Sebenernya pertanyaan-pertanyaan yang ada mendasar banget. “Perasaan ini apa?”, “Gue harus tanya atau cerita ke siapa?” Lucunya 15 tahun kemudian, gue juga belum dapetin akses yang mudah yang membahas tentang Queer/LGBT itu sendiri untuk pre-teen atau remaja yang ditulis dalam bahasa Indonesia. Seringnya adalah tulisan-tulisan para queer yang sudah menerima diri mereka atau sama-sama bingung hahaha…atau yang paling mengganggu menurut gue, adalah para queer yang sudah mapan, berdamai dengan diri, lalu tanpa sadar “memaksa” mereka yang bingung untuk bangga sebagai queer kalau perlu mendeklarasikan diri. Ibarat duren yang belum mateng tapi udah dipaksa mau dibelah. Keras dalemnya bok..hehe hush, siapa yang otaknya langsung ngeres?!
Just a place to share thoughts and opinions. We are definitely not a part of any factions than the truth finders.
Jumat, 21 Maret 2014
Dear diary, I think I want to marry a donut one day
Sebenernya pertanyaan-pertanyaan yang ada mendasar banget. “Perasaan ini apa?”, “Gue harus tanya atau cerita ke siapa?” Lucunya 15 tahun kemudian, gue juga belum dapetin akses yang mudah yang membahas tentang Queer/LGBT itu sendiri untuk pre-teen atau remaja yang ditulis dalam bahasa Indonesia. Seringnya adalah tulisan-tulisan para queer yang sudah menerima diri mereka atau sama-sama bingung hahaha…atau yang paling mengganggu menurut gue, adalah para queer yang sudah mapan, berdamai dengan diri, lalu tanpa sadar “memaksa” mereka yang bingung untuk bangga sebagai queer kalau perlu mendeklarasikan diri. Ibarat duren yang belum mateng tapi udah dipaksa mau dibelah. Keras dalemnya bok..hehe hush, siapa yang otaknya langsung ngeres?!
Selasa, 18 Februari 2014
Vampire Academy is ON, VADDICTS!
Finally..FINALLY setelah bertahun-tahun cuma bisa NGAREP bukunya diadaptasi jadi film dan ratusan vaddicts pledged to push some producers (pada masanya, gue takjub ngeliat fans dedikasi banget ngasih ide-ide siapa aja aktor yang cocok memainkan peran-peran yang ada di buku ini dan di-upload di youtube), film ini akhirnya keluar jugaaaaaaa...and of course me and Lushka are planning to watch it together. YAY!!! (kegirangan sendiri ngeliat website 21 pake mereka sebagai layout).
Filmnya ini disutradai oleh Mark Waters, yang terkenal karena sukses dengan film Mean Girls (kalau belum nonton, coba cari deh. Dijamin bakalan ngakak dengan humornya yang cerdas dan fresh) dan Freaky Friday. Kakaknya, Daniel Waters yang juga terkenal sukses dengan film Heathers di tahun 1988 diangkat sebagai penulis skrip film ini. Kenapa nama-nama ini penting? Karena mereka penulis dan sutradara Hollywood yang terkenal dengan kecenderungan mereka untuk support dan ngebuat film-film dengan girl power yang kuat. Couldn't ask for a better crew for this adaption, me think.
Sebagai Vaddict, I can't help berharap film ini sebagus bukunya. But who am I kidding? Sejak kapan adaptasi film pernah sebagus bukunya hehe..
Jadi kapan nih Lush kita mau nonton bareng? =D
Selasa, 11 Februari 2014
"Dear Straight People" - Denice Frohman
Dear straight people,
Who do you think you are?
Do you have to make it so obvious that I make you uncomfortable?
Why do I make you uncomfortable?
Do you know that makes me uncomfortable?
Now we both uncomfortable.
Dear straight people,
You're the reason we stay in the closet.
You're the reason we even have a closet.
I don't like closets, but you made the living room an unshared place, and now I'm feeling like a guest in my own house.
Dear straight people,
Sexuality and gender, two different things, combined in many different ways.
If you mismatch your socks you understand.
