Halaman

Selasa, 10 Februari 2009

Dan mengapa bertahan?


Aku tidak pandai merayu apalagi membujuk, aku pandai mengancam.


Aku tidak pandai melayani apalagi memberi, aku pandai meminta.

Aku tidak pintar bicara apalagi bernyanyi, aku pintar bersendawa.

Dan katakan..........mengapa kau bertahan, perempuan?





Perempuan itu benar-benar gila


Perempuan itu berjalan lurus, terus, tak memperhatikan sekitarnya tak juga ia melihat kakinya menyeret tas kresek hitam lengket tampaknya bekas muntah orang di terminal itu. Perhatikan tatapnya yang kelam selegam rambutnya yang kotor terurai dihembus semilir ditengah hiruk pikuk lagu dangdut bercampur teriakan kernet merayu penumpang.

Ia terus melangkah dengan bahu kurus dan pinggang melenggang seakan akan ia di sedang di panggung adibusana. Tak dihiraukannya kubangan di jalan yang membuat kakinya semakin dekil berlumpur ataupun tatapan takut-takut seorang perempuan yang sedang menunggu angkot sore itu.

Terseok-seok, tersaruk-saruk seakan yang dituju pasti. Tiba-tiba ia berhenti. Matanya nanar melihat di kejauhan. Sekilas matanya bercahaya, bibirnya menyunggingkan sesuatu yang mirip senyuman tapi lebih tampak seperti serangai seekor monyet dengan gigi berantakan bolong-bolong mirip gawang.

Ia bertepuk tangan sedikit melonjak. Ia terus bertepuk tangan, terus melonjak. Dadanya naik turun malas dibalik kaos tipis kumalnya. Ia melonjak, menunjuk, bertepuk tangan di tempat dengan ritme yang tetap. Memanggil hujankan ia?

Bibirnya masih menyungging serangai, saat dia memutuskan untuk berlari untuk menuju seorang gadis manis yang sedang duduk di halte. Ia ingin memeluknya!. Si gadis manis kaget, takut, berdiri, mengambil ancang-ancang menyelamatkan diri,si perempuan yang berjalan lurus itu mempercepat langkahnya dan mengembangkan peluknya. Seorang laki-laki tiba-tiba merangsek menghentikan lajunya, ia tak peduli , ia lari, ia harus lari, kali ini dia harus lari. Harus. BUG. Sekepal tangan bersarang di dadanya. Dan semua gelap.

Perempuan yang tatapnya kelam itu terkapar di tanah, membuka mata dan melihat langit biru menyambutnya. Orang-orang yang melihatnya menyunggingkan dan membisikan sesuatu...’perempuan gila’..Perempuan itu masih diam tenang-tenang di tanah, matanya sekarang dibanjiri hujan yang turun dari pelupuknya. Ia bergumam...”aku tidak gila..aku tidak gila...aku tidak gila..” Ia merapalnya lebih cepat, lekas bangun, matanya nyalang menatap langit, seperti ditabuh manteranya sendiri kali ini berteriak menunjuk dadanya sendiri ”AKU TIDAK GILAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!”


*tapi orang tidak peduli, mereka terus memandangnya seakan dia benar-benar gila. Sudah gila, suka perempuan pula. Benar-benar gila.

Lebih drama..

Senin, 09 Februari 2009

Lega



Lagi berusaha ngelepasin perasaan negatif dengan bikin image. Ngga ada hubungannya dengan Mithya, tapi lebih ke diri gue sendiri. Lega, sekarang bisa tidur.

Sabtu, 07 Februari 2009

MIND YOUR OWN BUSINESS, PEOPLE!


Pagi-pagi, kakak gue masuk kamar gue nan gelap gulita itu..mendapati gue lagi megang-megang hape * lagi blogwalking, maen game*..dia mau minta kertas A4

Sambil terus jalan sesekali melompati ranjau *jacket, tas, botol aqua, earphone, kotak cd, dia komentar, 'Kamu telponan ama siapa sih? Misterius..pacar ga pernah dikenalin. Tapi telponan terus..Misterius"

Disini ngejawab .."ih, emang sekarang lagi telponan? emang hape cuma buat telponan?"
Disana ngebales, "abis kamu tiap hari pegang-pegang hape mulu....", sambil keluar kamar.
Disini (dalam hati).."dari pada pegang-pegang titit..hihihihihi...ga punya dan ga pengen juga".


Oh, jangan sampai pagi-pagi meradang...dear gawd!!
MIND YOUR OWN BUSINESS, PEOPLE!


*ini orang yang sama, yang suatu siang setelah gue pulang ketemuan ama Mithya, dia bilang 'you slept with her, ya...?!!'...huehahahahhaha...dengkul gue langsung lemes, dalam hati ngejawab lirih 'iyeeee...'

*orangnya drama banget ya, perhatikan penggunaan kata misterius.. hehehehehe.

