Halaman

Tampilkan postingan dengan label blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blog. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Maret 2013

We are destined to do great things

Being forced to read a lot of biography of great names since I was kid
probably is one of the reason why I become so idealistic. Seperti anak
kecil kebanyakan di tahun 80-90an, gue termasuk yang suka banget
dengan komik-komik jepang atau novel-novel pre-teen seperti karangan
R.L. Stine & Enid Blyton. Tapi bokap gue yang juga udah punya penyakit
idealis, "memaksa" gue untuk ngebuka wawasan bacaan gue lebih luas.
Setiap weekend gue dibawa ke toko buku dan diijinkan untuk beli buku
apa pun yang gue suka dengan catatan, gue beli satu buku lain yang
berupa Novel atau biografi orang-orang terkenal. It was an annoying
"job" at first, yang penting gue bisa beli komik atau buku horror
kesukaan gue. Tapi pas gue kehabisan bahan bacaan dan gatel pingin
baca, buku-buku sampingan yang awalnya cuma jadi syarat itu akhirnya
gue baca juga. Perlahan Mithya kecil mulai belajar beberapa hal yang
selalu terjadi berulang-ulang di kehidupan nama-nama besar itu. Untuk
mencapai mimpi, butuh kerja keras.

Ngga hanya sekedar kerja keras banting tulang. Kerja keras di bidang
yang lo punya passion. Yang lo cinta mati. Harus siap menerima juga
kalau yang namanya mimpi dan kerja keras itu pasti bakal menemukan
jutaan masalah dan kegagalan. Who are we to say ketika setelah lusinan
kali gagal, artinya itu jalan buntu? Contoh tokoh yang paling sering
disebut namanya untuk motto sukses, Om Thomas A. Edison yang gagal
RIBUAN kali tapi ngga pernah nyerah. Kalau dibayangin, setelah
kegagalan ke-125 mungkin gue bakal mikir, Udah ah! Ngga mungkin nemu
bahan yang tepat! Mungkin bahannya baru bisa ditemukan 10 tahun lagi,
atau 100 tahun lagi.

Beranjak dewasa, untuk mengerti "mencapai mimpi, butuh kerja keras"
ini penuh proses trial dan eror. Ngga jarang gue berpikir gue udah
cukup usaha. Ngga jarang gue berpikir kalau gue harus dapet mimpi itu
secepat mungkin, saat ini juga. Perlu waktu untuk sadar dan diingatkan
berkali-kali baik oleh diri sendiri maupun orang-orang terdekat kalau
usaha itu ngga ada mati-nya. Kalau mimpi itu, asal diberi umur panjang
sama yang kuasa, mungkin masih bisa diraih pada waktunya.

Pelan-pelan. Gue belajar meraih cita-cita dari yang terkecil,
terendah, dan sejujur mungkin. Kalau mimpi yang super besar itu belum
bisa teraih, coba cari substitusinya, coba cari bentuk terkecilnya.
Gue menulis ini karena seminggu ini gue sadar kalau gue percaya dengan
kalimat "You are destined to do great things". Every single human
being in this planet is destined to do so. "Great" disini ngga harus
berarti menemukan obat kanker. Mana kita tahu kalau dulu mungkin
Edison pernah kecelakaan waktu kecil, luka parah, dan ada satu orang
yang bantu dia sembuh dari lukanya. Satu orang itu mungkin berpengaruh
secara psikologis ke Edison dan bikin dia jadi orang seperti yang kita
kenal. Ngga pantang menyerah. Atau ngga perlu berpengaruh secara
psikologis, ngebantu Edison untuk sembuh aja dan ngga mati (mengingat
pada jaman dulu bakteri bisa dengan mudah membunuh), orang ini udah
ngasih jalan ke Edison untuk tetap hidup dan jadi penemu lampu bohlam.
Ini cuma ngayalnya gue aja, tapi ya maksud gue gitu de, hehe.. Ngga
ada yang terlalu kecil dalam doing "great" things. Bayangin kalau
apalagi kita memang niatnya membuat perubahan. Wuih, bayangin setengah
dari populasi Indonesia punya motivasi untuk membuat perubahan.
Sekecil apa pun. Ke keluarga mereka, ke teman, ke orang asing.

Dari situ gue teringat, itu salah satu tujuan gue ngebuat blog ini
sama Lushka. Untuk berbagi cerita supaya siapa tahu bisa jadi
pelajaran untuk siapa pun yang lewat dan baca. Keburukan kami bisa
untuk dihindari dan mungkin kalau ada yang baik-baik bisa jadi contoh.
Kalau gue sama Lushka ngeselin, mungkin ada yang berpikir "ih,
amit-amit gue jadi orang kayak Mithya dan Lushka". Alhamdulillah…orang
itu bisa jadi terhindar dari sifat buruk haha..Dengan "sekedar"
menulis di blog, gue ngerasa udah berbuat sesuatu. Terutama ketika
dapet email-email dari yang baca dan mereka bilang makasih atas
tulisan-tulisan kami atau sekedar mencari teman atau sekedar mencari
sesama queer yang bingung mau ngapain sama gebetan yang ngga jelas
straight atau queer hihi..Kami mau menyampaikan terima kasih
sebesar-besarnya.

Blog ini adalah salah satu bentuk idealisme gue dalam mencapai mimpi.
I am destined to do great things, no matter how small it is. Everyone
does. And thanks for sharing, for reading, for being our friends, and
jadi orang-orang hebat versi kalian sendiri.

Rabu, 21 Juli 2010

*ngurut-ngurut jidat* udah ketiga kalinya Lushka kalau mau ngirim email ke gue malah ngirim email ke fried durian dan berakibat emailnya jadi post blog. Ayaaaaannnggg...coba yaaa...lebih perhatian sama apa yang diketik di kotak email tujuan..!! Kalau isinya bukan untuk khalayak umum gimana?? Huff...*delete post*

Kamu perlu ganti email fried durian kali ya? perasaan beda banget sama nama email aku...???

Rabu, 20 Januari 2010

Dear Mas Epentje...

Got his blog dari Fa, yang katanya suka sekali dengan blog mas Epentje ini karena lucu. Belum baca bener-bener dan belum bisa menyimpulkan yang sama dengan pendapat Fa. But Dang! Yang paling catchy dari Mas epentje adalah "about me"-nya. Menohok but smart! A man with attitude. Love it! Here's his own word on "about me". Numpang pamerin ya mas..hehe...


"pardon me for my bad grammar, i will not entertain whom like to flaunt their capability of memorizing rules, language is intended for communication, not a tool for arrogant prick to display that they are intellectual "

Selasa, 01 Desember 2009

Curhat 1 Desember 2009

Sebenernya banyak banget yang pingin ditulis, diceritain, diposting, tapi apa daya mualesnya bukan main. Setelah kesibukan ngurus oma gue yang meninggal, gue diharuskan ngurus urusan keluarga yang lebih dramatis. Membuka babak baru yang mau ngga mau harus dihadapi karena Ratu segala ratu sejagat (oma gue) udah ngga bertahta lagi. Gue mungkin cuma bertugas sebagai pengamat bahkan bisa dibilang kepala keamanan keluarga besar gue sekarang. Tetep waspada kalau-kalau ada masalah dan merangkap jadi penasihat kecil kalau dicurhatin sama nyokap. Keadaan kayak gini efeknya ternyata cukup signifikan sama gue. Jadi nyimpen rasa marah, capek bahkan dendam. Gue merasa bahwa kehidupan gue yang tadinya aman-aman aja bisa ngurus urusan pribadi dan akademis dengan seenaknya, sekarang harus dibagi bahkan disingkirkan demi urusan keluarga. Gue saat ini satu-satunya yang dihitung dewasa muda tapi dipercaya. Sepupu gue yang satu lagi, yang usianya diatas kepala 3 kelakuannya sangat dipertanyakan oleh keluarga. Kalau sisanya di keluarga para orang (yang katanya) dewasa, mereka udah jadi para pekerja dan orang tua. Mungkin mereka lupa kalau yang namanya kuliah (udah gitu belum pernah ada yang ngerasain S2) itu juga penting dan cukup merepotkan. Gue ngga bisa ngeluh dan “meminta” waktu karena dianggap ngga penting.

Kebetulan gue juga dianugrahi tuhan dengan nyokap yang punya sumbu sangat pendek. Walaupun dia yang salah, dia yang akan marah sama orang. Walaupun dia yang mulai, dia yang akan marah sama orang. Walaupun dia yang butuh bantuan, dia juga yang akan marah sama orang. Wuih, pokoknya InsyaAllah gue dapet banyak pahala deh berurusan sama dia. Amin.

Mungkin gue masih shock. Butuh waktu untuk nerima “jabatan baru” gue, Butuh waktu lagi buat mengatur waktu lagi yang baik seperti apa. Keadaan emosi gue sangat mempengaruhi motivasi gue dalam bekerja. Itu kesalahan dan kekurangan gue yang paling utama. Tugas-tugas dengan sengaja ngga gue perdulikan. Apalagi menulis blog yang menurut gue adalah urusan ke-sekian. Buat gue kehidupan queer adalah urusan ke-sekian. Kalau tugas-tugas kuliah gue aja gue cuekin, apalagi urusan homo-perhomoan.

Mudah-mudahan dalam waktu seminggu ini semuanya bisa gue atur dan perbaiki. At least first step gue adalah mengakui bahwa gue punya masalah. Next step: Fix it.

Oh ya, selamat hari AIDS sedunia. Jangan gonta ganti pasangan sembarangan. Kalian manusia, bukan binatang. Kalau mau jadi binatang pun, pakai otak sedikit lah dan gunakan alat kontrasepsi yang benar. Jangan kira AIDS cuma terjadi di Afrika dan Amerika. Silahkan Google sendiri udah berapa orang AIDS di Indonesia yang bahkan terjangkit bukan karena perilaku seks bebas. Control your life, humans.

Rabu, 11 November 2009

Menye-menye

Ngga tau apa orang-orang familiar dengan istilah “menye-menye” karena beberapa kali ketika gue dan Lushka menyebut kata itu di masa blog ini masih seumur jagung, banyak yang minta dijelaskan. “Menye-menye” sebenarnya kalau mau diartikan dengan satu kata lain adalah “cengeng”. Kalau mau dielaborasi bisa jadi artinya mendayu-dayu dan dramatisasi yang ujung-ujungnya jadi norak dan membosankan. Kami bukan penggemar bacaan menye-menye.

Seperti apa tu bacaan menye-menye? Kalau bacaan itu terus-terusan membicarakan cinta, emosi, dan perasaan. Ngga ada jeda sedikit pun membicarakan tema lain. Ituuuuuuuuuuu aja. Lebih parah lagi kalau isi bacaan itu ditulis dengan bahasa/kata-kata puisi, dan kiasan yang melambung-lambung. Pusing. Enek. Mau muntah. Huwek.

Gue ngga lebay. Udah beberapa kali gue dan Lushka blog walking dan menemukan bacaan-bacaan “menye-menye” ini. Hasilnya kami beneran pusing dan mual. Habis itu biasanya saling telpon dan marah-marah, hehe..kena imbas hormon si penulis kali. Ya, itu namanya kesandung sial.

Untuk gue pribadi, gue lebih suka membaca blog yang isinya tentang keseharian. “Menye-menye” sekali-kali boleh banget. Kayak blog kami sendiri pasti ada bagian-bagian “menye-menye” yang bisa menimbulkan rasa mual buat yang baca. Entah, menemukan sebuah blog yang sederhana seperti buku harian saat ini susah sekali ditemukan. Apa orang sudah ngga menghargai kesederhanaan lagi? Apa menulis selalu harus tentang memamerkan kemampuan menulis atau intelegensi? Bagaimana dengan cerita-cerita seperti kejadian sehari-hari di kantor, sekolah, atau keluarga? Mengantri di supermarket dan membicarakan kasirnya yang sebentar-sebentar mengupil misalnya. Atau tentang kegiatan di dalam ruangan selama hujan. That simple aja.

Gue suka “melihat” siapa manusia yang ada di balik tulisan itu. Dasar inti dari si penulis. Apa yang membuat dia bergerak. Kita pasti tau yang namanya manusia itu adalah makhluk yang sangat kompleks. Hidup manusia ngga hanya berurusan dengan emosi dan cinta saja. Mulut, tangan, dan akal yang diciptakan tuhan tidak hanya bisa digunakan untuk menulis puisi atau kata-kata indah. Itu hanya bagian kecil dari dirinya. Betapa besarnya kemampuan seorang manusia untuk bergerak! berkarya! Sayang aja kalau semua energinya dihabiskan untuk satu tema. Makanya gue sering ngga tertarik dengan blog-blog yang menggunakan bahasa-bahasa formal atau full kata-kata cengeng. Rasanya palsu dan berlapis-lapis. Gue suka kata-kata yang segar! Vulgar! Apa adanya dan berani membuka diri. Apa iya mengatakan “saya sedih” aja harus selalu diungkapkan dengan “awan menggantung mendung, langit beradu kelabu”?

Mungkin preferensi ini karena di kehidupan profesional, gue disuruh menganalisa hidup manusia yang penuh dengan segala tipu daya muslihat. Baik manusia normal atau pun ngga normal. Lalu gue pulang ke rumah dan memilih dengan senang hati membaca blog yang “meminta” untuk menganalisa dirinya untuk dimengerti? Ngga, terima kasih. Gue capek. Gue pilih yang gampang aja deh. Dibayar juga ngga *grin*...Membaca blog orang lain dan menulis blog sendiri merupakan kegiatan leisure gue. Jadi pilihan gue jatuh ke blog yang menceritakan dirinya secara sederhana. Menceritakan tentang si penulisnya yang sangat manusiawi dan menjalani kesehariannya seperti orang-orang lain. Terlebih yang mampu mengintegrasikan semua aspek dirinya ke dalam blognya. Sisanya untuk kapan-kapan aja deh kalau ngga lagi capek.

Bukan berarti juga gue dan Lushka terus BT sama para penulis bacaan “menye-menye”. Bacaan-bacaan ini juga cuma satu aspek dari kehidupan si penulis. Mungkin jadi “menye-menye” karena medianya cuma di situ aja? Kita ngga bisa menilai seseorang hanya melalui satu tema dalam hidupnya toh? Hmm..itu kali ya yang juga bikin gue sebel? Ngga bisa menebak bagaimana orang itu sebenernya dan terpaksa menilai secara singkat, yaitu memuakkan hahaha...

Tulisan ini bukan bermaksud menggurui apa yang seharusnya ditulis oleh seseorang ya. Cuma pendapat tentang apa yang kami sukai. Kami juga ngga lupa kok sama yang namanya kebebasan mengekspresikan diri.

Kamis, 15 Oktober 2009

Absurd Avenue (AbAv)

Kayaknya anak-anak IHA udah pada buat postingan tentang Absurd Avenue ya..? Hmmm...gue harus menceritakan apa ya? Bagaimana kita kenalan udah diceritain Lushka, cerita narsis udah diwakilin sama Maul, awal mula dua kepala pemberi ide diceritain Rei, dan akhirnya cerita rembukan rame-rame udah diceritain Luna. Sisanya menyusuuul. Jadi gue cerita garis besarnya aja deh. Cerita versi gue yang super serius ini..huweeee..hehehe...

Buat gue IHA adalah sekumpulan cewek homo yang terdiri dari beragam latar belakang, motivasi dan visi yang berbeda-beda. Yang menyatukan kita cuma satu: sifat absurd. Kami adalah sekumpulan orang yang bisa ngobrol rame-rame berduabelas (ya olo ini jumlah anggota ngga pernah bener diitung hahaha) dan siap ganti topik setiap 1 menit sekali. Kalau udah ngobrol selama 2 jam di konferensi YM, artinya kita udah ngebahas 120 topik. Beberapa kali waktu awal kenalan gue inget dalam sehari kita bisa ngobrol selama seharian penuh dengan anggotanya keluar masuk ngga jelas. Ngga pernah sekali pun kita ngga ketawa ngakak cekikikan kalau udah ada yang buka mulut. Buat yang inget gimana tipikalnya lesbian saling naksir terus chat/telponan ngga berhenti, itu lah kami. Kita “pacaran” berduabelas. Konferensi IHA itu bikin capek, suer! Tapi menyenangkan.

Buat yang pernah mengalami ditarik kedalam konferensi YM kami pasti udah pernah ngerasain bingung luarrrr biasaaaaa. Lo udah harus siap mental dicela, dicaci, dipuji, ditelanjangin, dikasih nama panggilan baru, bahkan digodain ala abang-abang kuli bangunan. Seperti kata Lushka, melalui hukum rimba: kebetulan orang yang bisa online dan chatting yang itu-itu mulu. Orang-orang ini juga yang tahan dicaci, dicela, mencaci, mencela dan yang paling penting masih bisa saling menghargai. Ini adalah orang-orang pertama yang gue kenal di dunia homo yang ngga rese dengan identitas dan label. Semuanya punya kepribadian dan pendapat masing-masing, ngga ada yang sama tapi saling menghormati satu sama lain. Kalau terjadi perbedaan pendapat, ya weis bole-bole aja. Wajar tho? Wuiiiihhh..bhinneka tunggal ika, Bos! Merdeka!

Beberapa kali gue bahkan sempat mendengar beberapa dari kami mengatakan bahwa IHA adalah keluarga mereka. Terharu...hiks, hiks...

Jadi apa sih sebenernya blog absurd avenue itu? Blog ini berawal dari obrolan dua anak IHA paling tengil dan ngga bisa diem: Mantri Maul “Kambing berhati pelangi” dan Sersan Adriel Ucuy Markucuy “tinot tinot” (singkatnya kita panggil rei-chan). Jangan tanya gue niat mereka apaan, tanya mereka aja. Mana disangka 2 bulan kemudian setelah melalui konferensi yang ngga pernah bisa tahan satu topik selama 2 menit itu, blog ini launching.

