Halaman

Sabtu, 10 Januari 2015

It's a good week for Gleeks, Valkubus, Brittana, Quinntana, Korrasami and Shoot shippers


NOT A FREE SPOILER POST

Post kali ini temanya khusus tentang what's going down di dunia fangirl/fandom femslash minggu ini dari pengalaman gue pribadi karena rasanya visual sensori gue dibombardir dengan hal-hal yang menyenangkan seminggu ini. Buat yang lupa atau ngga ngerti apa itu fandom dan nama-nama yang gue sebut di judul bisa ngintip post gue di SINI untuk di-refresh memorinya. 

Sebagai info tambahan, Femslash itu sebutan untuk pasangan sesama karakter cewek di cerita fiksi. Diambil dari kode F/F (Femslash) di penulisan deskripsi fanfiction yang artinya "Female with Female".

Sebelumnya gue mau shameless self promotion dulu. Akhirnya gue berhasil menambah satu chapter lagi di fanfic Quinntana yang gue tulis bareng Elle. Udah lama banget dari terakhir update hahaha..maklum, banyak hal yang bikin susah untuk duduk dan konsentrasi selama berhari-hari untuk nyusun ceritanya. Saat ini udah ada 80 followers dan berharap dengan seiring bertambahnya chapter, followersnya juga tambah banyak ^^ Senang! Soalnya ini pertama kalinya gue ngebuat fanfic bersambung =P 

Mohon dikunjungi di SINI and leave some review ya ^^

Nah, having those things aside, selanjutnya yang akan gue bahas ngga bebas spoiler sama sekali. Jadi buat yang belum nonton Glee 6x02, Lost Girl 5x05, Series finale Legend Of Korra & Person of Interest 4x11 baiknya sih ngga melanjutkan baca. Udah gue kasih warning ya...spoiler-nya nga pake rem soalnya. Secara keseluruhan sih akan tetep membingungkan kalau lo ngga familiar dengan dunia fangirl hehe..Oh satu lagi, dunia fangirl/fandom itu hiperbol banget. Tapi kalau ngga peduli, let's start it!

Mari dimulai dari Glee karena hari ini setelah hiatus selama 8 bulan, akhirnya mereka tayang lagi! Antara seneng dan sedih sih karena ini season terakhir mereka. Di luar dugaan gue yang udah merendahkan ekspetansi serendah mungkin, ternyata dua episode premiere back to back mereka ngga buruk-buruk amat. Bahkan sepertinya RIB (Ryan Murphy, Ian Brennan & Brad Falchuk; penulis dan produser Glee) abis-abisan mau manjain Gleeks yang (ngakunya) sakit hati bertahun-tahun karena para penulis script-nya selama dua tahun terakhir agak seenak udel. 

Gue ngga becanda kalau bilang masih lebih banyak fanfiction Glee yang alur dan ide ceritanya lebih bagus dari Glee sendiri XD Eh, BTW, selama lima tahun Glee masih menjuarai fanfiction.net sebagai TV show yang paling banyak fanfictionnya. Sejauh ini ada lebih 107.000 judul dan akan terus bertambah. Bayangin deh tuh kenyangnya kayak apa kalau mau dibaca satu-satu.

Ngomonin Glee pastinya ngga mungkin ngga nyebut Brittana. Para fans Brittana dari malem banyak yang ngga bisa tidur cuma karena mikirin pasangan favorit mereka akhirnya balik ke layar TV. And Brittana was as cute as ever.


Yang ngagetin dan bikin tumblr meledak itu waktu ditayangin promo untuk episode minggu depan, and see for yourself.


Gue rasa semua fans Brittana di detik itu dapet serangan jantung karena terlalu happy. Gue sih cuma langsung gigit kepalan tangan. Asli. Ngga bohong waktu liat promo itu tangan gue langsung masuk mulut dan otak gue blank untuk beberapa detik XD 

Hal lain yang bikin SEMUA Gleek gigit jari; mau cewek, cowok, straight, gay, bisexual adalah waktu Unholy Trinity nyanyi lagu Problem - Ariana Grande. The.Highlight.Of.The.Hour.


Astaghfirullah aladzim...

Dan yang terakhir dan yang paling bikin fans Quinntana ngga berhenti "teriak-teriak" di Media Sosial (gue curiganya sih mereka juga beneran teriak di rumah masing-masing), waktu Sam ngebuat referensi tentang that two-time thing di episode I DO ;)



Next! Valkubus! Woop! =D

Valkubus ini singkatan dari pasangan Valkyrie dan Succubus dari acara Lost Girl. Kayaknya emang nasib gue kalau udah ngefans sama pasangan biasanya yang paling minoritas dari kumpulan fandom besar. Gue udah jadi Valkubus shipper dari dua tahun lalu waktu kebanyakan fans Lost Girl sibuk sama Doccubus (pasangan si Doctor sama si Succubus yang sama di Valkubus). Dengan sabarnya gue nunggu, dengan harapan tipis kalau suatu hari Valkubus jadi pasangan canon. And it happened. And it was GLORIOUS. 




Ketika Quinntana jadi canon, para fans Brittana yang ngga pernah nyadar akhirnya Jump Ship (pindah pasangan OTP) juga atau setidaknya bisa mengakui kalau Quinntana itu hot banget. Sama dengan ketika Valkubus canon, banyak fans Doccubus yang juga Jump Ship LoL!

Sayangnya waktu fans Valkubus lagi girang-girangnya merayakan penantian selama dua tahun itu, banyak fans Doccubus yang marah dan mulai caci maki di Media Sosial. Hahahaha..ya ginilah dunia fandom. Ngga jarang isinya orang-orang yang belum dewasa dan mungkin beneran anak-anak pra-remaja yang entah bagaimana ngerasa bahwa marah-marah dan berantem karena OTP itu normal. Hal kayak gini disebut Shipwar.

Kalau udah shipwar, yang berantem di internet ngga hanya antara fans, tapi kadang bisa kelewatan sampai para aktor dan aktrisnya kena damprat juga lewat twitter *facepalm*. Untungnya sih yang ikut-ikutan shipwar ini cuma sebagian kecil, tapi tetep bikin suasana fandom Lost Girl ngga enak untuk beberapa hari. Fans yang otaknya masih jalan kayak gue jadi sibuk saling nunjukkin support antar OTP hahaha..pokonya dramatis lah. Apalagi isinya rata-rata cewek. Duhhh...rempong.

Dua OTP terakhir sebenernya gue ngga nonton acaranya, tapi untuk Shoot (Shaw & Root), kenapa gue sebut karena ini salah satu OTP yang juga ditunggu-tunggu fansnya untuk jadi canon. Tapi nasibnya agak tragis. Setelah kissing pertama kali, tanpa ada deklarasi perasaan apa pun, salah satunya mati ditembak musuh XD 



Why it's in my radar, karena Shoot ini pasangan antara aktris Amy Acker dan Sarah Shahi. Which in my brain they are Winifred dari Angel dan Carmen dari The L Word hehe...beda acara sama sekali, macam beda dunia tapi bodo amet.

Terakhir, Korrasami kayaknya pantes untuk disebut honorary mention minggu ini karena pertama kalinya di sejarah kartun buatan amerika, ada tokoh utama cewek yang pahlawan dan gay. Congrats! And happy for the fans =)



Kalau mau dibandingin dengan lima tahun yang lalu, sebelum masanya Glee, pasangan OTP femslash terbatas di acara-acara TV macam The L Word yang ditayangin di stasiun-stasiun tertentu dengan sasaran penonton spesifik. Sekarang pasangan LGBT ada di acara-acara utama TV bahkan dengan tema kekeluargaan. Karakter-karakternya jadi lebih manusiawi dan ngga dibedakan dengan karakter-karakter hetero. Alur cerita para karakter ini pun udah ngga perlu hanya ngomongin tentang coming out atau masalah siapa yang mereka pacarin lagi. 

Things are looking up and easier indeed, queers ;)

So, what's going down with your OTP lately?

Kamis, 06 November 2014

When an episode of a stupid teen drama TV show about vampires hit you right in the feels

Setelah nonton The Vampire Diaries S06E05 jadi mellow parah dan kebetulan iTunes shuffle lagu yang nendang banget sama perasaan gue sekarang.

Well, I'll wait till you listen
I wont say a word
to follow your instincts
would just never worked for me
you're silent but strong, (yeah, I'm playing that card)
and you're noticing nothing again

Now I'm lying on the table
with everything you said
keep that in mind the way that it felt
when the most I could do was to just blame myself

(Feel it out for once and feel nothing like everyone else)
when the most I could do was to just blame myself
and I know you know, everything
I know you didn't mean it
I know you didn't mean it

I know you know, everything (drop everything)
I know you didn't mean it (start it all over)
I know you didn't mean it (remember more then youd like to forget)

So, we're talking forever
and you almost feel better
but, betters no excuse for tonight
you see, it's never bad enough
to just leave or give up
but, its never good enough to feel right

Now I'm lying on the table
with everything you said
it will all catch up eventually
well, it caught up and honestly
the weight of my decisions
were impossible to hold
but they were never yours
they were never yours

Drop everything, start it all over
remember more then you'd like to forget [x2]


Would you like to forget?
would you like to forget?
drop everything, start it all over
well, drop everything start it all over (would you like to forget)
drop everything start it all over
start it all...

This Photograph is Proof (I Know You Know) by Taking Back Sunday

Selasa, 28 Oktober 2014

Yeah.

marketer always has something to celebrate, even if it doesn't relate.
I have subscribed to so many online shop and from their newsletter, you can see, they celebrate weekday or weekend or any little fucking things.
I kinda envy them, the online shop I mean, they never failed to make a-day so meaningful and ask you to celebrate with them and of course...empty your wallet. 
By then.....they will be happier. 

Jumat, 10 Oktober 2014

Kalau bukan gue (kita), siapa lagi?

Pasti temen-temen udah pada denger tentang kasus pembunuhan seorang perempuan Transgender di Australia beberapa hari yang lalu. Sedihnya, pembunuh perempuan itu ngga lain suami/tunangannya sendiri (setiap artikel penjelasannya beda-beda) yang berwarga-negara Australia. Atas dasar ngga bermaksud untuk membawa berita kasus ini makin dibicarakan untuk alasan yang salah, gue ngga akan nyebut nama korban atau detil pembunuhan..

Mungkin kalian sendiri juga udah terekspos dengan berita kasus ini baik melalui facebook maupun twitter. Yang memprihatinkan adalah komentar-komentar yang ditujukan kepada si korban. Atas dasar identitas seksualnya, banyak yang langsung menghujat kalau pembunuhannya terjadi ya karena korban seorang transgender. Mulai dari asumsi bahwa si suami/tunangan melakukan pembunuhan karena ngga tau korban dulunya seorang pria sampai mengatakan kalau pembunuhan itu merupakan bentuk azab dunia. Seriously people!? WOW.

Fortunately, di antara banyaknya artikel yang isinya cukup netral gue nemu satu artikel yang membahas tentang kejamnya komentar-komentar di internet tentang perempuan ini. Awalnya gue ragu untuk share karena banyak temen-temen gue sendiri di facebook yang kasih komentar negatif selama beberapa hari. Akhirnya gue beraniin diri dan share artikel tersebut di halaman facebook gue.

Siang ini Queen Alien ngeliat postingan tersebut dan kaget. Dia bilang, "Kamu ngapain sih naro-naro artikel kayak gitu di facebook? Nanti kamu dikira orang aneh."

