Laman

Rabu, 21 April 2010

Transgender, Transexual or Transvestite?

This is exciting! Terima kasih infonya, sayang ^^


Kata Lushka karena penjelasannya puanjaaang, gue harus buat post sendiri hehe..

Gue usaha jelasin semampu gue ya..first of all masih pada inget ngga gue pernah post artikel tentang temen gue yang namanya khan? Disitu gue coba jelasin bahwa menurut “kitab suci” psikologi/psikiater (DSM-IV-TR) ada dua kategori yang sangat berbeda yaitu transexual dan satu lagi transvestite/crossdresser. Daripada gue ketik ulang, here’s what I post at that time: http://frieddurian.blogspot.com/2010/01/gue-dapet-pengalaman-menarik-kemarin.html

Nah, si Khan ini pun waktu itu ngga masuk ke kategori mana pun karena si “kitab suci” dengan jelas membagi kedua kategori itu. Sepertinya sih hal yang serupa juga terjadi sama si bapak Rasmussen ini. Kalau dia seorang transexual, dia akan bilang kalau dirinya PEREMPUAN. Lalu, kalau sampai dia masih beristri, maka dia akan menyebut dirinya lesbian. Tapi dia dengan jelas mengatakan kalau dirinya seorang heterosexual male. Hanya saja dia suka terlihat sebagai perempuan (makanya dia operasi payudara).

Bapak Rasmussen juga ngga bisa disebut transvestite/crossdresser karena dia sampai merubah dadanya memiliki bentuk payudara wanita. Seorang transvestite/crossdresser hanya akan suka mengenakan pakaian perempuan atau bahkan terangsang ketika mengenakannya (transvestic fethishism).

So? Memang udah terhitung beberapa kasus ngga dengan mudahnya dikasih satu label fix psikologi. Gue sih berhubung harus ikut peraturan si “kitab suci” ngga akan memberi label transexual tok atau transvestite tok.

Bapak Rasmussen juga ngasih link tentang cerita panjang lebar pengalaman dia memutuskan untuk operasi payudara (http://www.ifge.org/Article63.phtml). Ketika dia mau operasi payudara, dokternya menyatakan bahwa operasi payudara perempuan pada laki-laki ada peraturannya: laki-laki itu harus seorang transexual. Hihi..ribet yaa..tapi ya emang gitu.

Kalo lo bertanya apakah dia seorang transexual atau transvestite, pasti ngga terjawab. He’s neither of them and I’m not sure we should even name it. Dia cuma satu contoh manusia kompleks lagi.nKalau masih mau maksa masuk ke masalah apa di bidang psikologi, dia jelas masuk ke Gender Identity Disorder.

Link wikipedia yang dikasih Lushka juga menjelaskan kok. Tapi kalau wikipedia penjelasannya udah campuran dengan istilah bahasa dan sosial. Sejauh yang gue baca, Psikologi ngga menggunakan istilah transgender. Karena arti gender dan sex berbeda. Secara sosial sepertinya Transgender adalah istilah yang dipakai untuk mengepalai istilah transexual, transvestite, androgynes, genderqueer dll.

Hope it helps. I kinda suck in explaining things like this hahaha...

1 komentar:

Angelia Devina Jesline mengatakan...

bagus sekali penjelasannya...