Laman

Selasa, 19 Januari 2010

"Khan"

Gue dapet pengalaman menarik kemarin malam waktu iseng jalan-jalan ke yahoo chat room lesbian. Ngga ada niat ngobrol juga. Gue hanya lagi bosen dan pingin liat interaksi manusia di main room aja. Seperti biasa baru satu detik masuk, udah ada beberapa pop-up message yang ngajak kenalan. 70% of the time message-message itu sebenernya cuma spam yang ujung-ujungnya ngasih link web porno dan 29% yang lain adalah orang-orang horny yang ngajak sex chat. That 1% I'm looking for jarang banget bisa gue temuin, yaitu orang-orang yang bener-bener cuma pingin ngobrol nyari temen baru.


Tiba-tiba ada satu message yang kalimat perkenalannya langsung bikin gue tertarik. Tanpa basa-basi dia langsung kirim message "23 m crossdresser" WOW..OK..ini baru beda. Gue pikir andaikata ini jebakan tikus dari seorang pervert pun, kalimat itu berhasil bikin tertarik. Kebayang ngga kalau ada cowok yang tiba-tiba datengin lo, nyodorin tangan, dan bilang, "Hi, I'm a crossdresser." Mantab!


Layaknya chat dengan orang baru, perkenalan berlangsung singkat dan standar. Pertukaran ASL dan foto. Let's just named this boy "Khan" =P. Khan is from India dan masih kuliah. Request pertama dia ke gue yang paling lucu adalah dia minta diajarin gimana caranya dandan yang baik. Hey, same here bro. Gue juga baru belajar dandan. Hahaha..he's asking the wrong queer.


Gue masih tetep hati-hati dengan jebakan tikus tapi hati gue luluh dengan cara bercerita dia yang sepertinya polos sekali tentang "masalah" crossdressing-nya. Gue tunjukkan kalau gue open-minded dan ngga takut sama sekali dengan ke-"unik"-an dia. Khan mengaku suka sekali dengan rok mini tapi belum pernah nyoba pake. Pakaian-pakaian perempuan yang sering dia pakai misalnya speerti stocking, sepatu hak tinggi sampai ssstt...celana dalam wanita hehe..Dengan ceria dia bercerita kalau pakai sepatu hak tinggi itu ternyata susah dan menyakitkan. Hahaha...I feel you, bro. Dia juga suka pake thong dan merasa dirinya seksi. Satu masalah yang menurut dia mengganggu, setiap dia membayangkan atau mengenakan pakaian perempuan, Khan pasti merasa terangsang. Bukan hal yang mengagetkan karena memang itu karakteristik utama seorang crossdresser. They got turned on when they wear women's clothes.


Ngga butuh lama untuk dia bercerita kalau dia pingin banget jadi Lesbian. Hence why he's in the lesbian chat room. Yep, dia pingin suatu saat nanti dia bisa jadi perempuan dan pacaran dengan perempuan. Dia pingin disayang oleh seorang perempuan yang memperlakukan dirinya sebagai perempuan juga. What a unique and interesting young man, I thought. Dia bukan hanya seorang transvestite (istilah psikologi untuk crossdresser), tapi juga transeksual. Hmm..berat..Ngga seorang pun dari keluarga maupun temannya yang tau keadaan dia. I imagine how lonely that must be. Khan bilang ingin berteman dengan gue. I'll be his boy and he'll be my girl =) Dalam bentuk pertemanan maksudnya. Kata dia foto gue bener-bener mirip cowok. Entah gue harus merasa tersinggung atau ngga...hahaha...


Sebenernya buat gue pribadi, kasus seperti Khan ini cukup membingungkan karena saat ini dia mengalami masalah transvestite tapi menggambarkan perasaan orang-orang dengan masalah transeksual. Kedua hal itu adalah keadaan yang sangat berbeda. Transeksual adalah orang-orang yang merasa jenis kelaminnya tidak sesuai dengan gendernya. Literally merasa terjebak di tubuh yang salah, di tubuh lawan jenis. Transeksual bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan. Ngga ada yang salah atau dosa dengan perasaan mereka. Kalau dipikir-pikir kenapa ya tuhan menciptakan orang-orang yang jiwanya seperti tertukar dengan tubuh orang lain? Mereka ngga perlu menjalani trauma atau abuse untuk menjadi transeksual. Biasanya di usia 4 tahun mereka sudah "tau" kalau dirinya merasa ngga nyaman dengan tubuhnya.

Sedangkan transvestite (crossdresser) hanya terjadi pada laki-laki. Mereka tetap merasa dirinya laki-laki. Hanya saja memang ketika mereka mengenakan pakaian wanita, mereka akan merasa terangsang. Bahkan mungkin benar-benar ngga akan bisa ereksi kalau tidak mengenakan salah satu pakaian wanita di tubuhnya. Untuk kasus transvestite, umunya memang sering terjadi abuse atau trauma ketika mereka masih anak-anak. Menarik ketika Khan sempat bilang kalau semua laki-laki itu brengsek dan cuma bisa menyakiti wanita..I think something happened to him or his female family member.

Untuk kasus Khan ini gue agak bingung. Mungkin dia salah memberi label pada dirinya? atau memang manusia memang serumit itu sampai ngga mungkin dikategorikan sesederhana itu. Remember when I talked about labelling before? =)

Sekarang gue penasaran temenan dengan Khan. Harus tetep waspada dengan jebakan tikus, tapi darah psikolog gue lagi menggelegak! hehe...

3 komentar:

Shifra mengatakan...

Mithya keren! X'>
*slalu gmpg trpesona kharisma org pintar*
Nyanhh~

jumiii mengatakan...

Aku pernah nonton film apa gitu *lupa*, ada cewek yg operasi ganti kelamin. Setelah berubah wujud jadi cowok lengkap dengan kumis dan brewoknya, dia pacaran sama cowok gay. Kebalikan dari si Khan ini kan ya?

Mithya mengatakan...

C: iya, Lushka juga jadi penasaran sama Khan hehe..jadi temen kayanya menyenangkan.

Shifra: whoaa..makasih shifra-chan. ngga segitunyaaa..*malu*

Jumi: Iya jum, berarti sebaliknya. Kalau transeksual yg setelah operasi kelamin terus jadi homoseksual memang ada beberapa, walaupun jarang. manusia itu unik ya! ^^