Again, seriously?? Aneh karena nanti dikira gue juga transgender? Jadi artinya transgender itu orang aneh?

Gue ngga pake jeda langsung jawab, "Menurut Mithya artikel itu penting untuk di-share. Orang ngga boleh sembarangan komentar jahat tentang korban pembunuhan kalau ngga tau apa-apa."

Queen Alien ngejawab lagi dengan logikanya yang sangat judgmental,"Tapi kan dia...PSK..kelas atas?"

Gue ngga kaget sama sekali dengan komentar nyokap gue karena apa yang dia sebut ya tepat kenapa gue share artikel itu. Gue jawab lagi,

"Jadi orang boleh komentar tentang orang lain layaknya mereka pribadinya lebih baik dari si korban? Ma, Mithya itu bidangnya di Psikologi. Mithya kerjaannya ya ngurus dan ngelindungin orang-orang seperti mereka. Kalau bukan Mithya, siapa lagi?"

Selesai ngomong itu, gue langsung ngerasa deg-degan karena dengan segala prejudis dan (sedihnya) topik transgender di lingkungan kita yang sangat tabu gue ngerasa kayak baru ngelawan ribuan orang. Sama seperti ketika gue memutuskan untuk share artikel itu.

Tanpa bermaksud terdengar seperti orang Jumawa, jujur gue ngerasa bangga bisa stand up atas apa yang gue percaya benar. Because man, it was scary for me! Ngomong panjang lebar di twitter atau di blog anonimus tentang hal ini jauh lebih mudah daripada ketika gue harus berbicara di depan seseorang yang gue kenal. Ternyata mencoba untuk merubah sesuatu yang menurut kita ngga bener hanya "semudah" menekan tombol "share" di facebook atau speak up. Ketika gue bilang, "kalau bukan gue, siapa lagi" bukan berarti gue satu-satunya yang bisa melakukan ini. Tapi memang kalau bukan dari diri kita pribadi yang dengan berani memulai...apa kalian masih terus mau ngarep seumur hidup orang lain yang berubah tanpa ada pencetus? =)

Have a goodnight, Queers!


Senin, 01 September 2014

Kepada segenap rekan-rekan pengemudi sekalian...

Suka gemes sama semena-mena bawa kendaraannya.
Ini tolong dibaca PP No.43/1993   dan UU No 22/2009 untuk menjadi pedoman mendahului/menyalip kendaraan lain dan penggunaan lajur jalan. 

Untuk hak bis sekolah, penyeberang jalan, pengguna sepeda, itu sudah ada aturannya lho. Jadi kalo cukup cerdas untuk mengemudikan kendaraan, harusnya juga punya kemampuan untuk mematuhi aturan. 


----------------------------------------------
Peraturan Pemerintah No. 43/1993, tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan terdapat cara mendahului (yang baik dan benar).

Pasal 52
(1) Pengemudi yang akan melewati kendaraan lain harus mempunyai pandangan bebas dan menjaga ruang yang cukup bagi kendaraan yang dilewatinya.
(2) Pengemudi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), mengambil lajur atau jalur jalan sebelah kanan dari kendaraan yang dilewati.
(3) Dalam keadaan tertentu pengemudi sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat mengambil lajur atau jalur jalan sebelah kiri dengan tetap memperhatikan keselamatan lalu lintas.
(4) Keadaan tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) meliputi: 
    a. lajur sebelah kanan atau lajur paling kanan dalam keadaan macet;
    b. bermaksud akan belok kiri.
(5) Apabila kendaraan yang akan dilewati telah memberi isyarat akan mengambil lajur atau jalur jalan sebelah kanan, pengemudi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), pada saat yang bersamaan dilarang melewati kendaraan tersebut.

Pasal 53
Pengemudi harus memperlambat kendaraannya apabila akan melewati:
a. kendaraan umum yang sedang berada pada tempat turun-naik penumpang;
b. kendaraan tidak bermotor yang ditarik oleh hewan, hewan yang ditunggangi, atau hewan yang digiring.

Pasal 54
(1) Pengemudi mobil bus sekolah yang sedang berhenti untuk menurunkan dan/atau menaikkan akan sekolah wajib menyalakan tanda lampu berhenti mobil bus sekolah.
(2) Pengemudi kendaraan yang berada di belakang mobil bus sekolah yang sedang berhenti sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib menghentikan kendaraannya.

Pasal 55
Pengemudi dilarang melewati :
a.  kendaraan lain di persimpangan atau persilangan sebidang;
b. kendaraan lain yang sedang memberi kesempatan menyeberang kepada pejalan kaki atau pengendara sepeda.


*****
Undang-Undang No 22 Tahun 2009 Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 

Pasal 108, ayat  3
"Sepeda Motor, Kendaraan Bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan Kendaraan Tidak Bermotor berada pada lajur kiri Jalan."

 108 ayat 4 
"Penggunaan lajur sebelah kanan hanya diperuntukkan bagi Kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, akan membelok kanan, mengubah arah, atau mendahului Kendaraan lain."

***
Demikan disampaikan
Wahai kalian semua yang belum patuh aturan, berubahlah. 
Wassalam.

Jumat, 22 Agustus 2014

=)

Depression tells you there's no way out but it LIES.
 
Remember that. Depression lies. Depression tells you it is forever.
 
Depression tells you that you are worth nothing. But it lies.
 
It's the hardest thing you'll ever do, but stay strong.`

Rabu, 25 Juni 2014

Ga jadi lucu.

Gue semalem baru nonton "Cahaya dari Timur - Beta Maluku" (harus nontooon), sangat menginspirasi dan menghibur. Senang ngeliat anak-anak muda berjuang melawan trauma akibat konflik dengan olah raga.

Gue ga akan ngebahas kualitas film lebih jauh, gue yakin udah banyak yang nulis review dengan lebih mumpuni.

Semalem gue terhenyak di adegan Salembe ( Bebeto Leutally) mengelus photo mendiang ayahnya, juga saat Jago menantang Salembe apakah dia juga tahu rasanya kehilangan seorang ibu saat kerusuhan.

Di saat itu gue teringat sama satu cerita di Jogja di tahun 2000-an awal. Gue sampai kemarin masih nyengir dalam hati kalau inget, tapi semalam menjadi ga lucu lagi.

Tentang seorang anak Ambon kelas 2SMP, yang dengan kekritingannya itu, juga legam kulitnya, selalu ceria. Satu hari ia tercenung di kelas, ditanya sama temannya, "kowe ngopo kok meneng wae" - kamu kenapa kok diam saja, si keriting menjawab "be rindu, beta pu mama" jawabnya polos dengan logatnya yang kental. Gue ketawa waktu diceritain, mukanya keras tapi kok mellow. 
Atau saat dia pergi ke kantin terus mau jajan permen, ke Ibu Kantin dia bilang "mama, mau beli gula-gula kaki". hahaha


Si Ambon ini adalah teman sekelas dari sodara sepupu jauh gue, Joy. Saat itu, seperti kita tau Ambon baru ada kacau (baca dengan logat Indonesia Timur), anak anak dari pengungsian ini, yang tercerai berai dari keluarganya, oleh beberapa relawan, atas seijin keluarganya di bawa ke Jogja demi keamanan, kesehatan dan agar mereka bisa tetap sekolah.

Si anak Ambon (damn! gue lupa namanya. Maafkan kaka, ye) adalah salah satu dari anak anak pengungsian.  Ayahnya konon sudah meninggal, Ibunya masih di Ambon. 
Sampai kemarin, cerita tentang anak ini lucu. Tapi berhenti sampai tadi malam. Pasti sakit sekali terpisah dari keluarga, memendam rindu pada bunda, tak berdaya. 