Gue sempet nanyain satu-satu apa niat mereka masing-masing dari adanya blog absurd ini. Sayangnya waktu itu yang online hanya sebagian dari kami:

Rei-chan : Bersenang-senang, ngga ada niat persaingan dengan kelompok lain, ngga ada konten tetap, yang dia sebut dengan Idealis Absurd. Rei ternyata punya minat terhadap makanan yang agak abnormal, jadi dia dengan senang hati memberikan referensi makanan enak-enak di Absurd Avenue.

Bang Sampho-kong: Ngumpul, nulis, caci-maki, nyampah, kenal karakter masing-masing anak IHA, hang out bareng, ngga idealis, yang intinya semua bisa nulis tanpa perasaan tertekan.

Cesca “kembang negara-nya Ihanesia”: Bersenang-senang, sharing pengalaman, sharing pengetahuan, dan lucu-lucuan aja.

Sum/Juminten “Mbo Jamu”: Bersenang-senang tapi ngga gombal, ngga kosong, ketawa-ketawa bukan berarti ngga bisa serius, maunya bisa jadi blog refreshing dari kejenuhan. Sum akan jadi guru bahasa Melayu kami di Absurd Avenue.

Kalau buat gue sendiri, blog absurd ya tempat dua belas orang bisa menulis bebas, memperkenalkan siapa dirinya tanpa sensor dan edit. Ngga perlu bawa-bawa nama orientasi seksual, ngga perlu selalu absurd juga. Setiap diri kami udah absurd apa adanya. Dengan background kami yang beragam gue bahkan membayangkan betapa serunya melihat segala sesuatunya dari sudut pandang yang

beda-beda. Bebassssss......Buat gue blog ini bentuk dewasa-nya majalah Bobo yang punya jingle: Teman berrmain dan belajaaarrr...B, O - D, O...BODO!

Bercandaan kami mungkin lucu bagi kami, haram bagi yang lain. Kira-kira seperti istilah One man’s junk is another man’s treasure lah. Kalau sampai ada yang tersinggung, maaf-maaf yaaa...Semua orang itu absurd pada dasarnya. Kebetulan keabsurdan kami semakin mengabsurd dengan teman-teman yang absurdnya udah absurd banget.

Buat yang sempet main-main ke Absurd Avenue, hati-hati kesandung. Tengok kiri kanan dulu sebelum menyeberang dan buanglah sampah pada tempatnya.

Only the absurds will survive!

Sabtu, 10 Oktober 2009

Absurd Avenue

Apa sih AbAv itu?

Menurut gue, AbAv itu tempat kami para manusia absurd *yang kebetulan lagi* homo berekspresi dan mengeksplorasi diri kami masing-masing untuk bersinergi dan mempererat silaturahmi IHA. Hayah. We do it just for fun. Karena hidup hanya sekali.

Ide memunculkan AbAv itu dicetuskan oleh duo IHA, Maul & Brindil yang senang sekali siaran seru dan tak jelas berjam-jam. Mereka mengusulkan dibangunnya satu wadah yang fungsinya mengabadikan kehadiran kami untuk satu sama lain. Yang tentu saja ide mereka disambut gayung oleh anggota IHA/ absurdiences lain *itu gayung bersambut ya? boleh dibalik ga sih? ah pokoknya lo tau maksud gue lah. Oh ya, bahkan kata anggota sebenernya tak tepat, karena masing-masing dari kami mempunyai istilah untuk menyebut personel, gue dengan absurdience, ada yang nyebut absurders, Ihaers, etc. Terserah saja, tokh kami juga tahu siapa yang dimaksud. Ya tokh? Ya tokh?hehehehe*

Untuk IHA *Ikatan Homo Absurd* sendiri, ceritanya berawal dari hobby kami untuk saling menjangkar manusia yang lagi online di YM dan ditumplekin jadi satu. Conference gitu. Yang setelah melalui proses seleksi alam, ndilalahnya kok ya kami nyambung dan kebetulan hanya 10-11 manusia itu-itu saja yang sering online barengan. Topik pun tak pernah ditentukan, karena kami absurd, apa saja, siapa saja bisa jadi bahan pembicaraan. Dari bisnis, gosip artis, pelem india, dangdutan, curhat pribadi, dendam, semuanya.Termasuk elo! He eh, elo yang lagi baca..hihihihihihi.

Yang ada di IHA itu, Sam&Cesca, Lushka&Mithya, Maul, Lunara, Adriel&Shifra, MucikaRie, Mbak Bawang *hihihihi, nama kerennya: Orion*, Juminten bakul Jamoe, Jakebul aka Jezz. Sebenarnya kita ga maen genk-genk an, hanya saja entah kenapa kita ngeklik satu sama lain.