Dear hip hop,
Why are you fascinated with discovering gay rappers?
Gay people rap.
Just like gay people ride bikes, and eat tofu.
Dear straight people,
I don't think god is a sexual orientation, but if she were straight, she'd be a dope ally.
Why else would she invent rainbows?
Dear straight women,
I mean 'straight' women.
Leave me the fuck alone.
Dear straight men,
If I'm flirting with you, it's 'cuz I think it's funny, just laugh.
Dear straight people,
I'm tired of proving that my love is authentic, so I'm calling for reparations on your ass.
When did you realize you were straight?
Who taught you?
Did it happen because your parents are divorced.
Did it happen because your parents are not divorced?
Did it happen because you sniffed too much glue in 5th grade?
Dear straight people,
Why do I have to prove that my love is authentic?
Why do I have to prove that my love is authentic?
Why do I have to prove that my love is authentic?
Why do you have to stare at me when I'm holding my girlfriend's hand like I'm about to rob you?
Dear straight people,
You make me wanna fucking rob you.
Dear straight allies,
Thank you, more please.
Dear straight bullies,
You're right, we don't have to same values.
You kill everything that's different, I preserve it.
Tell me, what happened to José Mengavo, Tikea Gun, Lawrence King?
What happened to the souls alienated in between too many high school walls, who plan the angles of their deaths in math class.
Who imagine their funerals as ticker tape parades.
Who thought the afterlife was more like an after party.
Did you notice that hate is alive and well in too many lunchrooms.
Taught in the silence of too many teachers.
Passed down like second hand clothing from too many parents.
Dear queer young girl,
I see you.
You don't want them to see you, so you change the pronouns in your love poems to 'him' instead of 'her'.
I used to do that.
Dear straight people,
You make young poets make bad edits.
Dear straight people,
Kissing my girlfriend in public, without looking to see who's around, is a luxury I do not fully have yet.
But tonight, I am drunk in my freedom.
Wrap her hand on the busiest street corner in Philadelphia, zip my fingers into hers, and press our lips firmly, until we melt their stares, into a standing elevation.
Imagine that we are in a sea of smiling faces, even when we're not.
And when we're not, we start shuffling, looking deep into each other's eyes.
We say "hey baby, can't nothing stop this tonight, because tonight this world is broken, and we're the only thing that's going to keep it together."
- Denice Frohman
(((AMEEN)))
Sabtu, 01 Februari 2014
Social privilege bukan berarti lo diatas angin dari lahir sampe mati
Best Rap Album. Terlebih ketika dia melakukan performance penutupan, 34 pasangan gay dan hetero muncul sebagai bagian dari performance melangsungkan pernikahan di acara Grammy (yea, yea, Americans are so dramatic and that is one of the reasons why I'm writing this). Buat yang melek lagu rap, Macklemore sangat menarik perhatian peminat dunia hiphop karena:
1. Orang kulit putih pertama setelah Eminem yg dianggap punya kualitas dan bakat untuk nge-rap
2. Lagu "Same Love" yg intinya mendukung gay marriage (di dunia hiphop, gay masih dianggap tabu. Check out the song though) dan,
3. Sampai sekarang Macklemore belum tanda tangan kontrak dengan record label besar mana pun (ini ngga biasa mengingat besarnya industri musik amerika dan sudah terkenalnya Macklemore. Biasanya orang-orang kayak gini dianggap masih original dan down to earth)
Segera setelah Macklemore jadi bahan pembicaraan lanjut dan berujung dengan tingkat kepo yg tinggi dari masyarakat internasional, diubek-ubek lah timeline twitter-nya sampai 4 tahun yg lalu (or so..) dan ditemukan 1 atau 2 tweet yg isinya bernada homophobic. Heboh lah sekian orang yang dramatis. But DUDE!!!! Here's the thing, berdasarkan point nomer 2 di atas, Macklemore adalah satu-satunya (at least yg terkenal secara internasional) rapper hiphop yg terang-terangan buat satu lagu KHUSUS tentang marriage equality dan sangat vokal. Entah kenapa orang-orang ini stuck in the past dan mempermasalahkan Macklemore PERNAH homofobia.