Berapa banyak anak yang mati sia-sia karena konflik yang ia tidak mengerti sebabnya, berapa anak yang menyimpan dendam dan amarah dan terbunuh masa depan karenanya. Berapa banyak Ibu atau Ayah yang tidak lagi bisa menautkan jemari ke tangan anaknya dan membisikan doa-doa kala malam. 

Ga ada yang lucu dari konflik. Tidak ada gajah, tak ada pelanduk, semua mati di tengah-tengah.  Jika kau bilang kau mencintai Tuhan, seharusnya kau juga mencintai ciptaanNya, yang beragam itu. 

Terimakasih buat Glenn F dkk yang sudah mengangkat kisah Sani T.
Tuhan memberkati. Semoga kita damai selalu. 



Jumat, 21 Maret 2014

Dear diary, I think I want to marry a donut one day







Hampir sekitar 15 tahun yang lalu, gue pertama kalinya mulai ngerasa kalau gue punya ketertarikan yang beda ke temen-temen sekolah perempuan gue. Perawakan gue yang tomboy dan kadang ngga bisa dibedain dengan anak cowok asli ngga membantu, karena temen-temen sekolah perempuan gue ngga merasa aneh kalau ngungkapin ketertarikan mereka dengan gue. Pada masanya, seorang Mithya ngga dilihat sebagai anak cewek. Mungkin di masa-masa yang serba labil dan tabu, temen-temen gue “memudahkan” keadaan yang membingungkan itu dengan merubah gender gue ke cowok dan semuanya kembali ke “normal”. Gue ngga tau dengan keadaan sekarang, tapi gue yakin sekitar sepuluh, dua puluh tahun yang lalu, gue bukan satu-satunya yang ngalamin ini. Walaupun di satu sisi keadaan itu “menenangkan” kebingungan gue, tapi di sisi lain gue tetap harus dipaksa menghadapi kenyataan kalau rasa ketertarikan gue dengan temen-temen sesama jenis gue itu…”aneh”?

Masa sekolah menengah gue adalah waktunya gue “menikmati” kebingungan gue sebagai seorang queer yang berjuang untuk nyari jawaban. Belum ada internet (LOL), setidaknya tidak dengan akses seperti sekarang atau konten yang mudah dengan buka google.com untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan gue. Bahkan harus ngaku kalau otak gue mungkin belum nyampe untuk paham seutuhnya apa yang bikin gue bingung.

Sebenernya pertanyaan-pertanyaan yang ada mendasar banget. “Perasaan ini apa?”, “Gue harus tanya atau cerita ke siapa?” Lucunya 15 tahun kemudian, gue juga belum dapetin akses yang mudah yang membahas tentang Queer/LGBT itu sendiri untuk pre-teen atau remaja yang ditulis dalam bahasa Indonesia. Seringnya adalah tulisan-tulisan para queer yang sudah menerima diri mereka atau sama-sama bingung hahaha…atau yang paling mengganggu menurut gue, adalah para queer yang sudah mapan, berdamai dengan diri, lalu tanpa sadar “memaksa” mereka yang bingung untuk bangga sebagai queer kalau perlu mendeklarasikan diri. Ibarat duren yang belum mateng tapi udah dipaksa mau dibelah. Keras dalemnya bok..hehe hush, siapa yang otaknya langsung ngeres?!

Setiap orang punya waktunya sendiri-sendiri untuk belajar tentang dirinya, terlebih kalau masa kebingungan ini di masa remaja. Gila kalau lo pikir ada sedikit perasaan ketertarikan dengan sesama jenis di usia tersebut artinya dia udah pasti homoseksual. Ada alasan yang jelas kenapa masa remaja disebut dengan masa labil. Percaya atau ngga, berlawanan dengan pendapat para homo aliran keras, manusia BOLEH bingung dan bahkan nyoba-nyoba di masa itu. Bahkan melakukan aktivitas seksual dengan sesama jenis di kisaran usia tersebut belum tentu artinya seseorang queer.

