allowed kalo udah putus.

Sisanya adalah gimana keadaan Alex pas lagi depresi-depresinya dan ketemu polisi cowok yang menunjukkan interest ke dia.

A thumbs up dari gue untuk pembuatnya yang bisa bikin sepenggal kehidupan manusia jadi terasa menarik.

Salome
Astagaaa...ngga karuan banget deh ini film. Ceritanya adaptasi dari cerita klasik Oscar Wilde yang dibalut sama all kind of lesbian way you can think of. Murahan, tua, dan norak. This movie only remind me of an old porn movie I have yang judulnya twin killers, hihihi…

Londres-London

Ngga ngasih gue impression apa pun. Paling yang gue inget cuma monolog si tokoh utama yang diulang-ulang. Berusaha ngebuat suatu statement dari seseorang yang kesepian.

Aly M

Another interview. Kurang menarik dibanding In the theme. Kisah hidupnya sih interesting karena apa yang dia rasain pasti happens pada kebanyakan lesbian yang berusaha come out. Battle antara komunitas agama, keluarga, dan dirinya sebagai lesbian. Aly is a lesbian campuran India yang tinggal di Aussie dan akhirnya mendirikan suatu komunitas queer muslim di Aussie. Sepanjang dia cerita, adegan berubah-ubah ke adegan dia main squash like some kind of analogy dari cerita hidupnya.

Seeya Rach
Ini nih baru yang namanya film lesbian yang bagus, ngga perlu pake menye-menye dan melankolis tapi touching banget dengan cara yang agak kasar di ending film, hehe...ceritanya tentang a girl, Mel, yang ngebuat video goodbye buat pacarnya Rachel yang mau sekolah keluar negeri. Isi videonya lucu-lucu banget. Mel usaha buat ngingetin Rachel tentang hal-hal yang menyenangkan selama mereka in relationship. Bahkan di tengah-tengah film pas Mel lagi asik monolog di tempat tidur mencurahkan segala perasaannya buat Rachel, gue jadi ngga tahan buat cium pipi Lushka, hehehe... 5 star for this movie.

Buat gue sih ini merupakan suatu pelajaran ngga lagi-lagi nonton film indie bertemakan lesbian. Sekarang gue agak ngerti kenapa Lushka ngga tahan nonton The L word. Hahaha...

PART II
OPENING PHOTO EXHIBITION: WHAT’S QUEER?
Gue ngga bakal ngomentarin tiap foto kok, tenang aja, Hahaha…kesan gue tentang foto-fotonya: AMATIR. Kadang-kadang MENTAH. Gue ngga nangkep apa yang berusaha dikatakan sama si fotografer atau foto itu sendiri kecuali of course judul pagelarannya dan beberapa line kalimat di bawah foto, hehehe...

Mungkin faktor tiap foto berukuran kecil dan dikasih frame hitam yang terlihat murahan yang bikin ilfil. Tapi kalo dipikir-pikir emang fotografi yang bagus ngaruh sama hal-hal kaya gitu? Thumbs di internet aja bisa bikin kita nge-click kalo gambarnya emang udah ketawan bagus kan?

all pictures above are taken from http://www.qfilmfestival.org/

Sabtu, 02 Agustus 2008

Dating in Daughtry concert

Hari Jumat kemaren gue dan Lushka berhasil nge-date nonton konser Daughtry. Seneng banget dia bisa bela-belain kabur dari kantornya untuk ketemuan sama gue.

Tiket Daughtry yang dia dapet ini ternyata tiket yang cukup eksklusif karena ngga dijual untuk umum. Sony Ericsson ngebuat kontrak dengan Daughtry bahwa siapa yang membeli HP Sony Ericsson bakal dapet tiket nonton gratis Daughtry untuk dua orang. Acara ini sekaligus diadain bareng sama acara Sony Ericsson yang disebut Sony Ericsson street party, I * traffic jam.

Lushka emang paling beruntung bisa dapetin tiket untuk acara-acara seperti ini. Dulu aja kita pernah dapet tiket nonton bareng L.O.V.E di PS dari acara Indosat community. Kayaknya sih ada seabreg penawaran lain, tapi dulu gue selalu ngga pernah bisa dateng.

