Laman

Selasa, 03 Maret 2009

Hanya 9 bulan

Sepertinya kalimat. "telah mengandung kalian selama 9 bulan" is getting too much credits. Masa hanya karena telah mengandung selama 9 bulan, si Ibu harus kita hormati tanpa pengecualian? Iya, kalo ibu-nya bener, menyapih anaknya selama dua tahun dan ngurus anaknya denga penuh kasih sayang dari beresin popok yang penuh kotoran sampai masalah kehidupan anaknya walaupun udah dewasa. Tapi kalau abis mengandung 9 bulan terus anaknya dibuang? atau di-abuse?

Banyak yang kurang mengerti bahwa istilah abuse itu ngga hanya bisa dilakukan secara fisik maupun seksual. Banyak orang yang masih belum ngerti bahwa abuse secara mental juga menyakitkan dan berdampak sangat buruk terhadap anak. Abuse secara mental ngga bisa juga diartikan secara explisit, misalnya seperti membentak-bentak anak setiap hari. Ibu yang bekerja seharian dan ngga punya waktu untuk anaknya, ibu yang ngga ngasih perhatian atas achievement anaknya, ibu yang selip ngomong ke anaknya "dasar bego kamu!", ibu yang selingkuh, ibu yang berbohong, ibu yang drug addict, ibu yang alkoholik..itu semua cuma contoh kecil dari abuse secara mental ke anak.

Dan apakah kita harus menghormati ibu-ibu seperti ini HANYA karena dia telah mengandung selama 9 bulan? Gajah aja hamil jauh lebih lama.

Moms, be careful with what you do or say, karena dampak pada anak juga ngga akan terlihat langsung. Luka pada anak ngga harus berbentuk koreng dan berdarah. So, dont think too highly about yourself kalau kalian masih melakukan abuse terhadap anak kalian.

Tidak ada komentar: