Laman

Kamis, 10 Juni 2010

Keep calm and share

Semenjak gue punya tumblr Glee, gue jadi kenalan dengan para Gleek lain. Mereka berasal dari segala macam negara dan jenjang usia yang cukup luas. Menyenangkan banget sebenernya karena rata-rata mereka ini kalau ngga sesama homo ya orang-orang yang toleran dengan homoseksualitas. Bonusnya lagi, orang-orang ini ngocolnya setengah mati. Hampir setiap adegan di episode bisa mereka jadiin bahan bukti para pemainnya sebenernya 50% gay =D. Berhubung sistem Tumblr mirip banget dengan Twitter, kita tinggal saling follow kalau mau dapet update gambar dari satu sama lain. Selain itu karena tumblr bentuknya juga terbuka untuk umum, semua isi tumblr kita bisa dilihat secara umum. Setiap gue difollow orang baru, gue biasanya akan ngecek apa tumblr follower gue ini bisa gue follow balik. Jelas karena tumblr gue khusus glee, gue ngga perlu dashboard gue penuh dengan hal-hal lain diluar itu (gue udah punya tumblr pribadi lain lagi untuk itu =P). Nah, selama sebulan ini gue nemu profil dua orang follower gue yang bikin gue sedikit kaget dan mikir. Gue kaget karena kedua follower gue ini usianya “baru” 14 tahun sedangkan gue jadi mikir karena tumblr gue isinya sebagian besar berisi pairing lesbianism. Ok, so they worship what I worship too. Bahkan salah satu profil si remaja menyatakan kayak begini: My Sexuality: Straight. For now. I might go bisexual when I grow up. Hihi..agak gimanaa gitu bacanya, soalnya tumblr gu..umm talking about anything that would be consider gay between the cast. Not to mention pictures with half naked women in bikinis hahaha..ngga, gue ngga pervert! Cuma ya tuhan, I cant help itu kalau itu gambarnya Naya Rivera hahahahaha....


Kembali lagi ke masalah tadi, gue bingung dan takjub dengan profil-profil itu. I have no oppose whatsoever dengan pemilihan sexuality mereka, tapi gue memang sedikit terganggu dengan betapa mudanya usia mereka. Siapa bilang 14 tahun belum tau suka dengan siapa? Gue mulai berasa homo waktu umur gue sekitar 12 tahun kok. Hell, my first kiss with a girl was when I was about 4 years old (and making out become weirdly regular after that with my bestfriend =P). Gue udah pernah ngomongin tentang betapa labilnya yang namanya masa remaja dan itu merupakan masa yang sangat penting dalam mencari jati diri. Jadi kalo ditanya, gue memang punya pendapat tersendiri tentang kapan sebaiknya seseorang menentukan seksualitas mereka. Tapi ini bukan inti dari perasaan ngga enak gue. Berawal dari penemuan gue itu, gue jadi mikir lebih jauh lagi. Tentang Glee itu sendiri. Tentang betapa HOMOnya acara itu. Buat kita-kita gleek yang queer tau banget kalo semua aspek dari acara itu berteriak “being gay is A-OK”. Dibalut manis dengan lagu populer dan cast cakep-cakep, Glee terlihat seperti acara TV seri remaja pada umumnya.

Pikiran itu berkembang ke media internet yang saat ini udah ngga punya bendungan sama sekali dengan yang namanya informasi. Waktu gue mulai berasa homo di usia 12 tahun, gue belum punya internet buat nyari tau lebih banyak tentang homoseksualitas (idih, koneksi ******net jaman itu bikin pingin banting komputer). Waktu itu gue masih dibombardir dengan informasi ilmu agama (sekolah gue dari TK sampe SMA adalah sekolah islam). I know, kalo gue suka sama cewek maupun cowok. Tapi gue ngga punya pikiran sampe bisa menyatakan I am bisexual. Sekarang gue bisa bilang semua informasi yang gue butuhkan, alhamdulillah gue dapetin seiring dengan pendewasaan gue. Tapi dengan anak jaman sekarang?

As my queer friends all know, gue menerima diri gue sebagai queer, tapi gue bukan salah satu yang bisa mengatakan bahwa menjadi queer itu ngga dosa. Itu masalah yang masih sangat membingungkan buat gue dan ngga suka untuk memperdebatkan. I choose to be queer like I choose to drink alcohol walaupun hukumnya haram. Karena gue tau walaupun ketertarikan gue dengan sesama jenis ngga bisa dihilangin, gue tau gue masih termasuk orang-orang yang dikasih tuhan pengendalian atas semua perilaku gue (Jangan ngomongin yang pure gay yah, itu diluar pengetahuan gue karena gue ngga punya hak berpendapat atas mereka). Tapi bagaimana dengan anak-anak yang dibombardir dengan segala informasi tanpa bendungan ini? (duh, tiba-tiba berkelebat segala teori yang saling adu kuat antara freudian dan behaviorism tentang orientasi seksual). Gue ngga bisa naif dan sok ignoran terus bilang kalau remaja udah bisa menggunakan logika dengan baik. Karena gue tau dengan fakta bahwa yang namanya remaja itu labil dan jelas belum dewasa. Segala sesuatunya masih dalam pembentukan karakter dan kepribadian. Mau dunia masih ada seribu tahun lagi, bayi akan tetapharus berkembang di kandungan ibu selama 10 bulan dan mau usaha sampe mulut berbusa pun, anak umur satu tahun ngga bisa diajak baca buku novel. Semua butuh proses baik secara fisik maupun psikologis. I’m a post-mo person, but I’m still heavily influenced with my religious upbringing.

Kesimpulan gue sebenernya balik lagi ke Glee. Acara ini sebenernya menyebar virus homo. Di satu sisi mereka memang membawa pesan-pesan yang baik tentang menghargai perbedaan, persahabatan dan teamwork, tapi ngeri juga kalau gue mikir jangan-jangan mereka udah convert beberapa anak ababil (Anak baru gede labil) untuk mempertimbangkan jadi homo. Bagus kalau si 14 tahun dapet informasi yang seimbang dari kiri kanan untuk akhirnya menentukan, tapi emang penontonnya cuma anak 14 tahun keatas? What about the kids that are younger than that? Omg, bahkan tumblr gue membantu menyebarkan hal itu LoL.

Ngga, gue ngga lagi menceramahi siapa pun atau apa pun. Gue juga ngga lagi menjudge sesama homo apalagi sebuah acara TV. Gue lagi pingin sharing pemikiran gue aja. Gue emang kaya duri dalam daging. I belong there, tapi kalau mau dimakan, rese. Hehehe...Meh, just another neurotic thoughts from me.

3 komentar:

Anonymous mengatakan...

anak segitu kan lg cari2 jati diri bok,normal kayanya kl mereka ngaku2 gay.ga tau aja mreka, pacaran sm cewe kan njlimet.huehehehe..

-ces-

Lushka mengatakan...

curcol abeeeees...hahahaha
yah semoga mereka tau apa yang mereka lakukan. =)

Mithya mengatakan...

iya, gue ga kepikiran tuh pas nulis tentang "ngaku2 gay" hahaha..tapi kan gue bilang, itu bukan main source of what i'm troubled with. gue kepikiran dengan pengaruh media sekarang ini dan Glee sebagai penyebar virus homo yang ampuh hahaha...