Laman

Sabtu, 29 Mei 2010

Glee!


I need to address this. Gue bukan Gleek sebelum Lushka yang nge-fans duluan. Yep, gue nonton Glee lebih dulu yang season 1 part 1 (episode 1-13), tapi itu juga dengan acuh-tak-acuh-tapi-rutin tiap hari Rabu malem duduk dengan manis depan TV. Gue bahkan ngga ambil pusing dengan dialognya. Gue cuma suka dengan lagu-lagu cover yang mereka punya. Karena terus terang untuk seorang penggilaTV series, Glee itu berantakan banget. Alur cerita bolong-bolong, fast pace teen dialogue, ngga peduli dengan background atau penyelesaian masalah, ngga begitu perduli dengan ketepatan sifat karakter dan overall membingungkan.


Tapi sebagai penggila musik, I find that lagu-lagu Glee terdiri dari lagu-lagu showtunes broadway, classic 90’s atau para pemegang chart top 10 billboard yang dibalut ulang dalam bentuk pop dan show choir, jadi sangat menyenangkan. Koleksi dan ilmu musik gue nambah ^^. Gue memperkenalkan Lushka dengan Glee juga lewat lagu-lagunya dulu yang udah gue download in advance sebelum nonton episodenya. Waktu itu memang jadwal tayang di TV kabel Asia beda 10 bulan dengan yang di US. Lushka juga awalnya dengerin lagu-lagu Glee dengan acuh tak acuh. Gue gatel juga. Udah beberapa kali gue berusaha bikin Lushka jadi TV series nerd kaya gue. Semuanya gagal. Salah banget TV series pertama yang gue ajukan itu The L Word. Ceritanya kan Lushka itu rookie pada waktu itu hahaha...I thought she oughta know what girls on girls action looks like =D Ngga sampe seperempat season, Lushka udah mau bunuh diri ngeliat drama cewek lesbian buahahaha...gue juga sebenernya terus-terusan nonton TLW karena keburu ngikutin aja. Not a fan of the work.

Setelah itu gue penasaran, pilih-pilih genre apa yang tepat buat Lushka. Kesukaan gue dan dia bener-bener beda. Kalau TLW aja dia males, apalagi macem CSI, NCIS, atau Dexter. Lushka sendiri ngaku coba untuk enjoy nonton Desperate Housewives dan Supernatural (minjem dari kantornya. Gue ngga ngerti kenapa kantor kok punya DVD), tapi baru setengah season, Lushka nyerah lagi.

Gue pun semakin semangat dan tambah penasaran. Akhirnya gue coba minjemin Grey’s anatomy. Fab! Dia tahan nonton sampe 3 season sebelum akhirnya nyerah dengan penyakit “drama overload” *sigh* Mulai saat itu Lushka gue nobatkan sebagai cewek sinis, hehehe...

Glee udah jadi “charity case” gue ke dia. Gue udah terserah-kamu-mau-suka-atau-ngga. Apalagi kan gue ngga punya DVD-nya. Gue rela beliin khusus buat dia. Ssstt...gue bersyukur banget waktu gue beli episode 1-13 udah dipadetin jadi 3 DVD. Waktu itu sebenernya ngga rela juga ngeluarin uang untuk Glee hahaha..kualat banget deh gue.

Mana gue sangka kalau besok paginya Lushka nelpon gue sebelum ngantor sambil nonton Glee ketawa-ketawa. Serius gue SHOCK. Dia bahkan menceritakan ulang episode yang dia tonton (dimana gue baru tau kalau dialog-dialog Glee itu sebenernya witty banget), gue tekankan, CERITA ULANG. Gue ngomongin seorang cewek yang kalo ditanya,

M: How’s your day honey?

L: OK

M: Anything interesting happened?

L: Ngga. Biasa aja

M: Emang ngga ada yang lucu atau seru atau siapa kek yang bikin kamu kesel?

L: ngga

M: o.0 Hello...!?

Kurang lebih kalau mau nanya Lushka "how was her day", gue harus berperan sebagai seorang psikolog lagi probing anak umur 7 tahun yang ignoran ~~’. Dan tiba-tiba hari itu dia bawel ngomongin Glee, ngomongin lagu-lagu apa aja yang dia suka (katanya sekarang lagu yang gue kasih baru punya makna setelah nonton), HAPAL dengan dialognya PLUS Mr. Kurt Hummel yang jadi favorit dia. Gue SHOCK.

Then gue ngerasa seneng banget. AKHIRNYA. Ada satu hal yang gue dan Lushka sama-sama suka. Walaupun maksudnya buat gue TV series secara general dan buat Lushka khusus Glee aja. Gue seneng denger dia excited. Lushka ngga berhenti ngomongin Glee selama beberapa hari. Dia bahkan minta ditemenin nonton Glee lewat telepon. Serius, buat gue itu keajaiban alam. Gue belajar suka Glee dari Lushka. Lushka ngebombardir gue dengan segala info tentang Glee. Gue bahkan udah dua kali menikmati nonton bareng dirumah marathon Glee sambil nyanyi bareng, mouthing dialog Glee dan nari-nari ngikutin dance-nya ~~’. IT WAS A BLISS.

Tapi sekarang keadaannya kebalik. Lushka masih di level euphoria yang sama. Gue...melonjak ke obsesi yang ngga sehat. Diawali dari satu dialog yang sekarang jadi salah satu lines paling terkenal diantara para Gleek. “If it were, Santana and I would be dating” –Brittany 1.13 Sectionals. And just like that I become a Glee whore. Gue terobsesi dengan betapa homo-nya series ini.
Karakter homo dan bisexual? Ada.
Persamaan hak minoritas (sexuality and race)? Ada.
Penulis gay? Ada.
Pemain gay? Banyak.
Glee lebih homo dari TLW maupun QAF. I assure you that.

Next thing I know, gue ngebuat tumblr khusus untuk Glee. Being part of the shippers community. Baca SEMUA fanfiction Glee dan temenan dengan para penulisnya. Bahkan gue anggota official website Glee. =P *sigh* Anything that could make us feel happy should be embraced. Hahahaha..

I definitely blame my queerness for being a Gleek. Brittana rules!

note: Sekarang Lushka sambil nungguin gue download episode Glee terbaru tiap minggu, ngefans sama Lost. Gue pinjemin sekaligus 5 season DVD punya gue =P oh yessss...victory is sweet!

Lushka titip minta dikasih tau ke orang-orang kalau sekarang dia terobsesi dengan pusernya Puck. "Puck is my new hero" katanya ~~'

2 komentar:

Mithya mengatakan...

Iya, Puck keren. Apalagi yang di episode funk, yang belum kamu tonton hehe..

Lushka mengatakan...

HUH. Aku udah punya LENGKAP! LENGKAP.
tapi kompie sialan itu meleduk di saat yang dibutuhkan. cck.cck. Kapan sih kamu sembuhnya, yuk nonton bareng lagiiii. Ayang, cepet sembuh doooong. Ya, ya, ya?