Kamis, 05 Februari 2009

MIgraen Vs Sakit Gigi...=)



Mithya sakit gigi, gue'nya migraen..snuggle bareng sambil bekah-bekuh "ayaaang..tathiiit".."aku jugaaa..huhuhuhu"..
Hihihihihi.

Minggu-minggu ini agak ribet, semua orang tiba-tiba punya masalah, dan most of it adalah masalah yang mereka ciptakan sendiri tapi minta gue untuk terlibat untuk nyelesain.

Hari ini gue migraen. Tepar.Ga masuk kerja. Dan walaupun begitu..ga menghentikan untuk nerima sms yang isinya intrik-intrik manusia di sekeliling gue. Capek.
Hhhhh.....

Well, ga papa - seperti kata gue ke Mithya. Ga papa, yang penting itu semua bukan masalah gue, gue cuma outsider yang dimintai bantuan (dan ga bisa nolak), coba jadi orang yang punya masalah, pasti rasanya lebih ribet. =)


Dear Ayang,

Untung aku punya kamu
, kalo ga - sama siapa lagi aku bisa nangis, ngomongin semua beban aku kapanpun aku mau.
Walaupun kamu sendiri lagi sakit gigi (yang rasanya lebih parah dari sakit hati ya?), kamu tetep mau dengerin aku cerita ngomel-ngomel pengen ngamuk semua orang. Walaupun kamu lagi kesel ama aku, kamu mau ngesampingin marah kamu dan duduk meluk menenangkan aku....hiksss...aku terharuuuu....sayang kamu, Ayangku.
Makasih yaaa.


ps.
- moga-moga kamu cepat sembuh - terus ke dokter gigi ya, yang?
- cornflake choco'nya aku bikinin kalo kamu udah ga sakit gigi..janji. mwah. te-quiro




Selasa, 03 Februari 2009

Strap on

Beberapa hari yang lalu gue mendownload video bokep lesbian yang menggunakan strap on. Itu lho, mainan sex berbentuk penis atau mirip penis yang diikatkan ke bagian kelamin. Gue dari dulu penasaran ngeliat bagaimana para lesbian ini menggunakan strap on. Ceritanya supaya ngga capek pake tangan, si pemakai strap on tinggal maju mundurin pinggang sambil menyetubuhi pasangannya. Yah, menyerupai hubungan seks perempuan dan laki-laki.

Rasanya seperti menonton video lawak. Mosok toh si dildo diisep-isep dulu dalam waktu yang sangat lama and note this: si pemakai strap on gayanya seperti menikmati layaknya cowok yang sedang di Blow Job. Pemandangan yang aneh. The licking, i get it. Some kind of act of natural lubricating. But the pleasure face the other women had? Maksudnya apa?

Hal yang terpikir kedua adalah, betapa (andaikan penggunanya pasangan lesbian) mereka sebenarnya merendahkan konsep orientasi seksual diri mereka sendiri. Tentu saja pasti ada pasangan lesbian diluar sana yang menggunakan strap on untuk berhubungan seksual. Ngakunya lesbi dan tidak tertarik dengan laki-laki sama sekali, tetapi mereka malah melakukan hubungan intim menggunakan benda yang bentuknya alat kelamin laki-laki. That’s a mind puzzle. Jadi kalo ada cewek bertitit, lesbian-lesbian ini mau?

Ceritanya akan berbeda kalau strap on atau dildo yang digunakan tidak berbentuk persis seperti penis. Seperti yang dulu pernah gue post tentang sebuah vibrator elegan berwarna-warni.
Tapi lagi-lagi jadi mikir, mau bagaimana juga kita jungkir balik, perempuan butuh penis (benda berbentuk silinder) dan laki-laki butuh vagina (benda berlubang) untuk urusan biologis yang satu ini.

Boong banget kalau seumur hidup lo hanya akan mau menikmati bermain-main dengan jari dan klitoris. Atau lo mau berhubungan seks dengan memasukkan benda-benda berbentuk bintang? mobil? atau buku? Nope, you ought to pick a cylinder. It's just the way it is. Kebutuhan jenis kelamin masing-masing terhadap jenis kelamin yang berlawanan tidak mungkin terelakkan seperti lo butuh makan untuk hidup. Setiap manusia dilahirkan dengan organ seks yang saling membutuhkan organ seks yang lain. Ngga bisa ditawar-tawar lagi.

Jeritan hati orang yang baru ngerasain sakit gigi pertama kali

Siapa yang berani bilang kalau lebih baik sakit gigi daripada sakit hati? Gue cabutin gigi lo sini satu-satu dan coba ngomong lagi hal yang sama!

Minggu, 01 Februari 2009

It grows!

Lushka baru balik dari eRHa dan laporan kalau rambutnya udah numbuh kecil-kecil, tipis-tipis. Gue sama dia seneng banget. Sampe-sampe gue ngerasa kaya Lushka laporan baru pulang dari USG kandungan dan bilang, “Anak kita udah berbentuk lho!” Hahahaha......

Waktu gue bilang gitu Lushka malah ketawa dan bilang, “Rese lo!”