Laman

Kamis, 14 Agustus 2008

Aku juga, yang...heheheh

Gue baru sadar, tiap kali diajakin pergi untuk tahu lebih jauh dunia lez hehehehe, gue pasti jawabnya, tanya partner gue dulu ya? Padahal I know, partner gue kemungkinan besar akan ngebolehin. Biasanya gue yang akan ngajuin sejuta alasan kenapa gue ga mau pergi tanpa dia. Hehehehe.

Honestly, gue takut.

I dunno, ga tau ini self defense gue – sebagian denial gue. Gue suka ga nyaman, ga ngerasa begitu belong to the ‘real’ lez world *ya, ya…I know, menyebalkan dan berkesan munawir ya?*.

Gue berasa aman jadi “beda” di dunia hetero gue, tapi ngerasa insecure di dunia lez. Like you know, last weekend gue pergi ama Mithya ke salah satu acara bagian dari event tahunan QFF 2008. Gue nonton gabungan film pendek dengan theme L world. I was happy tapi juga ada perasaan ga nyaman.

Gue enjoy ada di dekat-dekat Mithya, ataupun hubungan one on one temen-temen gay gue, tapi gue tidak merasakan hal yang sama berada di kumpulan LGBT. Kumpulan berarti satu orang atau lebih, ya kan? Gue jadi berasa offensed karena gue sadar adalah bagian dari “kaum” ini.

I mean, gue tau orang-orang ini sama dengan gue, memiliki perilaku seksual yang menurut orang kebanyakan menyimpang. And it’s freaking me out. Menyadari gue juga bagian dari yang dimusuhi oleh sebagian besar penghuni dunia.

Dengan berada disitu, gue kaya udah bikin statement where do I belong, what side am I in?. Gue takut dianggep musuh, looser, sinner, orang-orang aneh oleh manusia-manusia hetero or homophobic. hehehe.

See, secara egois dan sepihak, gue ternyata juga homophobic. hehehehe


ps.
Mithya bilang, orang-orang yang homophobic rata-rata sebenernya adalah gay, whether they realize or not =)

Tidak ada komentar: