Halaman

Tampilkan postingan dengan label sex toys. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sex toys. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Agustus 2010

Sex Fantasy

I was just thinking, berhubung lagi baca fanfictionl ebih khusyu daripada baca alquran (woops), gue sering nemuin topik-topik yang berhubungan dengan Sex Fantasy. Maksud Sex Fantasy disini dalam arti luas. Misalnya apa sih impian atau keinginan lo yang berhubungan dengan lokasi, kostum, berapa jumlah partner sampai *ehm* toys ketika berhubungan seksual. Bukan suatu hal yang baru sebenernya di kuping gue, tapi baru dipikirin. Udah beberapa kali masuk ke obrolan antara temen cewek juga selama bertahun-tahun, tapi setiap pertanyaan itu ditujukan ke gue...otak gue blank. Kesan yang gue dapat, setiap orang pasti punya sex fantasy. Iya kah? Temen-temen gue yang sepertinya udah sangat memikirkan hal ini (hehe) semua punya jawaban yang menarik.

Sayangnya belum ada yang jawab kayak menghayal jadi Han Solo dan Princess Leia Star Wars (coz God, that's nerdy and too kinky), tapi rata-rata menjawab berhubungan dengan lokasi dimana paling penasaran melakukan hubungan seks. Jawabannya beragam mulai dari kamar mandi, diatas meja, sofa, sampai ke alam bebas seperti hutan dan pantai. Hold it, gue agak sewot sama yang jawab di pantai. Seriously, yang ngejawab their sex fantasy is on the beach BUANYAK banget. Ngga bohong. Gue selalu nanya dimana letak “menyenangkannya?” dan rata-rata jawabnya “Sexy”.


LoL Yeah right, wait till you get sands on your ass atau on your..you know..hihi..we’ll see if that what you call sexy. Gue juga heran kok bisa-bisanya mereka lupa kalau pasir itu kasar dan panas. Yah, setidaknya pasir di Jakarta hehehe...anyway, gue cuma mengutarakan pendapat aja. Who knows what turns you on or rub you off or whatever. Setiap orang beda-beda. Gue pribadi sih akan merasa sangat terganggu doing “it” di pantai. Though I'm a beach person lho..=D

Ok, back to what I'm thinking, tentang setiap orang punya sex fantasy. Sekali lagi, iya kah? Ada ngga diantara kalian yang ngga punya sex fantasy? Kalau ngga punya, would it be weird? Should I have one? Or two? Haha...not that I'm a boring person..some of the place I said diatas, been there, done that. Permasalahannya adalah kok gue ngga punya...imajinasi atau keinginan yang berhubungan dengan hal ini. Mungkin kepribadian gue yang terlalu kalkulasi keadaan bikin otak gue ngga berkerja dengan baik untuk diajak menghayal. Come to think of...gue kayaknya belum nanya sex fantasy Lushka apa..hmm...*langsung telpon Lushka*

Selasa, 03 Februari 2009

Strap on

Beberapa hari yang lalu gue mendownload video bokep lesbian yang menggunakan strap on. Itu lho, mainan sex berbentuk penis atau mirip penis yang diikatkan ke bagian kelamin. Gue dari dulu penasaran ngeliat bagaimana para lesbian ini menggunakan strap on. Ceritanya supaya ngga capek pake tangan, si pemakai strap on tinggal maju mundurin pinggang sambil menyetubuhi pasangannya. Yah, menyerupai hubungan seks perempuan dan laki-laki.

Rasanya seperti menonton video lawak. Mosok toh si dildo diisep-isep dulu dalam waktu yang sangat lama and note this: si pemakai strap on gayanya seperti menikmati layaknya cowok yang sedang di Blow Job. Pemandangan yang aneh. The licking, i get it. Some kind of act of natural lubricating. But the pleasure face the other women had? Maksudnya apa?

Hal yang terpikir kedua adalah, betapa (andaikan penggunanya pasangan lesbian) mereka sebenarnya merendahkan konsep orientasi seksual diri mereka sendiri. Tentu saja pasti ada pasangan lesbian diluar sana yang menggunakan strap on untuk berhubungan seksual. Ngakunya lesbi dan tidak tertarik dengan laki-laki sama sekali, tetapi mereka malah melakukan hubungan intim menggunakan benda yang bentuknya alat kelamin laki-laki. That’s a mind puzzle. Jadi kalo ada cewek bertitit, lesbian-lesbian ini mau?

Ceritanya akan berbeda kalau strap on atau dildo yang digunakan tidak berbentuk persis seperti penis. Seperti yang dulu pernah gue post tentang sebuah vibrator elegan berwarna-warni.
Tapi lagi-lagi jadi mikir, mau bagaimana juga kita jungkir balik, perempuan butuh penis (benda berbentuk silinder) dan laki-laki butuh vagina (benda berlubang) untuk urusan biologis yang satu ini.

Boong banget kalau seumur hidup lo hanya akan mau menikmati bermain-main dengan jari dan klitoris. Atau lo mau berhubungan seks dengan memasukkan benda-benda berbentuk bintang? mobil? atau buku? Nope, you ought to pick a cylinder. It's just the way it is. Kebutuhan jenis kelamin masing-masing terhadap jenis kelamin yang berlawanan tidak mungkin terelakkan seperti lo butuh makan untuk hidup. Setiap manusia dilahirkan dengan organ seks yang saling membutuhkan organ seks yang lain. Ngga bisa ditawar-tawar lagi.

Selasa, 05 Agustus 2008

Little something to someone, anyone?

As I was browsing through other people blog I found something really interesting. It's not something that I think sold freely in Indonesia, tapi menarik buat gue show off disini.

I think we all know dengan yang namanya vibrator atau dildo. Kalo di luar memang dijual secara explisit di toko-toko khusus, sedangkan kalo di Indo gue kurang tau deh.

I stumbled to this "toy" yang dikasih nama "little gold" etc yang dikeluarin sama Little something series. Iklannya rata-rata ngomongin tentang kelebihan vibrator ini yang berwarna-warna elegan, kecil, dan ngga berbentuk seperti ..well you know..Mr.P. Bisa dibawa-bawa dalam dompet dan kalau keliatan pun, bentuknya emang seperti alat kosmetik biasa. Untuk yang Gold 24K harganya mencapai $325!







Bahkan kalau di website para lez, bentuknya yang ngga kaya Mr.P itu yang jadi penarik perhatian nomer satu. Katanya buat variasi, bisa didinginkan dulu didalem lemari es. Hihihi...ada-ada aja deh jaman sekarang.