Jam setengah 2 gue dijemput Lushka pake motor di Sarinah. Motor ini punya temennya Lushka dan kebanyakan modif menurut gue. Saking kebanyakan, cukup ”mematikan”. Tempat duduk depan diceperin sampe kaki Lushka harus nekuk kalo nahan motor yang lagi diem. Gue sendiri bingung megangin Lushka yang tiba-tiba jadi kerdil duduk di depan gue. Quite uncomfortable karena kalo kelamaan duduk bisa bikin selangkangan gue perih, hehe.. Jadinya selama perjalanan sempet minggir dulu beberapa kali untuk ngebenerin posisi duduk. Modif lainnya adalah kaca spion yang diganti dengan spion imut-imut yang menurut gue lebih pantes jadi kaca make-up. Padahal yang punya motor itu laki!!

Rencana utama adalah lunch bareng dulu. Malem sebelumnya Lushka udah ngutarain kalo dia lagi pingin banget makan steik. So kita makan di salah restoran langganan kita, Miranda. Dari Sarinah menuju Menteng butuh waktu sampe setengah jam gara-gara Lushka lupa jalan. Muter-muter sampe 3 kali di tempat yang sama. Selangkangan perih, perut kosong, dan udara panas Jakarta bukan kombinasi yang baik deh. Untungnya setelah 4 jam kemudian kita sampe di Surabaya. Ngga deng..hehehe...Sayangnya steak-nya ngga gitu enak. But it’s ok. I always have fun sitting in the table, chatting with Lushka. (Lushka niat banget mamerin HP barunya, hehe..)

Setelah kekenyangan, Lushka nawarin buat karaokean dulu. Awalnya gue agak sewot karena waktu udah nunjukkin jam setengah 4 while acara dimulai jam 6. =) Ya, I know. Gue kan orang paling panikkan kalo udah masalah jadwal. Tapi akhirnya gue nyerah dan kita balik lagi ke Sarinah. Untungnya kali ini Lushka tau jalan balik.

Di KTV, kita pemanasan dulu dengan masang lagu Daughtry. Sayangnya ngga ada yang bisa kita nyanyiin. Jadinya sibuk sendiri berdua, hehehe...Gue ampe bela-belain tuh ngedownlad satu album Daughtry di Limewire supaya ceritanya ngga garing-garing amat pas nonton konser. Kita dapet nilai 94 loh di lagu Offspring ”Come out and play”..tereak-tereak ngga tau malu demi dapetin point tinggi. Gue juga sempet mamerin nge-Rap pake lagu-lagunya Eminem. Hahaha..Terserah deh kalo ancur banget suara gue!

Kita berangkat dari Sarinah jam setengah 6. Lushka usaha banget ngebut naik motor ceper yang udah mau meninggal itu gara-gara gue buat panik. Gue bilang kalo orang udah ngantri dari tadi dan jangan-jangan jam 6 pintunya udah ditutup, hehehe..padahal judul acaranya aja I* Traffic Jam dan diadain hari Jumat jam 6. Siapa juga yang ngga baru pulang kantor jam segitu?

We had a blast that night. Act like a pair of drunk girl setelah makan sekantong popcorn basi, sekaleng Green sands, dan satu gelas Starbucks Java chip. Duduk di rumput sambil nempel-nempel berdua, teriak-teriak (mostly Lushka), dan nyanyi-nyanyi (mostly Lushka). Pembukanya RAN dan Ari Lasso (Ari niat banget, nyanyiin semua single dia dari semenjak keluar dari Dewa 19 sampe yang paling baru).

MC-nya Melanie Ricardo dan Iwet Ramadhan. Tema celaan mereka ngga jauh-jauh dari sex, Ryan sang psikopat, dan penghinaan fisik. Not bad lah =D.


Waktu Daughtry manggung, jam udah nunjukkin pukul setengah 11 malem. Walopun kita berdua ngga apal sama lagu-lagunya, tapi lirik dan nada Daughtry cukup mudah untuk diikutin kok. Untuk lagu-lagu yang emang udah jadi single, gue emang cukup tau Reffrain-nya. Tapi untuk lagu-lagu yang lain caranya cukup mudah. Misalnya kalo lirik aslinya. ”Well I never saw it coming, I should’ve started running, long long time a goooo”. Nah, kita tinggal ngikutin seperti ini, “Well a nana na na nana, a nana nana nana, na na na na oooo…” Gampang kan? Hehehe..

Di panas-panasnya diantara kerumunan orang yang nyanyi lagu ”It’s not over” Daughtry, gue sempet meluk Lushka dari belakang. Just a couple of second. Just a way of saying how much I care for her and an enormous thank you for giving me a great day. Keringetan, capek, but happy.


This love is killing me, but you’re the only one. It’s not over...