(insert long silent of confusion and facepalm here........................................................................)
Gue pun mengeluarkan opini pribadi dong di twitter. Gue bilang SO WHAT kalau dia PERNAH homofobia. Masih banyak yang lebih parah dari itu, salah satunya adalah orang-orang yang MASIH homofobia. TERNYATA...ada satu ID twitter yg bernama homophobiaphobe (lo ngerti dong ya objektifnya akun twitter ini apa?) yang ngga setuju dengan opini gue. Katanya intinya homofobia itu SALAH banget. Jadi mau di masa lalu kek, itu sama aja dengan masih terjadi. eng ing eng..bingung dong gue...ni orang ngga ngerti suatu keadaan yang dinamakan pembelajaran diri ya...???? (Atau mungkin orang bule kagak ngerti istilah insaf dan tobat hehe)
Berhubung gue ngga suka dengan yang namanya debat kusir di twitter karena itu media yg sangat tolol untuk bertukar ide panjang lebar, gue pilih untuk mereply satu kali aja dan kalau direply dengan opini tolol lagi, gue ngga mau respon. Gue jawab kalau setiap orang bisa aja berbuat kesalahan dan sepertinya Macklemore belajar sesuatu (makanya berubah jadi suporter LGBT). Apa iya kita harus nyalahin orang terus-terusan yang udah ngga melakukan "kejahatan" lagi? eehh..jawabannya orang ini malah "Tau darimana lo dia udah belajar sesuatu?"
(insert long silent of confusion and facepalm here........................................................................)
Gue kalau udah memantapkan hati (caelah) untuk tidak menjawab, maka gue ga mau jawab reply orang ini lagi. Males bok, kebayang ngajarin anak TK belajar bahasa Prancis lewat Twitter gituh XD. Lucunya pacar gue malah panasan sama ni orang dan melanjutkan "diskusi" menggunakan akunnya sendiri. Kebodohan orang ini pun semakin terbuka. Dia bilang Macklemore mungkin saat ini jadi suporter vokal kaum LGBT, tapi menurut dia Macklemore melakukannya dengan banyak cara yang salah...
Pacar pun bertanya..."Banyak salah gimana ya...?"
homophobiaphobe menjawab: Macklemore itu cowok, kulit putih, dan hetero. Jadi dia punya banyak social privilege.
(insert long silent of confusion and facepalm here........................................................................)
TERUS APA HUBUNGANNYA SAMA CARA DIA DUKUNG LGBT, NYET? Jadi begini ya kengkawan queer dan non-queer yang baik hati dan pinter-pinter...di tumblr beberapa tahun terakhir ini banyak user yang salah asuhan. Umumnya asuhan sesama user goblok tumblr dan kitab mereka mungkin ngga jauh-jauh dari wikipedia dan social privilage diartikan serta digunakan secara bebas, sebebas-bebasnya udel bodong mereka. Menurut para salah asuhan ini, ada trait-trait manusia yang menyebabkan secara otomatis hidup mereka PALING MUDAH diantara semua bentuk manusia di dunia. Tingkat yang paling tinggi itu ya kayak Macklemore: Kulit putih, Pria, dan Hetero (+ sosial ekonomi atas). Secara otomatis pula, para user goblok ini yang sebagian besar trait-nya kebalikan dari itu langsung menghakimi dan ngga suka (bahasa sederhananya sih 'IRI' dan "Krisis PD"). Gue kayaknya ngga perlu menjelaskan kenapa cara berpikir kayak gitu cetek banget. Apa betul kalau lo cowok, kulit putih dan hetero artinya hidup lo udah pasti otomatis MUDAH? Yes, I FUCKING KNOW what social privilege is, but it's not that fucking simple. Kata kaum sosialita jakarta, "Ngga ejuketet benjet deh ni orang".
Supaya kita sepaham, definisi social privilege menurut wikipedia adalah advantages that one group accrues from society as on the disadvantages that another group experiences. Ya, gue setuju bahwa social privilege ini adalah fakta dan realita sosial. Ya, gue setuju bahwa kala lo terlahir cowok, kulit putih, hetero, dan berduit memang lo dapet privilege lebih dari yang bukan. Yang gue ngga setuju adalah sikap membenci, cepat menghakimi dan sok taunya para user goblok ini terhadap orang-orang dengan social privilege. Siapa yang tau masalah-masalah apa yang setiap individu hadapi terlepas dari warna kulit, sex, orientasi seksual dan isi kantongnya?
Kebodohan berikutnya orang ini adalah, dia menyatakan bahwa orang-orang yang punya social privilede ini ngga perlu ikut-ikutan jadi suporter kaum minoritas (LGBT) dan dia sangat menolak uluran tangan dari orang-orang seperti Macklemore. Kenapa? Mana gue tau hahaha...Intinya buat mereka yang boleh jadi aktivis dan suporter kaum LGBT itu ya hanya boleh kaum LGBT.
(insert long silent of confusion and facepalm here........................................................................)
Ironis, ID twitternya benci sama homofobia padahal yang dia lakukan PERSIS dengan sifat yang dia benci.
Dalam beberapa jam tweet Macklemore yang katanya mengindikasikan dia homofobia itu ternyata bisa dijelaskan karena dia ikut suatu event LGBT dan orang keburu main tuduh dengan arti twitter dia. Tapi sekali lagi, kalau dia PERNAH homofobia terus kenapa? Gue malah lebih suka orang-orang yang bisa merubah cara berpikir dan sikap yang salah.
Gue sih cuma bisa geremet-geremet smartphone gue, nahan diri ngga ngasih ceramah panjang lebar ke orang itu. Dasar orang gila. Dia terus-terusan usaha mention gue karena menurut dia gue salah ngerti. Serah apa kata lo deh, nyet. Gue anti orang-orang yang rasis, dongo, ngga nyadar pula. Dadaaaahhhh....
Rabu, 29 Januari 2014
Because.
Cara mereka ngomong kaya lagi ngomongin tikus.
Jumat, 17 Januari 2014
PENGHAKIMAN *judul ini nipu, sumpah*
Buat gue baik tulisan ataupun komen atas tulisan Madeline itu brutal. Menunjukan sisi gelap egonya manusia. Cela-cela'an atas nama kelayakan. Madeline "menghakimi" Paula karena Paula mengais perhatian dengan segala postingan "menyedihkan" di FB dan Madeline "dihakimi" oleh komentatornya karena menjadi schadenfreude - berbahagia di atas penderitaan orang
Kamis, 28 November 2013
"Ni santas, ni putas, solo mujeres"
Disabilitas adalah istilah yang meliputi gangguan, keterbatasan aktivitas, dan pembatasan partisipasi. Gangguan adalah sebuah masalah pada fungsi tubuh atau strukturnya; suatu pembatasan kegiatan adalah kesulitan yang dihadapi oleh individu dalam melaksanakan tugas atau tindakan, sedangkan pembatasan partisipasi merupakan masalah yang dialami oleh individu dalam keterlibatan dalam situasi kehidupan. Jadi disabilitas adalah sebuah fenomena kompleks, yang mencerminkan interaksi antara ciri dari tubuh seseorang dan ciri dari masyarakat tempat dia tinggal.
Rabu, 30 Oktober 2013
Banteng inside me.
Jumat, 20 September 2013
suatu sore
Semalem gue ketabok lagi, paling ngga di kepala gue sendiri.
Gue sadar banget, gue itu kritis. (hah!) Sangat peka & kritis malah, kalau di bikin skala, udah di ambang batas toleransi manusia.
Bagus dong? Doh Sama sekali engga!
"Pola kritis" gue ga bikin orang maju, karena pola pikir "peka , kritis dan kreatif" gue terjadi dengan berbagai kondisi, syarat utamanya adalah KRITIS "hanya" buat orang lain dan secara negative.
Maksud gue, gue pinter banget kalau disuruh nyari kesalahan orang dan nyela, gue mampu secara sadar nyerang secara verbal, mengena, tepat menusuk di jantung korban. (kalau dia dengar)
Ataupun cuma "sekedar" bikin list dosa orang dalem hati dan otak dan nyela abis-abisan. (Alasan utama mungkin karena gue ga kenal ama korban secara personal, ini juga karena gue cemen kali ya…Kalo nyela di otak, ga akan dapet perlawanan)
Eh, tapi biar gitu , tiap kali gue mengkritisi orang , gue ga cuma ngejudge, gue juga bisa bikin pledoi kalo gue ntar di serang balik. Huh.
Yang sering gue cela secara ga sadar, hal-hal kecil kaya "manner" orang yang ga bener menurut kaca mata gue. Kaya, buang sampah sembarangan, ngeludah sembarangan, makan sambil bunyi, bersendawa abis makan, ga ngasih duduk orang lebih tua, anak kecil, ibu-ibu hamil. Gue selalu nganggep "secara sepihak" orang – orang ini ga manner, tidak berperasaan, tidak berbudaya (berlebih ga gue?)
Then, voila, I am part of them. Bagian dari kaum marjinal tak berbudaya di kepala gue.
Jadi ceritanya, gue adalah pengguna trans Jakarta di sore hari, lo tau sendiri deh, kalau di terminal-terminal transit, orang banyak banget yang berjubel. Apalagi musim ujan begini, semua orang buru-buru mau kabur-kaburan. Sore itu, gue ama temen gue mau menuju Plangi, naik dari Harmoni, kebetulan kita dapet tebengen ampe situ.
As usual, Jakarta sore itu abis diguyur ujan deres, gue berdua menggigil dan pengen banget buru-buru masuk Trans. Sambil berebutan masuk, mata nyalang nyari duduk. Temen gue dapet duluan, so gue berdiri aja dulu. Agak-agak lepek thu. Dingin pula. Brr.
Sampai Bunderan HI ada yang turun, gue secara refleks langsung sigap duduk, gue bersaing ama perempuan lain.Dan yang di kepala, horre duluan gue!! Gue duduk di sebelah mbak-mbak yang menatap ke perempuan 'saingan' gue itu. Mba sebelah gue nanya ke perempuan itu " hamil?" terus dia berdiri ngasih duduk "perempuan saingan" gue itu. She sits next to me. Ternyata dia emang hamil gedhe.
Oh GOD. Gue ngerasa nista banget, apalagi dapet tatapan "ccck..cck. keterlaluan lo" dari ex sebelah gue.Gue pengen ngebela diri " gue ga tau kalo dia hamil…sumpah, gue ga sekeji itu kok…", tapi ga mungkin kan. Once its stated, its stated. Apalagi from a stranger.
hhh…gue malu banget, ketabok dua kali rasanya,
1st, gue ga ngasih duduk orang hamil, pride gue remuk, gue ngelakuin hal yang dilakuin orang-orang tercela…
2nd gue diingetin kalo otak ama mulut gue yang sering tajem banget nyela kelakuan orang lain tanpa mau tau kenapa orang mungkin bisa ngelakuin itu. (kasus gue, gue pasti akan berbuat yang sama kaya Mba "ex" sebelah gue, gue akan menatap keji si pelaku tindakan amoral itu, tanpa mau tau, kalo mungkin si pelaku ga tau kalo korbannya lagi hamil)
Another lesson for me. Belajar antri mikir, diurutin, liat situasi, mikir yang bener dan secara positif, baru deh boleh komentar.
Kamis, 19 September 2013
Kepada hujan
Aku suka hujan
Kecuali di pagi di hari kerja
Aku suka hujan
Jika aku tidak harus pergi keluar rumah dan terpaksa berteman dengannya. Basah.
Aku suka hujan
Hanya jika ia tidak mengubah supir roda empat jadi setan, seenaknya memandikan mereka yang terpaksa berteman dengannya dengan air lumpur dari aspal. Setan.
Aku suka hujan
Jika ada tempat empuk untuk meringkuk, makanan- minuman hangat, tubuh untuk dipeluk tanpa harus ribut mencari ember menampung bocor. Atau berburu jemuran di tali lapuk.
Aku suka hujan, waktu aku masih bisa berlari memakai kaus dalam dan kancut di tengah hujan dan keramas di pancuran talang rumah.
13Feb08