Jadiiii, kalau lo ngerasa absurd, jangan berani menolak kalo satu saat kami jangkar. Mungkin kebahagiaan lo berawal dari sini. Hueeheheehehehe

Oh ya, di AbAv, ada beberapa kategori tulisan, yang ga tertutup kemungkinan akan bertambah (amit-amit berkurang), antara lain:

1. Gotcha

2. Diversity


3. Pensieve


4. How gay are you?

5. Do you know

6. Nyampah



Heheheh. Nuff said. I love my AbAv.

Sabtu, 19 September 2009

Mithya....

Mithya lagi ngediemin gue gara-gara lagi-lagi gue ninggal tidur. Jangan berani ketawa apalagi nyengir lo. Gue lempar knalpot kalo berani nyengir.

B, sumpah aku ga ngereject telephone kamu semalem. Bahkan sampai 6x? Sumpah. Engga.

Alasan aku ga nelpon kamu lagi setelah kamu telp, aku ga suka kamu bentak dan ditutup telp.nya kaya gitu. Kamu tau, kita sama-sama lagi ga enak badan kan? Bukan aku ga peduli sama kamu ya? Tapi aku ga suka, bangun terus dibentak orang, dituduh ngereject. Abis itu kamu sms, minta aku dengan bilang dengan descent kalo aku ga mau telp. Aku bahkan udah bilang ama kamu, maaf aku ketiduran.

Lo jangan pada mikir, gue lagi mamer beranteman dan jangan juga kelintas di kepala lo…”iih, apaaan sih, kaya gituan aja diumbar di blog” . Awas , gue lempar knalpot ama motornya sekalian. Eh, jangan juga mikir…”siapa juga yang mikir kaya gitu. Ke GR an lo” Gue lempar lembing ama athletnya kalo lo berani mikir gitu.

B, we need to talk.

Minggu, 06 September 2009

5th post

Kalau Lushka bilang kangen tulisan gue di blog ini, gue sebenernya lebih kangen lagi dengan tulisan Lushka di blog pribadinya.

Gue emang punya lebih dari 5 blog, tapi kalau urusan update posting tergantung mood dan adanya waktu untuk ngetik depan laptop atau ngga. Kita berdua bisa dibilang orang yang suka banget nulis kalo ngga mau dibilang banci curhat kaya pengakuan Lushka =P. Bedanya, karena pekerjaan Lushka seharian masih terhubung dengan komputer dan internet, dia lebih mudah langsung posting ke blog. Sedangkan gue yang mobile lebih prepare dengan satu buku tulis dan bolpen di tas. That way, setiap gue ada keinginan menulis, gue tinggal ngeluarin si buku dan mulai menulis dimana aja dan kapan aja.

Lushka ini dulu termasuk aktif di blog pribadinya sebelum ada blog ini. I love to read her writings. Orangnya emosional..hihihi...image-image yang dia buat selalu ngena dan meaningful. Tulisan-tulisannya juga ngga melulu harus ngelucu. Kalau disini Lushka jadi “terlalu” periang. Ngga papa sih. Tulisan Lushka selalu bikin gue ngakak parah. Kadang bahkan gue yang request kalau kita berdua punya pengalaman gokil supaya dia yang nulis di blog. Coz she always nailed it! Asal dia masih suka update blog pribadinya yang colorful itu aja. Sayangnya ngga..apa dia jadi terlalu bahagia semenjak pacaran sama gue? Huehehe...

Jiwa kamu kayak ada yang mati, Lush...apalagi semenjak...kamu tau lah...yang aku dari seminggu kemarin uring-uringan dengan satu hal tertentu. Pacar gue bukan badut. Dia penulis yang hebat and I missed that. You know its not you..aku bener-bener merasa kamu dimanfaatkan..

Mungkin juga alasan dia males update karena semenjak dia pindah ke blogger, blog friendsternya ngga bisa dipindahin ke blog barunya. I know how that feel. Karena dulu waktu pindahan dari friendster ke blogger, gue bela-belain pindahin 500 post gue satu-satu. It took me the whole 2 weeks to do that. Sekarang Lushka minta tolong gue yang pindahin satu-satu postingan dia dari friendster ke blogger dia hehe...I dont mind. Apa ada yang tau udah ada converter post dari friendster ke blogger? Alasan lainnya Lushka susah manage lebih dari satu blog adalah pekerjaannya semakin banyak dan dia ngga punya waktu untuk nulis.

Gue sih dengan senang hati bantuin. Soalnya sambil baca semua post Lushka sambil pindahin satu-satu itu menyenangkan =)

Jangan berhenti nulis di blog pribadi kamu Lush...kamu pikir kenapa aku punya blog banyak...I know how it feel kalau rasanya ada hal-hal yang hanya bisa diungkapkan di tempat-tempat tertentu. Ditunggu ya blog pribadi kamu aktif lagi..

