Laman

Rabu, 03 Desember 2008

donor darah - irony




FYI, Gue pendonor darah rutin, ikhlas.
Tapiiii ada yang ganjel, gue ga jujur tentang orientasi gue.hehehehe
Ada syarat khusus yang gue langgar (please see highlighted rules below)

Dduuh, dosa ga ya???..tapi kan gue ga gonta-ganti pasangan, bukan morfinis, ga pake jarum suntik juga...kalo homoseksualnya? EMANG. hehehehe

Ddduuh..maaf ya kalo boong, moga-moga darah gue aman-aman aja dikonsumsi.halah,emang drakula.

-----------------------------------------------
1. DONOR DARAH
a. Syarat-syarat Teknis Menjadi Donor Darah :

umur 17 - 60 tahun
( Pada usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat ijin tertulis dari orangtua. Sampai usia tahun donor masih dapat menyumbangkan darahnya dengan jarak penyumbangan 3 bulan atas pertimbangan dokter )
Berat badan minimum 45 kg
Temperatur tubuh : 36,6 - 37,5o C (oral)
Tekanan darah baik ,yaitu:
Sistole = 110 - 160 mm Hg
Diastole = 70 - 100 mm Hg
Denyut nadi; Teratur 50 - 100 kali/ menit
Hemoglobin
Wanita minimal = 12 gr %
Pria minimal = 12,5 gr %
Jumlah penyumbangan pertahun paling banyak 5 kali, dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.

b. Seseorang tidak boleh menjadi donor darah pada keadaan:

Pernah menderita hepatitis B
Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis
Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah transfusi
Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah tattoo/tindik telinga
Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi
Dalam jangka wktu 6 bulan sesudah operasi kecil
Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar
Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, cholera, tetanus dipteria atau profilaksis
Dalam jangka waktu 2 minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica, measles, tetanus toxin.
Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies therapeutic
Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang.
Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah transpalantasi kulit.
Sedang hamil dan dalam jangka waktu 6 bulan sesudah persalinan.
Sedang menyusui
Ketergantungan obat.
Alkoholisme akut dan kronik.
Sifilis
Menderita tuberkulosa secara klinis.
Menderita epilepsi dan sering kejang.
Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk.
Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya, defisiensi G6PD, thalasemia, polibetemiavera.
Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi untuk mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, pemakai jarum suntik tidak steril)
Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah.



--------------------------------------------



ps.
- tadinya mau nulis panjangan..tapi mendadak malesssss

- semalem gue pergi donor sendiri, sambil nunggu jalanan ga gitu macet. Jadi inget temen-temen kuliah, dulu kita suka bilangnya cari makan malem gratisan...apalagi tanggal tua. Abis donor dapet susu, indomie rebus dan telur. Horeee..hehehehe.

- Ayoo donor darah.
Malu tauk, penduduk negeri ini seabrek-abrek tapi defisit pendonor. Kalo demo-tawuran-gebuk gebukan-nonton konser pada rame, giliran suruh donor pada ngacir. Pokoknya kalo yakin berasa sehat, jangan ragu donor. Jarumnya ga sakit kok.
Apalagi perempuan, sakit jarumnya ga ada sekuku-kukunya sakit waktu dapet.
Hyuuuk..!!

9 komentar:

Anonymous mengatakan...

Aku juga sering donor. Ikhlaaassss juga :)
Tapi... ada tujuan lainnya juga. Buat menggemukkan badan. Huehehe.. Soalnya kalo abis donor, selera makan jadi oke.

Picank

alex mengatakan...

setuju! mari donor darah...!
Aku kalo abis donor biasanya langsung makan gila2an (kayak sekarang nggak, gitu) huehehe

Lushka mengatakan...

@picank n K'Alex..hidup makan! *lho?!* hehehe

AYO TERUS DONORKAN DARAH..SETETES DARAH ANDA,BERARTI BUAT MEREKA YG MEMBUTUHKANNYA. ;-)

Anonymous mengatakan...

btw..golongan darahnya apa Lush? kali aja gue butuh :p

no-lem

Lushka mengatakan...

Gol darah gw B.
Boleh2 aja kalo butuh dan emang cocok. Btw dapat indomi ama telor jg ga?hehehe

Ps.
No-lem,welcome!Bikin kaget aja lo,huehehehe.
Laptopnya yg lama dbarter ama rukiyem..hehehe
SALAM KENAL.;-)

arie-sa mengatakan...

wah, susah lush.

dulu pas aku masih di kota sendiri, aku rutin donor 3 bulan sekali. pas sudah nyoba hidup di lain kota gini, jadi anak kos setelan jalanan,makan nasi kucing tiap hari, males masak, smoke,begadang,kafein..aduh2.. rasanya lebih ke anemia deh. pas inget tiba waktu donor, rasanya aku merasa bersalah gitu, soalnya sudah gak bisa ikutan lagi.badanku rasanya gak fit..

tapi,untuk berubah pola hidup,juga sulit.lingkunganku gitu semua si..

arie-sa mengatakan...

oia,kamu belum nyebutin di syarat2 di atas, lush.

ada kota yang ngambil darahnya 250cc, ada yang 350cc, ada yang dua2nya.

kalau teman2 mau donor di lain kota, tanyakan dulu mau diambil berapa cc. barangkali buat teman2 yang biasa (kuatnya) diambil 250cc, terus donor di kota yang ngambil darahnya 350cc, bisa KO ntar.

aku di Jombang diambil 250cc, pas donor di jogja,350cc..walah..untung belum jadi.

sebelumnya pernah juga sih diambil350cc,pas di jember.baik2 saja.tapi pas sampek rumah, nggeblaq aku, hehehe...

oia, aku gol darah B

arie-sa mengatakan...

bukan indomie,aku
susu coklat, craker,telur,biskuat gitu..
iya tapi lumayan. :D

Lushka mengatakan...

@7, kayanya klo jumlah cc tergantung ama berat badan juga deh..kayaknya lho yaaaa...

btw, jadi orang beda doong *sok tua mode on*, jangan ikut2an lingkungan, hehehehehehe

mendingan dapet cracker & biskuat ketimbang indomie, gue suka radang kalo makan mi instan gitu. =)