Laman

Jumat, 03 Juli 2009

Pass you by

DONT have to stay with someone that makes you cry
You’ll end up killing all the love you have inside
Cant hope to see the sun if you dont open your eyes
Dont let real love pass you by


Ever heard this song? Judulnya pass you by oleh boyz II men. This song came out pada tahun 2000. Saat itu gue masih duduk di bangku SMA. Walaupun pengalaman merasakan yang namanya cinta dan kasih sayang masih minim banget waktu itu tapi lagu ini punya impact yang cukup besar ke cara gue berpikir tentang relationship. The song teached me bahwa perasaan bukan segala-galanya dan terkadang kita juga harus mikir kalau udah ngomongin yang namanya Cinta.


I have my own previous experience dengan hubungan yang ngebunuh gue pelan-pelan. I did care deeply for my partners dan walaupun gue tau kalau gue tersiksa stay dengan orang-orang itu, gue tetep ngotot untuk stay. Dengan naif gue berpikir bahwa mereka butuh gue untuk jadi lebih baik. But hey Girls, sometimes we have limits and sometimes there are people who are just too helpless. Memangnya yang harus dibantu untuk jadi orang yang lebih baik cuma pasangan lo? How about you? Don’t you have the same right to be better too? I’m not encouraging people to let go of other people yang membutuhkan help, tapi pernah terpikir ngga kalau mungkin pasangan lo lebih membutuhkan diri lo sebagai teman daripada pacar? That way things are going to be more clearer dan segala keputusan ngga akan terganggu dengan kebijakan-kebijakan subjektif yang ngga berguna.


Terkadang karena terlalu sayang kita buta kalau kita udah dipermainkan atau dimanfaatkan. Well I say it’s enough when it’s enough. Suatu hubungan seharusnya membuat kedua pasangan jadi semakin dewasa, jadi semakin baik dan bukan menarik dua-duanya malah jadi lebih buruk. If that’s the case, you both are not bright enough to have a relationship at the first place.


Kuncinya terkadang (dan untuk gue pribadi) adalah tentang bagaimana kita bisa menghargai diri kita sendiri terlebih dahulu. Kalau kita udah tau betapa berharganya diri kita, then kita pasti ngga akan mau dimanfaatkan pasangan kita. Dari situ lo baru bisa ngebuat steps and plans what to do best untuk memperbaiki diri, hubungan, atau bahkan pasangan lo.


Selalu ada moment buat gue dimana gue berpikir, “Ok, this is it. I have enough of bullshit, and dramas and pain. I deserve better than this. It’s time to move on.” Menjalankannya ngga akan pernah mudah, penuh rasa sakit sampe rasanya mau mati, bahkan mungkin ada episode mengurung diri di kamar berhari-hari dan nangis bombay. Keep in mind itu semua cuma proses dimana pada akhirnya lo akan ngerasa bahwa it was all WORTH IT.


Terus terang gue muak dengan drama-drama lesbian yang berkoar it’s over! just to get back at her girlfriend a couple of days later karena cinta. Gue pernah di posisi jadi cewek tolol kayak gitu dan belajar dari ketololan gue itu. And when I chose, its one of the best decision I ever made selain masuk jurusan psikologi hahaha...Believe in your heart too to guide what’s best for your relationship.


Think girls..kalau seseorang benar-benar sayang dan perduli dengan diri lo, apakah mereka akan terus nyakitin lo?

1 komentar:

Anonymous mengatakan...

:) setuju dan mengerti sekali.



d`