Oiya, ini post ke-5 gue dari tantangan Lushka...

Kamis, 03 September 2009

Dari hasil rekapitulasi yang dilakukan Mithya, ternyata dari 400 postingan fried durian, 300 diantaranya, saya Lushka yang menulis. Holly GOAT! Gue banci curhat! mengerikan! Hhh

Karena itu, untuk mendorong Mithya memberikan kontribusi lebih pada Fried Durian, dengan ini saya menantang Mithya marathon posting. Minimal 50 postingan!! Hahahahaha. *toloong, saya mau dicekik Mithyaa...hihi*

Engga 50 deh...30?gimana?...ya udah 20?..cck, ya wis 5 aja!!

Sebelum Mithya ngepost 5 tulisan, saya sementara waktu vakum cleaner eh vakum menulis,sekaligus belajar ngerem jadi banci mamer, banci curhat dan banci disko-walaupun-saya-tidak-bisa-disco

Selasa, 25 Agustus 2009

Stop Press! www.frieddurian.blogspot.com

Dear All,

Pertama-tama kami berdua mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kunjungan , komentar dan segala bentuk apresiasi pada blog kami, www.frieddurian.blogspot.com.

Dan pada akhirnya di bulan ini, kami harus mengakui kebohongan kami dan memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pembaca sekalian. Sebenarnya kami adalah pasangan heteroseksual, suami istri yang sudah menikah selama 30 tahun dengan 3 orang anak. Putri kami yang paling besar sudah menikah dan tinggal di London. Kedua anak kami yang lain, perempuan dan laki-laki, keduanya masih duduk di bangku kuliah, di Jakarta.

Alasan kami membuat blog ini semata-mata untuk bahan penelitian, kami berdua merupakan ilmuwan seksologi. Teman-teman yang sudah 'kopi darat' dengan 'kami', mohon dimengerti, kedua orang yang kalian temui adalah mahasiswi yang kebetulan memang pasangan lesbian dan bersedia berperan sebagai kami.

Banyak hal yang telah kami dapatkan dan kami pelajari. Betapa menariknya interaksi kehidupan manusia di planet bumi, semoga kajian ilmiah ini dapat berguna nantinya di planet asal kami . Hasil penelitian akan di terbitkan di bulletin ilmiah Planet kami, Planet Orx, sebelah timur Matahari, 250 milyar tahun cahaya dari bumi. Segera, sebelum matahari terbit, kami akan kembali ke planet kami, mungkin sebelumnya kami akan mengunjungi Autobots.

Dengan demikian, www.frieddurian.blogspot.com akan kami serah terimakan pengelolaannya di tangan dua perempuan itu (Mithya & Lushka – manusia). Jika kalian merindukan kami, tataplah satu bintang di langit dan nyanyikan lagu 'I love you, you love me, we are a happy family". Maka, radar kami akan menangkap pesan kalian. We love you too.

Well, time to go. Starscream menunggu kunjungan kami.

Xoxo,

"Mithya" Gren & "Lushka" Prix

Ps. Mengenai anak-anak kami. Kami juga menganut paham demokratis, anak-anak memutuskan untuk tetap tinggal di planet bumi karena setelah kunjungan terakhir mereka ke planet Orx untuk menjenguk buyutnya, mereka merasa tidak nyaman, terutama karena ketiadaan selai kacang.

Senin, 22 Juni 2009

Lo GR kan kalo gue GR lo GR

Ini adalah ke'GR'annya orang ke'GR'an.

Sumpah, gue keGRan kalo lo nguntit kita, kalo lo terinsipirasi dari kita. hahaha.

Sejauh ini, keitung udah 3 subject yang gue nyadar lo intilin.
Racun, science dan Tuhan.

ps.
Mithya nitip pesen ke gue, "Ayang, jangan dikasih makan ikannya, biar kurus, terus seminggu lagi kita tahlilan 3 harian dia". Hahahahaha. Siap Bos.

Jumat, 01 Mei 2009

Prakata

Semalem ada yang nanya, fried durian dalam sehari dikunjungi berapa ratus orang? Gue bingung jawabnya, karena gue yakin banget ga nyampe 100 dan emang ga ngarep dapet pengunjung sampe ratusan sehari. Yang nyangkut, nyangkutlah..itu nasib kalian dan gue. hehehehe.