Sulitnya jadi queer di Indonesia, tema queer itu tabu- tabu ngga. Apalagi yang tinggal di kota-kota besar karena udah banyak komunitas yang ngga bikin jadi queer itu forever alone LOL tapi pertanyaannya masih sama. Komunitas-komunitas ini seringnya hanya nyeburin para manusia bingung atau beneran ngebuka tangan untuk ngobrol? Untuk sharing? Ngeluarin unek-unek dan segala kebingungan? Bahkan ada queer yang dengan sadis mentah-mentah menolak ngebantu para ababil, diulang-ulang disebut di forum, padahal banyak yang menghormati dia sebagai salah satu queer terkenal di Indonesia. Not me, bro. Gue ngga mau dekat-dekat orang yang empatinya perlu diperiksa psikiater apalagi menghormati si queer ini.

Punya perasaan yang kata banyak orang ngga boleh itu menakutkan. Apalagi dengan iming-iming neraka bagi sebagian besar orang Indonesia yang dibesarkan dengan nilai-nilai agama. Jadi coba deh dibayangin, sedang ketakutan dan bingung tapi malah dijorokin aja tanpa diajakin katarsis tentang apa perasaan dan mau mereka. Dijorokin bisa dua cara pula; Perasaan homo-nya ngga dianggap sama sekali atau langsung disodorin orang-orang yang berpotensi jadi pacar homo. Weleh-weleh…sama-sama ngga bener itu.

Young queers, ngga papa untuk takut ketika lo bingung dengan perasaan lo. Itu wajar banget dan trust me, perasaan itu sayangnya ngga akan hilang gitu aja seiring lo masuk usia dewasa muda. Lo bahkan mungkin makin disodorin potensi-potensi pacar homo yang lebih banyak hahaha…

Saran gue, cari temen yang bisa lo ajak ngobrol. Tanya sebanyak-banyaknya. Kalau lo percaya orang nikah paling lambat 30 (which is a stupid opinion btw), bayangin berapa lama waktu yang lo punya untuk ngerti siapa diri lo sebenernya. Bayangin berapa lama waktu yang lo punya untuk nanya dan cari tau sebanyak-banyaknya (di tempat-tempat yang tepat pastinya). Terkadang rasa takut bisa bikin kita lumpuh dan rasanya kayak ngga ada jalan untuk keluar dari rasa takut itu, padahal bisa diatasi dengan semudah bertanya dan cari tahu. Kalau lo udah punya temen yang sesama queer, ajak untuk sharing. Ngobrol tentang perasaan itu ngga aneh, bahkan PENTING. Jangan dibegoin dengan penyakit orang Indonesia yang malu-malu tentang segala hal tapi ngga punya malu pas berbuat salah.

Lo tau lo ngga sendiri. Dan queers, jangan cemooh mereka yang bingung. Kalian pernah di posisi itu di suatu waktu dan kalian tau rasanya ngga nyaman dan menakutkan. Sebagai manusia kalian akan lebih berguna kalau membantu daripada menjatuhkan orang lain. Cheers.

Selasa, 18 Februari 2014

Vampire Academy is ON, VADDICTS!



Finally..FINALLY setelah bertahun-tahun cuma bisa NGAREP bukunya diadaptasi jadi film dan ratusan vaddicts pledged to push some producers (pada masanya, gue takjub ngeliat fans dedikasi banget ngasih ide-ide siapa aja aktor yang cocok memainkan peran-peran yang ada di buku ini dan di-upload di youtube), film ini akhirnya keluar jugaaaaaaa...and of course me and Lushka are planning to watch it together. YAY!!! (kegirangan sendiri ngeliat website 21 pake mereka sebagai layout).

