Halaman

Tampilkan postingan dengan label restoran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label restoran. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 September 2010

Huize Trivelli and wisata kuliner jadul lainnya


Libur pertama lebaran, dihabisin guling-guling browsing di kasur. Leptop+modem (unlimited!) punya kantor yang disuruh bawa pulang buat kerja dadakan malah dinodai dengan donlod ga jelas hehehe.
Abis browsing dari panduan menjahit buat pemula, baca blog ibu-ibu bule yang nampaknya menyenangkan sekali, terakhir nyungsep di Sahabat Museum (dot) com, iseng ngulik kegiatan apa yang lagi mereka punya, ternyata udah ga update lagi. Huh. Sayang sekali.



Pas mau cuz, mata iseng ngelirik review kuliners (hehehe. so meee). Lagi ngebahas Huize Trivelli Heritage Resto and Patissier
Menarik! Resto ini menawarkan tempat kuliner dengan nuansa tempo doeloe. Ahhh. Begitu masuk webnya, KEREN gilak.. Keliatan professional banget. Kalo ga inget bulan puasa, pengen nyulik Mithya sekarang juga dan lunch disana. hihii. Menunya cita rasa Belanda jaman dulu. Udah drooling aja ngeliat gambarnya. Definitely musti nyobain cream soupnya. Denger-denger ada menu paket buat berbanyak. Yuuk.

Gue suka banget kuliner yang ada nuansa jadulnya ..hihi... Kita pernah ke Miranda Steak di Menteng, begitu masuk langsung ke bawa ke tahun 60an. Mana waitress & floor managernya juga angkatan lama. hihihi.. Terus banyak oma-opa nostalgia di situ. Rasa rumahan sekali. Recommended. Romantiiiiiis. Kita sempet beberapa kali ngerayain anniversary bulanan disitu. =). Tau Miranda dari koran Kompas.

Terus ada juga Kikugawa di daerah Cikini, kalau ini resto Jepang yang katanya pertama di Jakarta. Sekali lagi dapat rekomendasi dari koran Kompas. Hehe. Restonya mungil, jadul, tapi pelayanannya superb. Rasa juga original banget. Yang ngaku pecinta Sushi, dkk, jangan lupa mampir ke sini sesekali. This is where we celebrated our 1st anniversary and the beginning of my sushi addiction.

House of Ipoh, di Wahid Hasyim, masih Jakarta Pusat. Spesialisasi'nya masakan melayu-malaysia. Yummy. Cozy ambiance. Keliatan mahal, fine dining gitu. Tapi ga gitu mahal ternyata. Standard lah. 150an ribu berdua, udah dapat main course yang guede, enak dan kenyang, dessert plus refill minuman.
Nah, disinilah kita mendapatkan nama Fried Durian. Itu dessert yang kita pilih. Rasanya alamakjaaaaan endang bambang! Begitu juga blog ini kan? hihi *minta dilempar bakiak* iiiih. biarin siiih. Blog-blog gue jugaaa. hehe

So...next destination is Huize Trivelli , Jl. Tanah Abang no 108.
Pacaaaar, yuuuuuuk.

#nunggu gajian aja deh, biar lebih free worry kalo mau icip-icip menu hihihi

Minggu, 26 April 2009

@Melly's

Kelaperan abis ikut basian NETWORK 21, kita makan di Melly's.
Rekomen dari salah satu temen L,katanya tempatnya lumayan enak,terjangkau dan gay friendly.

Akhirnya kesampaian juga, gue pesen Tom Yum Kung, mithya pesen Chicken Teriyakki, harga makanan kira-kira 25rb, minuman 7-25rb.
Tempat duduk cukup banyak, bahkan kita duduk di corner lesehan, ada maenan macam2, ada UNO, scrabble, halma, kartu remi, puzzle dan buku-buku yang bisa dibaca di tempat.

Well,bener kata temen gw, enak buat nongkrong tapi kurang nendang buat makan. Harga dengan porsi yang terlalu pelit, kemahalan untuk tempat kaya gini.

Notes dari Mithya:
Kita mesen lagi satu piring french fries. Sayangnya rasanya ngga enak. Dibanding dengan teriyaki dan Tom Yam-nya yang gurih, si french fries rasanya hambar dan kaya pake kentang murahan.
Ketika kami dateng kebetulan si empunya lagi buat arisan dengan teman-temannya. Ribut. Annoying. Berhubung gue masih asik-asik aja main sama Lushka, ributnya ngga terlalu ketara kalau ngga diperhatiin.
Buat gue yang fun cuma games-games yang disediakan untuk pelanggan. Gue ngajarin Lushka main Uno dan sebaliknya Lushka ngajarin gue main congklak. Seru. I'd go there again buat main-main lagi.