Eniwei, berapapun dan siapapun yang cukup beruntung (! Atau sial?) nyangkut disini, kami berdua sangat appreciate atas kehadiran anda-anda sekalian. Semoga fried durian ga bikin kalian eneg, darah tinggi, kolesterol,asam urat dan stroke. Kalaupun itu terjadi, ya itulah derita lo. Huheee! Becandaaaaaa

Thanks for coming, thanks for the comments, terimakasih sudah menjadikan kami merasa berarti. Take care!

Seperti kata pepatah, 'Watch your back- tas lo robek', berhati-hatilah dalam perjalanan. Jaga barang anda,jangan sampai berpindah tangan. (Nah, berasa di bis,kan lo?hihihi)

ps.SB,gw ga tau jumlah tepatnya pengunjung FD,tapi yang gw tau, dari segelintir manusia itu, ada pengunjung tetapnya setiap hari, yaitu gw sendiri!hihihi.

Rabu, 15 April 2009

Miss ur private blog

Aku seneng deh kamu mulai blogging lagi di blog pribadi kamu. Kangen sama tulisan-tulisan kamu =)

Minggu, 29 Maret 2009

tweer

Gue udah jadi pengguna twitter lama dan cukup puas karena bisa tau kabar temen-temen gue dengan cepat dan tanpa perlu ditanya dulu. Sangat efisien. Gue ngga perlu jadi pen-twitter aktif, hanya perlu ngebaca what’s up with my fella.

Gue hampir mempertimbangkan apakah perlu gue menggunakan twitter disini? Tapi setelah mikir-mikir, ya olo...gue ketawan banget ngga punya kehidupan selain dunia homo gue kalo sering update. Hahaha..Twitter gue aja ke update 2 minggu sekali udah hebat. Itu juga udah tersambung otomatis dengan shout out milik facebook. Yah, mengingat gue orang yang sangat terkoordinasi dengan pembagian identitas capek aja bolak balik ganti id, keluar masuk twitter cuma untuk “mamer” what I’m doing right now. Kalo jadi iklan KB, satu twitter cukup.


Hmm..kalo yang punya twitter hanya satu spesial untuk dunia homonya? What should I think of them?


Ah, about the picture I post, no hard feeling buat twitter. Cuma suka gambarnya.

Minggu, 15 Maret 2009

BASI

BASI yang kalian sebarkan semakin busuk tercium. MASAK yang baru!

Selasa, 03 Maret 2009

Anonymus

Gue bertanya-tanya apa yang menyebabkan gue punya sumbu yang begitu pendek khusus di blog ini. Ternyata anonimitas gue yang bertanggung jawab.
Baru belajar di dunia blog lesbian, yang menurut gue termasuk hitungan dunia “bawah”. Masih banyak yang pake nickname untuk menyembunyikan identitas. Orang-orang jadi lebih bebas berpendapat (dan terkadang ngga sopan) dan lebih bebas menunjukkan emosi. Gue boleh jadi siapa pun yang gue mau.

Sering ngga sadar karena merasa dilindungi sama anonimitas ini, seenak-enak udel bodongnya ketika berbicara. Itu yang terjadi juga sama gue ketika gue memutuskan untuk menyerang daripada diam.

Di dunia blog “atas” semuanya menelanjangi diri dan mempertaruhkan nama. Lebih terhormat, menurut gue. Pengecut, mungkin ada ketika gue memilah dan memilih kata dan pendapat yang gue keluarkan di blog “atas”, tapi tentu aja lebih nikmat if we nailed it.

Sabtu, 07 Februari 2009

MIND YOUR OWN BUSINESS, PEOPLE!


Pagi-pagi, kakak gue masuk kamar gue nan gelap gulita itu..mendapati gue lagi megang-megang hape * lagi blogwalking, maen game*..dia mau minta kertas A4

Sambil terus jalan sesekali melompati ranjau *jacket, tas, botol aqua, earphone, kotak cd, dia komentar, 'Kamu telponan ama siapa sih? Misterius..pacar ga pernah dikenalin. Tapi telponan terus..Misterius"

Disini ngejawab .."ih, emang sekarang lagi telponan? emang hape cuma buat telponan?"
Disana ngebales, "abis kamu tiap hari pegang-pegang hape mulu....", sambil keluar kamar.
Disini (dalam hati).."dari pada pegang-pegang titit..hihihihihi...ga punya dan ga pengen juga".


Oh, jangan sampai pagi-pagi meradang...dear gawd!!
MIND YOUR OWN BUSINESS, PEOPLE!


*ini orang yang sama, yang suatu siang setelah gue pulang ketemuan ama Mithya, dia bilang 'you slept with her, ya...?!!'...huehahahahhaha...dengkul gue langsung lemes, dalam hati ngejawab lirih 'iyeeee...'

*orangnya drama banget ya, perhatikan penggunaan kata misterius.. hehehehehe.