Filmnya ini disutradai oleh Mark Waters, yang terkenal karena sukses dengan film Mean Girls (kalau belum nonton, coba cari deh. Dijamin bakalan ngakak dengan humornya yang cerdas dan fresh) dan Freaky Friday. Kakaknya, Daniel Waters yang juga terkenal sukses dengan film Heathers di tahun 1988 diangkat sebagai penulis skrip film ini. Kenapa nama-nama ini penting? Karena mereka penulis dan sutradara Hollywood yang terkenal dengan kecenderungan mereka untuk support dan ngebuat film-film dengan girl power yang kuat. Couldn't ask for a better crew for this adaption, me think.

Sebagai Vaddict, I can't help berharap film ini sebagus bukunya. But who am I kidding? Sejak kapan adaptasi film pernah sebagus bukunya hehe..

Jadi kapan nih Lush kita mau nonton bareng? =D

Selasa, 11 Februari 2014

"Dear Straight People" - Denice Frohman


Dear straight people,
Who do you think you are?
Do you have to make it so obvious that I make you uncomfortable?
Why do I make you uncomfortable?
Do you know that makes me uncomfortable?
Now we both uncomfortable.

Dear straight people,
You're the reason we stay in the closet.
You're the reason we even have a closet.
I don't like closets, but you made the living room an unshared place, and now I'm feeling like a guest in my own house.

Dear straight people,
Sexuality and gender, two different things, combined in many different ways.
If you mismatch your socks you understand.

Dear hip hop,
Why are you fascinated with discovering gay rappers?
Gay people rap.
Just like gay people ride bikes, and eat tofu.

Dear straight people,
I don't think god is a sexual orientation, but if she were straight, she'd be a dope ally.
Why else would she invent rainbows?

Dear straight women,
I mean 'straight' women.
Leave me the fuck alone.

Dear straight men,
If I'm flirting with you, it's 'cuz I think it's funny, just laugh.

Dear straight people,
I'm tired of proving that my love is authentic, so I'm calling for reparations on your ass.
When did you realize you were straight?
Who taught you?
Did it happen because your parents are divorced.
Did it happen because your parents are not divorced?
Did it happen because you sniffed too much glue in 5th grade?

Dear straight people,
Why do I have to prove that my love is authentic?
Why do I have to prove that my love is authentic?
Why do I have to prove that my love is authentic?
Why do you have to stare at me when I'm holding my girlfriend's hand like I'm about to rob you?

Dear straight people,
You make me wanna fucking rob you.

Dear straight allies,
Thank you, more please.

Dear straight bullies,
You're right, we don't have to same values.
You kill everything that's different, I preserve it.
Tell me, what happened to José Mengavo, Tikea Gun, Lawrence King?
What happened to the souls alienated in between too many high school walls, who plan the angles of their deaths in math class.
Who imagine their funerals as ticker tape parades.
Who thought the afterlife was more like an after party.
Did you notice that hate is alive and well in too many lunchrooms.
Taught in the silence of too many teachers.
Passed down like second hand clothing from too many parents.

Dear queer young girl,
I see you.
You don't want them to see you, so you change the pronouns in your love poems to 'him' instead of 'her'.
I used to do that.

Dear straight people,
You make young poets make bad edits.

Dear straight people,
Kissing my girlfriend in public, without looking to see who's around, is a luxury I do not fully have yet.
But tonight, I am drunk in my freedom.
Wrap her hand on the busiest street corner in Philadelphia, zip my fingers into hers, and press our lips firmly, until we melt their stares, into a standing elevation.
Imagine that we are in a sea of smiling faces, even when we're not.
And when we're not, we start shuffling, looking deep into each other's eyes.
We say "hey baby, can't nothing stop this tonight, because tonight this world is broken, and we're the only thing that's going to keep it together."

- Denice Frohman


(((AMEEN)))