Laman

Kamis, 25 Juni 2009

How do you mend a broken heart?

Meskipun memiliki tingkat kedekatan yang maha, tetep aja a couple is two different person.

Gue dan Mithya mengetahui setiap kebusukan satu sama lain yang orang tua kami ga akan pernah tau padahal darah mereka yang mengalir di dalam nadi kami. hehehe

DAN walaupun kami udah kaya anak kembar beda orang tua dan sepakat di hampir semua hal, tapi *ternyata* tetep aja, kami punya otak, hati dan cara pikir yang berbeda.Kami bukan orang yang sama.

Sering gue dan Mithya berantem on small stuffs.
Sekecil ketidak sepakatan kapan kami mau nonton Transformers, bring us to tears and hurtful arguments.
=)

Setelah reda dan mereview ulang apa yang terjadi, kebanyakan adalah karena kami berfikir dengan cara kami sendiri. Secara egois, mikir - yang - di kepala - gue - lebih - OK - and - you - should - know /agree - because -  you - are - my - lover - my - closest - person - ever. Ternyata NO. Cara berfikir itu sangat salah.

Di akhir hari atau dimasa negosiasi meja bundar, sering keucap, "aku pikir, kamu udah tau maksud aku", "kamu harusnya udah ngerti kondisi aku gimana", "kamu kan udah tau aku gimana". Nah.

Girls, your girlfriend bukan elo, bukan dukun juga bukan ahli telematika apalagi Tuhan. Mungkin pacar lo tau segalanya tentang elo, tapi dia bukan komputer  atau your dear diary yang bisa inget semua hal.
Laden ama Laleh aja, yang kepalanya berdempetan hampir seluruh hidup mereka  *may they rest in peace* tetep individu yang berbeda dengan cara pikir yang berbeda, apalagi kalian.

Please talk,  speak. CLEARLY. Halt. Listen.Control emosi dan logika. Gunakan keduanya. Gunakan kepekaanmu dan jangan dibutakan karena kedekatan. Jika ternyata semua bisa di bicarakan dengan benar tanpa lidah setajam silet, kenapa musti nunggu bomnya meledak?

Dengar, waktu tidak bisa diputar ulang. Tidak akah ada lagi tanggal 25 Juni 2009, jam 10.00 WIB .Ga akan pernah ada.
Luka fisik dengan mudah bisa sembuh tanpa bekas bahkan jika berbekas, it can be fix easily karena teknologi dermatologis udah maju.

Well, think. Kalo luka di hati? Di kepala? Di perasaan?
What can you do? Mungkin maaf bisa diterima, tapi luka di hati akan selamanya ada dan menjadi tanda. (and sadly sangat potensial merusak hubungan)

Sigh. Thats a lesson for me today.
I am sorry, Mithya. I am sssssooo sorry.
What can I do to mend your heart?
Huks.

*edisi curhat.

2 komentar:

Juminten mengatakan...

Wow dalem banget. d' harus baca nih. Makasi ya... :)

Lushka mengatakan...

Hahahaha.
Sama2, bagus kalo curhatnya berguna. Disini juga lagi usaha berubah.